Saturday, December 29, 2018

Islam di Eropa



Islam di Eropa

Islam di Eropa di mulai ketika terjadi penaklukan pasukan Islam di Spanyol pada masa Khalifah Al Walid dari dinasti Bani Umayyah yang memerintah pada tahun 705-715 M. Sebelum umat Islam menguasai Spanyol mereka telah menguasai Afrika Utara dan menjadiakannya sebagai salah satu propinsi dari Dinasti Bani Umayyah.

1.    Masuknya Islam di Eropa

Ketika Khalifah Al Walid yang berkedudukan di Damskus mengirimkan pasukan untuk mengadakan perluasan daerah, maka Musa bin Nusyair (gubernur Afrika Utara) mengutus Thariq bin Ziad untuk memimpin penjajagan ke Spanyol. Dalam penjajagan itu pasukan Thariq tidak mendapatkan perlawanan yang berarti. Ia mraih kemenangan dan kembali ke Afrika Utara dengan membawa harta rampasan yang banyak. Peristiwa itu terjadi pada tahun 709. Untuk selanjutnya Musa bin Nusyair menugaskan Thariq bin Ziad untuk memimpin pasukan yang sebagian besar terdiri dari orang Barbar dan sebagian kecil terdiri dari orang-orang Arab. Pada tahun 710 Thariq bin Ziad berlayar mengarungi Laut Tengah menuju daratan Spanyoldan berhasil mendarat di sebuah bukit yang kemudian diberi nama dengan Gibraltar (jabal Thariq).

Ketika Roderick (raja Spanyol) mengetahui bahwa Thariq dan pasukanya telah memasuki Spanyol maka ia pun mengumpulkan bala tentaranya, dan terjadilah pertempuran yang hebat selama 8 hari. Peperangan di menangkan oleh pasukan Islam dan Roderick lari ke arah barat laut beserta pengikutnya. Untuk selanjutnya Thariq menaklukan Toledo, kemudian Archidona dan Granada kesuksesan Thariq ini membuat Musa bin Nusyair ikut serta menaklukan daerah-daerah yang belum di taklukan oleh Thariq. Di Toledo Musa bin Nusyair bertemu bertemu dengan Thariq besarta pasukanya dan penaklukan diteruskan ke daerah utara. Pasukan Islam mendapatkan kemenagan ini antara lain disebabkan semangat bertempur yang tinggi dan mendapatkan bantuan dari orang-orang Spanyol yang tertindas oleh Roderick dan juga banyak pasukan Roderick yang akhirnya bergabung dengan pasukan Islam.

Setelah Spanyol dapat ditaklukan, umat Islam berupaya mengembangkan pemerintahan Islam di daerah itu. Pada mulanya pemerintahan Islam di Spanyol ini merupakan salah satu propinsi dari dinasti Bani Umayyah, tetapi setelah dinasti Bani Umayyah diganti dengan dinasti Abbasiyah, maka pemerintahan Islam di Spanyol ini merupakan pemerintahan yang berdiri sendiri. Musa bin Nusyair mulai menyusun pemerintahan baru dengan menetapkan Sevilla sebagai ibukota. Namun tidak lama kemudian Musa bin Nusyair dipanggil oleh Khalifah ke Damaskus. Sebelum Musa meniggalkan Spanyol ia telah menunjuk anaknya (Abdul Aziz) untuk menjadi wakil gubernur di Spanyol. Abdul Aziz segera mengatur pemerintahan dengan menitipberatkan pada bidang pertahanan. Pada masa Abdul Aziz tidak terjadi pemberontakan, tetapi ketika masa Abdur Rahman Al Saqafi (pengganti Abdul Azis), terjadi pemberontakan orang-orang Spanyol tetapi dapat dipadamkan. Selanjutnya pemerintahan pemerintahan Abdul Azis dan Abdur Rahman Al Saqafi memusatkan kegiatanya dalam memperkuat kekuatan di dalam negri dan tidak mengadakan penaklukan daerah baru.

Pengganti Abdul Azis ialah Al Samah bin Malik yang mulai mengadakan perluasan daerah. Selanjutnya Al Samah diganti Abdur Rahman Al Ghafiqi dan ia terbunuh ketika mengadakan perluasan daerah ke Prancis. Abdur Rahman Al Ghafiqi diganti Yusuf Al Fiqri yang merupakan gubernur terakhir pada masa dinasti Bani Umayyah. Ketika dinasti Bani Umayyah di Bagdad digantikan oleh dinasti Abbasiyah, salah seorang dari keturunan dinasti Bani Umayyah dapat melarikan diri ke Spanyol, yaitu Abdur Rahman bin Muawiyah bin Hisyam. Abdur Rahman inilah orang pertama yang mendirikan kekhalifahan di Spanyol, tidak lagi menjadi gubernur seperti masa-masa sebelumnya. Ia mendirikan Khalifah bani Umayyah di Spanyol, yang berdiri sendiri, tidak dibawah pemerintahan dinasti Bani Abbas di Bagdad. Karena keberhasilan Abdur Rahman dalam menaklukkan Spanyol dan mendirikan kekhalifahan dengan hasil yang gemilang, maka ia mendapatkan julukan Ad-Dakhil “si Penakluk.   

