Friday, August 17, 2018

Perkembangan Ajaran Islam pada Masa Modrn



Perkembangan Ajaran Islam pada Masa Modrn

Menjelang dan pada awal-awal masa pembaharuan yaitu sebelum dan sesudah tahun 1800 M, umat Islam di berbagai negara, telah menyimpang dari ajaran Islam yang bersumber kepada Al-Qur’an dan hadis. Penyimpangan itu terdapat dalam hal :

q  Ajaran Islam tentang ketauhidan telah bercampur dengan kemusyrikan. Hal ini ditandai dengan banyaknya umat Islam yang selain menyembah Allah SWT juga memuja makam yang dianggap keramat dan meminta tolong dalam urusan gaib kepada dukun-dukun dan orang-orang yang dianggap sakti. Selain itu, aa juga kelompok umat Islam yang mengkultuskan dan beranggapan bahwa sultan adalah orang suci yang segala perintahnya harus ditaati.
q  Adanya kelompok umat Islam, yang selama hidup di dunia ini, hanya mementingkan urusan akhirat dan meniggalkan dunia. Mereka beranggapan bahwa memiliki harata benda yang banyak, kedudukan yang tinggi dan ilmu pengetahuan tentang dunia adalah tidak perlu, karena hidup di dunia ini hanya sebentar dan sementara, sedangkan hidup diakhirat bersifat kekal dan abadi. Selain itu, banyak umat Islam yang menganut paham fatalisme, yaitu paham yan mengharuskan berserah diri kepada nasib dan tidak perlu beriktiar, karena hidup manusia dikuasai dan ditentukan oleh nasib.

Penyimpangan-penyimpangan umat Islam terhadap ajaran agamanya seperti tersebut, mendorong lahirnya tokoh pembaharu, yang berusaha menyadarkan umat Islam agar kembali kepada ajaran Islam yang benar, yang bersumber kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah (hadis). Tokoh-tokoh pembaharu yang dimaksud antara lain:

1.       Muhammad bin Abdul Wahab, lahir di Nejd (Arab Saudi) pada tahun 1115 H/1703 M dan wafat di Daryah tahun 1201 H/1787 M. Muhammad bin Abdul Wahab adalah seorang ulama besar  yang produktif, karena buku-buku karanganya tentang Islam, mencapai puluhan judul. Diantara buku-bukunya berjudul “ kitab At- Tauhid yang isinya antara lain tentang pemberantasan Syirik, Khurafat, takhayul dan bid’ah yang terdapat dikalangan umat Islam dan mengajak Umat Islam agar kembali kepada ajaran Tauhid yang murni. Para pengikut Muhammad bin Abdul Wahab, menamakan kelompoknya dengan “ Al-Muwahidun” atau “Al-Muslimun”, yang artinya kelompok yang berusaha mengesakan Allah SWT semurni-murninya. Gerakan pemurnian ajaran Islam yang dilakukan oleh para pengikut Muhammad bin Abdul Wahab ini, dinamakan juga gerakan “Wahabi”.
2.       Rifa’ah Badawi Rafi’ At-Tahtawi, atau at- Tahtawi, lahir di Tahta pada tahun 1801 M dan meniggal di Mesir. Pemikirannya  yang berkaitan dengan ajaran Islam, antara lain, beliau menyerukan agar umat Islam dalam hidup di dunia ini tidak hanya mementingkan urusan akhirat, tetapi juga harus mementingkan urusan dunia, agar umat Islam tidak dijajah bangsa lain.
3.       Jamaluddin Al- Afgani, lahir di Asadabad tahun 1838 M dan wafat di Istanbul tahun 1897 M. Di antara pembaharuan pemikiran yang beliau munculkan adalah :

q  agar kejayaan Islam dapat diraih kembali dan mampu menghadapi dunia modr, umat Islam harus kembali kepada ajaran agamanya yang murni dan harus memahami Islam dengan Rasio dan kebebasan.
q  Jamaluddin menginginkan agar kaum wanita juga meraih kemajuan dan bekerjasama dengan pria untuk mewujudkan masyarakat Islam yang dinamis dan maju.
q  Kepemimpinan otoraksi hendaknya diubah menjadi demokrasi. Menurut pendapatnya, Islam menghendaki pemerintahan republik yang di dalamnya terdapat kebebasan mengemukakan pendapat dan kewajiban negara untuk tunduk kepada undang-undang.
q  Ajarannya tentang Pan-Islamisme yakni persatuan dan kerjasama seluruh umat Islam harus diwujudkan. Karena persatuan dan kerjasama seluruh umat Islam sangat penting dan diatas segalanya.

Selain tokoh-tokoh pembaharuan, tersebut masih banyak lagi tokoh-tokoh pembaharuan lainya, seperti Muhammad Abduh di Mesir (1849-1905 M), Muhammad Rasyid Ridla (1865-1935 M), Sayid Ahmad Khan di India (1817-1898 M), dan Muhammad Iqbal di Pakistan (1876-1938 M).

Pada masa pembaharuan jumlah penduduk yang beragama Islam berkembang terus ke seluruh pelosok dunia. Penduduk muslim terbanyak terdapat di Benua Asia dan Afrika. Mengacu kepada data penduduk tahun 1991 M, negara-negara yang penduduk muslimnya lebih dari 90% adalah Mauritania, Sahara Barat, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libia, Mesir, Somalia, Turki, Irak, Yordania, Arab Saudi, Yaman, Oman, Qatar, Bahrain, Iran, Afganistan, da Pakistan.

Sedangkan negara=negara yang jumlah umat Isalmnya mencapai 50-90% adalah Tanzania(Afrika), Turkemenistan, Uzbekistan, Kirghistan, Tajikistan(Rusia), Bangladesh, Malaysia, Singapura, Indonesia, Brunei dan Kepulauan Mindanou di Filipina. Negara-negara yang umat Islamnya 10-50 % antara lain seperti Guinea (Afrika), Albania, Suriah, India, Cina dan Myanmar.

Untuk mengikat negara-negara Islam di dunia, pada bulan Zulhijjah tahun 1381 H(Mei 1962), telah didirikan Rabithah Al-Alam Al Islami (Muslim Word League atau liga dunia Islam) sebuah organisasi Islam Internasional nonpemerintah yang tidak berpihak kepada suatu partai atau golongan dan mewakili umat Islam sedunia. Liga Dunia Islam ini berkantor pusat di Mekah (Saudi Arabia), sedangkan kantor perwakilanya tersebar diseluruh dunia, seperti Indonesia, Amerika, Kanada, Denmark, Malaysia, dan Prancis.

Di Benua Eropa dalam Conference of Islamic Culture Centre and Organization of Europe (Konferensi Pusat Kebudayaan dan Organisasi Islam Eropa) di London pada bulan Mei 1973, dengan diprakarsi oleh sekretariat Islam di Jeddah telah didirikan Dewan Islam Eropa, yang bertujuan untuk mengorganisir dan memajukan usaha-usaha dakwah Islamiah.


Sumber : Syamsuri, 2007, Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas XI, Erlagga, Jakarta. Hal 184-186.






No comments:

Post a Comment

Islam di Benua Afrika

Islam di Afrika Sejak pada masa Rasulullah SAW, sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di benua Af...