Pemerintahan Islam di Spanyol ini berlangsung selama lebih kurang delapan abad yaitu semenjak tahun 711 setelah Thariq bin Ziad menguasai Spanyol sampai dengan Spanyol dikuasai Kristen lagi pada tahun 1942. Banyak kemajuan yang dicapai oleh umat Islam pada waktu itu. Dibidang agama banyak sekali bermunculan ulama besar yang tercatat sebagai ahli Hadits, ahli fiqih ilmu kalam, dan ahli ilmu tasawwuf. Imam Al Auza’i adalah salah seorang tokoh dalam bidang fiqih, demikian juga ibnu Rusyd seorang filosouf yang sangat terkenal diseluruh dunia. Ibnu Arabi yang dikenal sebagai sufi terbesar diseluruh dunia juga berasal dari Spanyol. Dibidang filsafat selain ibnu Rusyd juga ada dua nama besar yang lain yaitu Ibnu Bajah dan Ibnu Tufail. Ahli astronomi yang terkenal dapat disebut Al Majriti dari Cordova, Al Iarqali dari Toledo dan Ibnu Aflah dari Seville. Selain itu banyak lagi ahli-ahli dibidang tumbuh-tumbuhan, kedokteran, dan kesusatraan. Dibidang arsitektur, Islam telah mewariskan bangunan-bangunan yang indah dan megah yang sampai sekarang dapat kita saksikan seperti istana Al Hamra yang terletak di Granada, masjid Cordova, istana Ja’fariah, tembok Toledo, istana Al Makmun, dan masjid Seville.

Islam di Spanyol yang pernah mencatat keberhasilan yang gemilang akhirnya jatuh pada tahun1238 Cordova jatuh ke tangan orang-orang Kristen, kemudian pada tahun1248 Seville, dan yang terakhir pada tahun 1491 Granada mengalami nasib yang sama. Pada waktu itu orang-orang Islam di Spanyol dihadapkan pada tiga pilihan, masuk Kristen, keluar dari Spanyol atau dibunuh. Pada tahun 1609 boleh dikatakan tidak ada lagi orang Islam di Spanyol. Umumnya mereka pindah ke kota di pantai Utara Afrika.

2.    Perkembangan Islam di Eropa

Cara-cara yang ditempuh oleh orang-orang Kristen di Spanyol terhadap orang-orang Islam sangat kasar, yaitu orang-orang Islam dipaksa untuk masuk Kristen, orang-orang Islam tidak boleh mengadakan perkawinan secara Islam dan juga tidak boleh mengunakan bahasa Arab. Sejak itu hubungan antara Eropa dan dunia Islam terputus sama sekali. Hubungan ini mulai lahir lagi pada abad ke 18 sampai dengan abad ke 20 ini, yaitu setelah negara-negara Islam atau negara yang berpenduduk mayoritas Islam mendapatkan kemerdekaan dari orang-orang Eropa. Banyak sekali orang-orang Islam yang datang ke Eropa baik sebagai Imigran maupun karena ingin menuntut ilmu. Mereka saling tukar menukar informasi satu sama lain dan saling mengadakan kerjasama. Dari sini kita mengenal sebuah organisasi Islam yang disebut Young Muslim Association in Europa atau disingkat dengan YMAE. Organisasi ini bergerak dibidang sosial dan dakwah. Dalam melaksanakan dakwah, mereka banyak yang berhasil karena aktifis-aktifis dakwah mereka mempunyai pikiran yang luas dan hati terbuka serta mampu bergaul dengan masyarakat.

Selain adanya organisasi yang berciri internasional itu, banyak pula pekerja-pekerja dari Turki dan Pakistan yang hidupnya selalu mengelompok. Mereka sering membeli rumah-rumah yang kemudian digunakan untuk masjid dan macam-macam kegiatan Islam. Untuk mengajar pelajaran agama Islam, kadang-kadang mereka mendatangkan ulama dari negrinya. Selain itu, hampir setiap saat, terutama pada musim panas, banyak orang-orang dari Arab Saudi, Kuait dan Irakdatang berlibur hampir semua negara di Eropa dan mereka menyewa flat bersama-sama keluarga dalam waktu beberapa bulan. Sebagai gambaran keadaan umat Islam di Eropa, berikut ini dikemukakan jumlah angka penduduk muslim dibeberapa negara di Eropa, terutama Eropa Barat.

Di Austria jumlah kaum muslimin menurut perhitungan bulan Mei 1981 sebanyak 76.940 jiwa dan 59.910 diantaranya adalah orang-orang Turki. Orang-orang Turki ini sebagian besar adalah sebagai buruh imigran. Sedangkan 1574 orang berasal dari Mesir dan 3141 orang berasal dari Iran.

Di Belgia terdapat lebih dari 186.387 orang Islam. Diantara mereka 10.796 orang berasal dari Aljazair, 105.133 orang dari Maroko, 6.871 orang dari Tunisia dan 63.587 orang berasal dari Turki.

Sementara itu Prancis terdapat lebi dari 2 juta orang Islam. Mereka yang berasal dari Aljazair sebanyak 777.037 orang, dari Maroko di perkirakan mencapai 600.000 orang dan dari Turki mencapai lebih dari 140.000 orang.

Di Jerman penduduk muslim sebanyak 1,7 juta jiwa. Mereka berasal dari Iran, Yordania, Maroko, Pakistan, Turki dan Tunisia. Jumlah diatas belum mencakup muslim yang berasal dari penduduk Jerman asli atau dari negara minoritas muslim yang lain. Muslim di Jerman sebagaimana yang telah disebutkan, berasal dari Iran sekitar 29.000 dari Maroko 35.854 dan dari Pakistan 26.000 orang. Pemerintah Jerman mempunyai catatan rapi tentang perkawinan antara agama dan antara bangsa. Sebagai contoh pada tahun 1983 sekitar 1748 orang laki-laki Turki mengawini wanita Jerman, sedangkan 388 wanita Turki menikah dengan laki-laki Jerman. Laki-laki dari Pakistan yang mengawini wanita Jerman sebanyak empat orang. Muslim Iran juga banyak yang nikah dengan wanita Jerman, demikian juga sebaliknya.

Di negeri Belanda jumlah kaum muslim sekitar 300.000 jiwa. Kebanyakan mereka terdiri dari orang-orang Maroko dan orang-orang Turki. Sebagaimana di Jerman, di Belanda pun banyak laki-laki muslim yang menikah dangan wanita asli Belanda. Pada tahun 1983 tercatat 146 laki-laki Maroko dan 56 wanitanya menikah dengan orang Belanda. Sedangkan dari Turki sebanyak 95 orang laki-laki dan 23 wanitanya mendapatkan jodoh dengan pribumi Belanda. Norwegia mempunyai penduduk muslim yang besar yaitu sebanyak 1447 orang dari Maroko, 7792 orang dari Pakistan, dan 3279 orang dari Turki. Di Norwegia dan juga negara-negara Skandinavia yang lain seperti Swedia, Belgia dan Belanda, pemerintahanya selalu memberikan bantuan keuangan untuk Pribadatan agama. Pemerintah Norwegia sejak bulan Januari 1983 membantu keuangan 8 kelompok kaum muslim di negri itu.

Sedangkan di Swedia jumlah kaum muslimin tercatat 22.000 orang. Muslim dari Turki menduduki tempat teratas dalam jumlah dibandingkan dengan yang berasal dari negara-negara lainya. Di Belgia walaupun belum diketahui jumlah umat Islam disana, yang jelas di Brussel (ibukota Belgia) terdapat masjid besar dan indah yang sering disebut Islamic Center.

Di Inggris jumlah penduduk muslim sebanyak 1,5 juta. Mereka kebanyakan berasal dari Pakistan dan Bangladesh. Bahkan ada salah seoran walikota di Inggris yang diangkat dari golongan muslim. Ketika dilangsungkan upacara pelantikannya, acaranya dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran. Di London (ibukota Inggris) juga banyak masjid-masjid baik yang besar maupun yang kecil, dan yang terbesar ialah masjid Islamic Center yang terletak ditengah kota London.

Di Denmark terdapat lebih dari 30.000 penduduk yang beragama Islam. Disini orang-orang Turki menjadi kelompok muslim terbesar jumlahnya mencapai 16.000 orang. Orang-orang Pakistan lebih dari 7000 jiwa dan sisanya dari negara-negara lain. Di Finlandia jumlah muslim sekitar 2000 orang.

Yunani mempunyai penduduk muslim sekitar 300.000 jiwa. Sementara di Italia jumlah kaum muslimin berkisar 200.000 orang. Di Portugal sekitar 30.000 orang, sementara di Spanyol tahun 1980 sekitar 8000 orang, tetapi sumber lain menyatakan lebih dari 100.000 orang. Sedangkan di Swiss jumlah muslim lebih dari 55.000 orang.

Angka-angka ini merupakan gambaran minimal yang di data pada tahun 1980 sampai dengan 1984. Padahal perhitungan ini belum mencakup pendatang muslim dari negara-negara yang mempunyai masalah di dalam negri seperti Palestina, Afganistan, Ethiopia dan sebagainya. Selain itu pendatang dari berbagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam ke Eropa setiap saat terus bertambah. Angka kelahiran dari warga muslim yang tinggal di Eropa pun lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka kelahiran dari warga pribumi. Dengan demikian jumlah umat Islam di Eropa makin hari makin bertambah besar.



Sumber: Departemen Agama RI. 1994. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas II


Sunday, December 23, 2018

Islam di Amerika



ISLAM DI AMERIKA

Umat Islam di Amerika, jumlahnya tidak begitu jelas. Menurut statistik, mayoritas rakyat Amerika Serikat beragama Kristen, baik Protestan maupun Katolik. Agama yang kedua di Amerika serikat adalah Yahudi. Walaupun menurut statistik agama Kristen merupakan agama terbesar, banyak rakyat Amerika serikat yang tidak peduli dan tidak menghiraukan lagi agama mereka, sehinga mereka dapat disebut “Kristen Abangan”. Bahkan diantara mereka banyak pula mengaku tidak beragama. Adapu penganut agama Islam di Amerika  Serikat sekarang diperkirakan berjumlah lebih kurang empat sampai lima juta orang.

1.      Masuknya Islam di Amerika

Sejarah tentang masuknya Islam di Amerika tidak begitu jelas, karena belum ada penelitian secara ilmiah mengenai hal itu. Beberapa ahli sejarah menduga bahwa pelaut-pelaut muslim adalah orang-orang pertama yang melintasi lautan Atlantik dan mencapai pantai-pantai dunia baru dan sangat mungkin termasuk pantai benua Amerika. Penulis lain menduga bahwa Cristoper Colombus dalam menemukan benua Amerika dipandu oleh navigator-navigator dan pembantu-pembantunya yang terdiri dari orang-orang muslim dari Andalusia atau Maroko yang disewa tenaganya. Perkiraan-perkiraan seperti ini walaupun tidak berdasarkan penelitian secara ilmiah, makin hari makin tersiar secara luas.

Jika asal usul kehadiran Islam di Amerika masih merupakan spekulasi, maka adanya pemukiman tawanan muslim Amerika Utara pada abad ke 16 sampai dengan abad 18 merupakan suatu kepastian. Jatuhnya Islam Andalusia ke tangan Eropa merupakan malapetaka bagi jutaan umat Islam. Dengan demikian sebagian umat Islam yang jatuh menjadi tawanan orang-orang Spanyol merupakan kelompok manusia pertama yang diangkut ke Amerika. Atau kemungkinan lain mereka tidak sanggup menghadapi tekanan-tekanan orang Spanyol, kemudian mereka pergi ke daerah tidak dikenal yaitu Amerika. Tentang hal yang demikian ini tidak ada catatan yang resmi, tetapi yang pasti pada abad 16 sampai dengan 18 di Amerika Utara sudah ada pemukiman muslim dari Afrika.

Pada seperempat akhir abad ke 19 banyak orang-orang Islam dari timur dekat dan bagian-bagian lain dari dunia Islam mulai datang ke Amerika. Tujuan mereka sama dengan imigran lain yaitu lari dari keadaan yang tidak mereka inginkan di negerinya dan dalam rangka untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik di dunia yang baru. Diantara mereka itu banyak yang berhasil memelihara identitasnya sebagai muslim, dan membentuk masyarakat yang tersebar di beberapa kota di Amerika Serikat dan Kanada. Orang-orang Islam Balkan, ketika Imperium Utsmania mulai surut, banyak juga yang pindah ke Amerika untuk menemukan hidup baru. Demikian pula orang-orang Islam Siria, Rusia Selatan, Kaukasia, Turki, dan beberapa negara yang dijajah oleh Inggris, Prancis, dan Italia, banyak yang pindah ke Amerika.

Setelah perang dunia ke dua imigran muslim mulai  datang ke Amerika dalam jumlah yang besar. Tampilnya Amerika Serikat dengan menonjol di dunia politik, menarik mahasiswa muslim dari berbagai negara. Mereka datang dan tinggal di Amerika Serikat dalam jangka lama dan bergaul dengan sesama mahasiswa dan masyarakat setempat. Kesempatan belajar sambil bekerja menjadikan mereka dapat lebih lama tinggal di Amerika, dan tetap menjalankan agamanya sehari-hari.

Perpecahan dan peperangan yang terjadi di beberapa negara Islam seperti Syiria-Mesir pada tahu 1961, perang Indi-Pakistan pada tahun 1965, peramg Arab-Israel pada tahun 1967, mendoronh imigran besar-besaran dari negara-negra Islam ke Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainya. Pada tahun1968 pemerintah Mesir mengumumkan imigrasi secara legal, sehingga ratusan ribu orang muslim profesional dari tingkat menengah dan atas datang ke Amerika Serikat. Selain imigran dari negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim, terdapat juga imigran dari negara-negara yang umat Islamnya minoritas seperti Cina, Kamboja, Sri Langka, dan negara lain di Asia dan Afrika. Disamping itu terdapat pula pemeluk-pemeluk Islam dari kalangan orang-orang Amerika sendiri yaitu orang-orang hitam yang pada awalnya di datangkan ke negri itu secara paksa sebagai budak.

2.      Perkembangan Islam di Amerika

Orang-orang muslim kulit hitam di Amerika Serikat yang tergabung dalam himpunan dakwah muslim Amerika menyatakan bahwa pada masa lalu muncul seorang tokoh di kalangan mereka bernama Fard Muhammad. Ia tampan seperti orang kulit putih dan mengaggap dirinya sebagai juru selamat. Ia boleh dikatakan sebagai nabi palsu.

Fard Muhammad ini mencari orang yang mempunyai kekuatan, keberanian dan ketetapan hati untuk menggantikan kedudukanya. Fard Muhammad ternyata dapat menemukan orang yang dikehendaki yaitu Elijah Pook. Tak lama kemudian Elijah Pook mengganti namanya dengan Elijah Muhammad, dan menerima Fard Muhammad sebagai gurunya. Elijah Muhammad taat dan setia kepada gurunya itu (Fard Muhammad) selama 40 tahun. Elijah Muhammad orang yang sangat cerdas, kuat pendirianya dan juga mengenal psikologi massa. Fard Muhammad bergabung dengan orang-orang muslim Amerika berkulit hitam dan tujuan utamanya memusuhi Amerika. Namun kepada rakyat yang berkulit hitam ia menujukkan kesetiaannya yang ikhlas kepada Amerika. Setelah rencana ini diketahui olh pihak Amerika, ia pun segera meninggalkan Amerika.

Pada tanggal 25 Februari 1975 Elijah Muhammad meniggal dunia. Ia telah meniggalkan jasa yang besar dikalangan orang-orang muslim Negro. Banyak sekolah-sekolah dan masjid-masjid yang telah dibangun. Di bidang organisasi ia telah meniggalkan suatu jamaah yang besar dan teratur. Dibidang ekonomi ia meniggalkan warisan senilai lebih kurang 80 juta dollar yang ditanam diberbagai perusahaan. Elijah Muhammad telah berhasil mengangkat martabat orang-orang Islam Negro dari segi sosial, ekonomi dan pendidikan. Tetapi memang ada komentar, bahwa Elijah Muhammad telah membuat kekeliruan dalam menafsirkan Islam.

Sebagai pengganti Elijah Muhammad ialah Warits Deen Muhammad dan ia ditetapkan sebagai imam. Untuk selajutnya ia disebut dengan imam Warits Deen Muhammad. Ia mengadakan pembaharuan dalam bidang agama untuk meluruskan ajaran-ajaranyang kurang tepat yang diperbuat oleh para pendahulunya, yang ditegakkan berdasarkan Al Quran dan Hadits. Yang paling utama mendapatkan perhatiannya ialah pembenahan dalam bidang aqidah. Ia menegaskan bahwa Fard Muhammad bukan Tuhan dan Elijah Muhammad bukan utusan Tuhan. Ia menyatakan bahwa Elijah Muhammad tidak benar, karena ia telah mengaku sebagai utusan Tuhan dan Tuhan menurut Elijah adalah Fard Muhammad. Untuk itu ia berusaha untuk memantapkan dua kalimah syahadat kepada para pengikutnya. Pada tahun 1976 Imam Warits Deen Muhammad menukar nama Nation of Islam menjadi World Community of Islam in West. Ia juga tidak setuju dengan istilah Black Muslim dan mempopulerkan istilah Bilalian People atau Bilalian Amerika. Sebutan ini diambil dari nama salah seorang sahabat nabi yang menjadi Muazin pada masa Rasulullah SAW.

Tata tertib di dalam masjid juga dibenahi, yaitu kalau dahulunya di dalam masjid terdapat kursi-kursi akibat pengaruh gereja, sejak Warits menjadi Imam kursi-kursi itu tidak ada lagi. Demikian juga kalau dulu diantara umat Islam Amerika ada yang berpuasa pada bulan Desember, puasa secara seragam dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Di dalam organisasi juga terdapat perbaikan-perbaikan. Jika sebelum imam Warits dikenal adanya kepemimpinan tunggal, sejak tahun 1976 Imam Warits mengangkat majelis imam sebanyak enam orang. Tiap-tiap imam mengkoordinasikan kegiatan masyarakat Islam di wilayah masing-masing. Kegiatan-kegiatan yang dikoordinasikan antara lain masalah Zakat, pendidikan, hubungan baik dengan dengan organisasi Islam yang lain, urusan dakwah termasuk dakwah di penjara dan urusan perdagangan. Dalam hal ini imam Warits menjadi pemimpin dari majelis Imam tersebut.

Pada tanggal 30 April 1980 Imam Warits mengumumkan penggantian nama organisasi World Community of Islam in the West menjadi American Muslim Mission (AAM). Perubahan ini untuk menegaskan bahwa tugas pokok organisasi itu adalah dakwah (mission) dengan AMM, mereka juga menegaskan sifat nasional sebagai warga negara Amerika. Imam Warits juga menegaskan bahwa mereka adalah anggota masyarakat Islam dari seluruh dunia.

Jumlah masjid di Amerika serikat sebanyak 266 buah; 156 buah didirikan oleh masyrakat Bilali dan 110 buah lainya oleh masyarakat muslim lainya, dibeberapa negara bagian. Masjid di Wasington adalah masjid yang paling bagus didirikan pada tahun1952. Masjid yang paling bagus di Amerika Serikat adalah Islamic Center Detroit yang dibangun antara tahun 1962 dan 1968 oleh para jamaah dan oleh bantuan pemerintah Mesir, Arab Saudi, Iran dan Lebanon. Perpustakaan-perpustakaan masjid berisi buku-buku dalam bahasa Inggris dan Arab. Masjid-masjid itu pada umumnya dipergunakan untuk salat Jumat, salat lima waktu, untuk merayakan hari-hari besar Islam (seperti Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, perang badar, tahun baru hijriah) upacara perkawinan dan belajar agama. Pendidikan Islam biasanya diselenggaraka pada hari Minggu, tetapi kadang-kadang pada hari sabtu. Kantor pusat AMM bertempat didekat Universitas Chicago; dan disinilah imam Warits Deen Muhammad memusatkan kegiatanya.

Peranan mahasiswa muslim yang datang dari berbagai negara sangat penting dalam kaitanya dengan penyiaran Islam di negeri itu. Pada tahun 1986 tercatat lebih dari 750.000 mahasiswa asing muslim yang sedang menuntut ilmu di Amerika Serikat. Mahasiswa yang berdatangan dari berbagai negara menjalin ikatan solidaritas Islam antara sesama mereka. Ada beberapa mahasiswa yang ketika di negaranya acuh terhadap pengamalan ajaran agama Islam, setelah sampai di Amerika menjadi muslim yang taat. Masyarakat Amerika yang tidak peduli terhadap agama tidak menjadi halangan bagi mahasiswa muslim untuk mengamalkan ajaran agama, bahkan merupakan suatu tantangan.




  Sumber: Departemen Agama RI. 1994. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas II

Friday, December 14, 2018

Islam di negara-negara ASEAN

Islam di negara-negara ASEAN

1. Perkembangan Islam di Singapura

Singapura ialah suatu negara berbentuk republik sejak 9 Agustus 1965. Sebelum menjadi republik, singapura merupakan bagian dari kerajaan Malaya. Singapura merupakan pulau yang terdiri dari 54 pulau yang dipisahkan oleh Selat Johor dari Malaysia. Ibukota Singapura adalah Singapura. Penduduknya terdiri dari bangsa Cina (80%) dan yang lain bangsa Melayu, Yahudi, Pakistan, Arab, Bengali dan peranakan Eropa. Agama yang dipeluk penduduk Singapura ialah agama Budha, Tao, Islam, Hindu dan Kristen. Jumlah penduduk yang beragama Islam di Singapura menempati rangking ketiga sekitar 20% dari keseluruhan penduduknya.

Di Singapura terdapat suatu Mahkamah Islam yang disebut dengan Mahkamah Syariah Singapura. Mahkamah Syariah ini bertugas untuk mengurusi dan memutuskan segala sesuatau yang berkaitan dengan kegiatan Islam, antara lain tentang Zakat, Wakaf, nikah, perceraian, harta warisan dan lain-lain.

Selain Mahkamah Islam juga terdapat beberapa oraganisasi Islam antara lain seperti PERDAUS (Persatuan Pelajar-Pelajar Agama Dewasa). Organisasi ini menyelenggarakan luar sekolah seperti kursus-kursus keterampilan atau semacam kursus-kursus dakwah. Organisasi ini pernah menyelenggarakan kursus bagi umat Islam yang akan menjalani perkawinan. Kursus ini diselenggarakan karena menurut catatan dari Mahkamah Islam Singapura, tingkat perceraian di kalangan umat Islam menujukkan angka yang tinggi. Kursus ini mula-mula didikuti beberapa orang saja, tetapi lama-lama pesertanya makin bertambah. Usaha ini dianggap cukup berhasil karena sejak diselenggarakan kursus ini dari tahun ke tahun angka perceraian menujukkan penurunan.

Organisasi Islam yang lain dapat dikemukakan misalnya MENDAKI. Organisasi didirikan pada tahun 1981 oleh sembilan orang anggota Parlemen muslim Melayu di negeri itu. Tujuan utamanya ialah meningkatkan status sosial ekonomi masyarakat muslim Singapura yang lemah dan kurang terdidik. Organisasi ini mendapatkan bantuan dari pemerintah. Pada awal tahun 1984 MENDAKI membuka sekolah dengan Kurikulum yang mengacu kepada pendidikan umum yang kurang mengutamakan pendidikan agama. Hal ini agaknya mendapat tantangan dari beberapa kalangan yang menginginkan agar kurikulum yamg ditetapkan dalam sekolah itu tetap mengutamakan pendidikan agama. Ketika itu MENDAKI sudah mempunyai 3000 pelajar.

2. Perkembangan Islam di Thailand

Thailand merupakan negara yang berbentuk kerajaan konstitusional dengan ibukotanya Bangkok. Agama penduduk negeri ini ialah Budhisme, Islam dan Kristen. Penduduk yang beragama Islam diperkirakan lebih kurang 10 %. Thailand terdiri dari 73 propinsi dan umat Islam mendiami wilayah bagian selatan yaitu Pattani, Yala, Marathiwat dan satu. Pada empat daerah ini, umat Islam berjumlah sekitar 80 % . daerah-daerah ini merupakan daerah yang subur dan banyak menghasilkan tambang.

Masyarakat Islam di Pattani pada umumnya adalah keturunan bangsa Melayu, yang taat beragama. Sayangnya pemerintah Thailand yang Budhisme sejak dahulu sampai sekarang kurang meperhatikan nasib umat Islam ini. Mereka dituduh sebagai separatis muslim sehingga pemerintah Thailand selalu memburuh mereka. Separatisme ialah gerakan yang memisahkan diri dari golongan besar, untuk membentuk golongan yang berdiri sendiri. Umat Islam Thailand dibawah pemerintahan Budhisme benar-benar mengalami nasib yang meprihatinkan. Dari segi pendidikan mereka sangat terbelakang, karena mereka hanya diberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan sampai ke tingkat SLTA saja. Selebihnya jika mereka ingin meneruskan pelajaran agama, harus berusaha sendiri keluar negri, misalnya ke negara-negara Timur Tengah. Hampir selama dua abad nasib masyarakat muslim Pattani benar-benar terlantar, oleh sebab itu mereka ingin menentukan nasib mereka sendiri. Masyarakat muslim Pattani ingin memisahkan diri dari pemerintah Thailand, tetapi pemerintah Thailand selalu menghalanginya karena daerah – daerah muslim adalah merupakan daerah yang strategis dan tanahnya subur. Masyarakat muslim Pattani yang mengolah tanah dan menghasilkan bahan makanan justru tidak dapat menikmati hasil karyanya, karena yang menikmatinya adalah orang lain.

Pendidikan agama pada umumnya diselenggarakan di pondok-pondok. Orang-orang muslim Pattani yang belajar agama di Timur Tengah setelah kembali ke daerahnya, mereka mendirikan pondok-pondok. Keadaan pondok-pondok yang ada di daerah Pattani bermacam-macam. Ada yang kelihatan masih kuno,baik sistem pendidikan maupun keadaan pondoknya, dan ada yang sudah modrn yaitu dengan sistem pendidikan berjenjang seperti ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah. Dalam hal ini yang berkaitan dengan kegiatan umat Islam, mereka mempunyai 26 majlis ulama Islam. Majlis ini bertugas untuk mengurus segala sesuatu tentang umat Islam Pattani ialah soal kelangsungan hidup bangsa Melayu. Kelihatanya bahasa Melayu makin hari makin terdesak dengan bahasa resmi pemerintah yaitu bahasa Thai. Namun demikian akhir-akhir ini ada perguruan tinggi yang membuka jurusan pengkajian bahasa Melayu dan pengkajian Islam.

3. Perkembangan Islam di Filipina

Filipina ialah negara di Asia Tenggara berbentuk republik dengan ibukota Manila. Wilayahnya terdiri dari kepulauan yang meliputi lebih dari 7000 pulau di lautan Teduh. Penduduknya beragama Kristen (Katolik Roma) dan Islam. Bahasa resmi negara ini ialah Filipina (Tagalok) dan Inggris. Diantara kepulauan di Filipina, pulau-pulau yang terbesar ialah Luzon dan Mindanao.

Islam masuk di Filipina sejak tahun 1360 melalui Malaysia dan Indonesia. Sejak itu Islam mulai menyebar tidak hanya di Filipina Selatan tetapi juga di bagian tengah dan utara Filipina. Pada permulaan abad ke 15 telah terdapat beberapa kesultanan seperti Mindanau, Bastilan Sulu dan Pahlawan. Kesultanan-kesultanan tersebut merupakan suatu kesatuan seperti sekarang sebagai negara Filipina. Pada tahun 1565 Spanyol sampai di Filipina sebagai penjajah. Orang-orang Spanyol menyebut orang-orang Islam di Filipina dengan sebutan Moro. Sebutan ini berasal dari istilah Moor yaitu sebutan orang-orang Islam di Spanyol oleh orang-orang Katolik. Sampai sekarang orang-orang Islam di Filipina tetap disebut Moro. Kedatangan orang-orang Spanyol ke Filipina selain ingin menguasai Filipina masuk Katolik. Terjadilah pertempuran yang hebat antara Spanyol dan Moro, dan Luzon dapat direbut oleh Spanyol. Dari Luzon Spanyol ingin menghabiskan Islam disebelah Selatan tetapi ternyata muslim disebelah Selatan cukup kuat. Sampai akhir kekuasaan Spanyol di Filipina pada tahun 1898, Spanyol tidak berhasil menguasai Mindanao.

Pada tahun 1891 Filipina dikuasai oleh Amerika Serikat. Kedatangan orang-orang Amerika di Filipina ini sangat merugikan Islam. Amerika pernah memaksa orang-orang Islam di Filipina Selatan supaya membuka tanah mereka untuk kepentingan orang-orang Katolik. Hal ini ditentang oleh orang-orang Islam dan mereka berjuang mempertahankan tanah mereka.

Setelah Filipina merdeka, pemerintah Filipina meneruskan perjuangan Spanyol yaitu ingin menghapuskan Islam dari bumi Filipina sehingga Filipina menjadi 100% Katolik. Orang Islam dianggap sebagai warga negara kelas dua dan orang Islam mendapat perlakuan deskriminasi dalam segala bidang. Dalam bidang pendidikan daerah-daerah Islam sengaja dibuat terbelakang supaya mereka tetap bodoh. Kalaulah pemerintah Filipina mendirikan sekolah-sekolah atau perguruan tinggi Filipina selatan itupun diproritaskan untuk orang-orang Katolik. Anak-anak orang Islam yang ingin masuk ke sekolah atau perguruan tinggi sengaja dipersulit dengan bermacam-macam alasan. Di Filipina dikenal adanya pasukan Ilaga yang dibentuk oleh orang-orang Katolik. Pasukan ini secara terus-menerus menteror umat Islam, membunuhnya, merusak masjid rumah-rumah dan harta benda umat Islam. Aparat keamanan pemerintah Filipina kelihatanya tidak berusaha untuk mencegah perbuatan-perbuatan keji ini. Wilayah yang ditempati muslim ini merupakan daerah subur, sehingga walaupun masyrakat muslim ingin melepaskan diri dari pemerintah Filipina, pemerintah tetap tidak akan melepasnya.

Dalam hal yang berkaitan dengan kepentingan umat Islam di Filipina terdapat mentri urusan agama Islam. Selain itu di Filipina juga terdapat beberapa organisasi Islam antara lain Jamiatut Dakwah Al Islamiyah organisasi ini pernah menyelenggarakan komprensi dakwah Internasional pada tahun 1984 yang dihadiri oleh 1500 delegasi dari mancanegara.

4. Perkembangan Islam di Malaysia

Malaysia ialah suatu negara di Asia Tenggara  terletak di semenajung Malaka dan Kalimantan utara yaitu sabah dan Serawak yang sering disebut Malaysia timur. Malaysia mempunyai 11 negara bagian dengan ibukota Kuala Lumpur. Bahasa resmi Malaysia (Melayu) penduduknya sebagian besar suku Melayu (53%), Cina (35%), India dan Pakistan (10%). Agama mereka Islam, Budhisme, Konghucu, dan Animisme.

Kedudukan agama Islam di Malaysia sebagaimana tercamtum dalam konstitusi Malaysia ialah bahwa agama Islam adalah agama negara atau agama resmi di Malaysia. Namun, demikian konstitusi menjamin agama-agama lain dapat diamalkan dengan aman dan damai diseluruh Malaysia. Tiap-tiap warga negara berhak memeluk dan mengamalkan agamanya masing-masing. Menurut Konstitusi Malaysia, pemerintah melindungi orang-orang Islam pada propaganda agama-agama atau kepercayaan di luar Islam. Anak-anak orang Islam yang bersekolah di sekolah mana pun di seluruh Malaysia tidak boleh diajar agama selain agama Islam. Kalau jumlah anak-anak yang beragama Islam di suatu sekolah lebih dari 15 orang, maka kepada mereka harus diajarkan agama Islam dan disediakan guru untuk mengajarkan agama Islam.

Menurut konstitusi Malaysia juga disebutkan bahwa yang dimaksud dengan orang Melayu ialah orang yang beragama Islam, berbahasa Melayu dan beradat istiadat Melayu. Dalam kenyataan semua orang Melayu beragama Islam. Oleh sebab itu jika ada orang Melayu yang kawin dengan orang yang tidak beragama Islam maka orang itu harus memeluk agama Islam terlebih dahulu. Orang-orang Melayu di Malaysia mempunyai posisi istimewa, antara lain seperti pelayanan umum, beasiswa, dalam pendidikan dan latihan-latihan dan dalam perizinan di bidang perdagangan dan perizinan yang lain.

Dalam melaksanakan dakwah Islam di Malaysia, pemerintah Malaysia pernah minta bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk mengirimkan para mubaligh Indonesia memberikan dakwah Islam di Malaysia. Sebagaimana di Indonesia, di Malaysia juga pada setiap departemen atau kantor-kantor pemerintah diadakan Shalat Jum’at dan shalat-shalat lima waktu. Para pejabat tinggi bersama-sama dengan karyawanya menyelenggarakan salat di Musholla kantor yang sudah disediakan. Di dalam usaha penerapan ajaran Islam, di Malaysia sudah didirikan Bank Islam yang diresmikan sendiri oleh perdana Mentri Dr Mahathir Muhammad. Mengngat bahwa penduduk Malaysia selain terdiri dari bahasa Melayu, juga Cina dan India, maka pemerintah Malaysia dalam mencetuskan bank Islam ini sangat hati-hati. Hal ini membuktikan bahwa bank secara Islami pun dapat memerankan peranan dalam dunia perekonomian yang juga dapat menyangga perekonomian negara. Bank Islam ini juga dimaksudkan untuk membela kepantingan umat Islam yang merupakan golongan mayoritasa di Malaysia.

5. Perkembangan Islam di Brunei Darussalam

Negara Brunei terletak di Barat daya Kalimantan, mempunyai wilayah seluas 5.765 Km dengan jumlah penduduk lebih kurang 20.000 orang (sensus tahun 1984). Ibukota negara ini Bandar Sri Bengawan. Penduduknya terdiri dari 60 % orang Melayu dan 23% Cina, agama resminya ialah Islam dan bahasa resminya Melayu. Dahulu kesultanan Brunei memperluas daerah kekuasaanya sampai seluruh Kalimantan dan kepulauan yang sekarang termasuk Fiipina. Pada tahun 1888 Brunei menjadi wilayah Proteksi Inggris, pada tahun 1971 ditetapkan suatu Undang-undang bahwa Brunei mendapatkan pemerintahan sendiri, tetapi dalam beberapa hal masih mempertanggungjawabkan kepada Inggris. Baru pada tanggal 31 Desember 1983 negara Brunai yang kecil itu mendapatkan kemerdekaan penuh dari Inggris. Brunei walaupun negara kecil tetapi termasuk negara paling kaya di dunia. Produksi minyaknya dapat mencapai lebih dari 60 Barrel dan gas alamnya 5 juta ton setahun. Dengan demikian negara ini mengalami pendapatan surplus setiap tahun. Kekayaan minyak yang melimpah ini digunakan untuk membiayai negeri ini.

Untuk melaksanakan kegiatan keagamaan di Brunei ada mentri yang mengurus tentang hal ini sebagaimana yang terdapat di Indonesia yaitu mentri agama. Dalam melaksanakan dakwah Islamiyah, Brunei sering mendatangkan mubaligh-mubalingh dari Indonesia. Selain mubaligh-mubaligh, Brunei juga mendatangkan banyak tenaga pengajar dari Indonesia dalam berbagai disiplin ilmu, terutama ilmu agama dan bahasa Arab. Ada juga mahasiswa dari Brunei yang diberi tugas belajar untuk menuntut ilmu di Indonesia, antara lain seperti di IAIN Jakarta.

Kerjasama dibidang pendidikan agama antara Indonesia dan Brunei pernah juga terjadi yaitu kerjasama antara PTIQ dan IQRA. PTIQ ialah suatu pendidikan tinggi yang mendalami ilmu-ilmu Al Quran terdapat di Jakarta, sedangkan IQRA ialah suatu organisasi yang bergerak dibidang ilmu Al Quran. Kerjasama ini ditandai dengan kunjungan beberapa tokoh muslim Brunai ke PTIQ dan kunjungan beberapa orang PTIQ dan IQRA disertai dengan para Qari terkenal. Dalam naskah kerjasama lain disepakati PTIQ bersedia untuk menyediakan tenaga pengajar ilmu Al Quran,tafsir dan para Mubaligh, sementara dari yayasan IQRA akan mengirimkan beberapa mahasiswa Brunai untuk belajar di PTIQ.



Sumber: Departemen Agama RI. 1994. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas II

Tuesday, December 4, 2018

Islam di Tiongkok



Islam di RRC
Menurut hasil penelitian, bahwa sebelum abad ke 5 Masehi sudah ada jalinan hubungan perdagangan antara orang-orang Arab dengan Tiongkok. Bahkan sebagian orang-orang Arab pada waktu itu sudah ada yang menetap di Tiongkok. Ketika itu Tiongkok dipandang sebagai salah satu negri yang maju di dunia dan barang-barang hasil produksinya telah diperdagangkan oleh orang-orang asing, seperti orang Arab, Persia, dan Yahudi.

1.      Masuknya Islam di RRC

Tentang permulaan masuknya Islam di RRC terdapat beberapa penaggalan yang berbeda, tetapi menurut catatan resmi dari Dinasti Tang (618-905) dan catata-catatan lain mengatakan bahwa permulaan masuk Islam di Tiongkok terjadi pada tahun kedua dari pemeritahan Kaisar Yong Hui, yaitu sekitar tahun 30 H atau 651 M. Dinyatakan didalam catatan resmi itu bahwa pada tahun itulah kedatangan delegasi yang pertama kali yang dikirimkan oleh Khalifah Usman bin Affan ke Tiongkok.

Dinasti Tang di Tiongkok dibangun oleh Li Yuan dengan gelar Kaisar Tai Tsu (618-626 M), kemudian digantikan oleh putranya Li Shi Min dengan gelar Kaisar Tai Tsung (627-649 M). Masa pemerintahan kaisar Tai Tsung ini perkembangan kebudayaan dan kesusatraan di Tiongkok mengalami kemajuan. Pada masa kaisar ini bertepatan dengan masa kehidupan Rasulullah SAW.

Ketika Nabi Muhammad SAW masih berada di Makkah dan mengadakan dakwah mendapat tekanan yang dahsyat dari kaum kafir Quraisy, maka beliaupun mengizinkan kepada beberapa orang sahabat untuk hijrah ke Etthiopia. Maka berangkatlah orang-orang sudah masuk Islam sejumlah 101 orang terdiri dari orang laki-laki dan perempuan yang di pimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib. Di dalam rombongan itu terdapat Sa’ad bin Lubaid yang mempunyai darah petualang. Sa’ad tidak cocok dengan kehidupan di Ethiopia itu, kemudian berlayar dengan menumpang sebuah kapal dari teluk Aden dengan harapan akan memperoleh kehidupan yang lebih serasi di tempat perantauan. Armada dagang orang-orang Arab dari teluk Persi maupun dari teluk Aden biasanya berlayar pada bulan Mei dan Juni ke arah timur dan pulang kembali pada bulan Oktober dan bulan November karena mengikuti arah musim angin. Mereka telah mengenal cara mempergunakan kompas yang ditemukan untuk pertama kalinya di negeri Cina. Kapal yang membawa Sa’ad bin Lubaid setelah beberapa bulan tiba di bandar Kanton sebuah bandar dagang yang paling modrn saat itu. Disitu ia menjumpai orang-orang senegrinya, yang kebanyakan berasal dari Hadramaut dan Teluk Persi, dan belum masuk Islam. Sa’ad mulai meyebarkan agama Islam, dari tahun 9 H sampai dengan 14 H. Nama lengkap Sa’ad ialah Sa’ad bin Lubaid Al Habsy, mempunyai seorang teman bernama Yusuf. Tidak diketahui pasti, apakah Yusuf itu temanya ketika bersama-sama berlayar dari Ethiopia atau orang Arab yang sudah ada terlebih dahulu di Kanton karena berdagang.

Kedua orang itu giat sekali dalam penyiaran agama Islam. Sa’ad berdakwah di daerah Chuan Chow dan Chang Chow, sedangkan Yusuf di daerah Kanton. Hal ini dapat dibuktikan dengan kehadiran masjid dengan menara cemerlang dan masjid dengan tanduk satu. Dua buah masjid ini merupakan masjid tertua di Cina. Masjid dengan cemerlang yang terdapat di Kanton itu kecuali dipergunakan untuk kepentingan Adzan juga dijadikan semacam mercusuar oleh kapal-kapal yang berlayar memasuki bandar kanton itu.

Orang-orang Arab yang berada di negeri Cina mudah menerima ajaran Islam yang disampaikan oleh Sa’ad dan Yusuf, karena pada saat sebelum wafat Nabi Muhammad SAW seluruh orang Arab di semenajung Arabia sudah masuk Islam. Berita ini terdengar sampai ditelinga mereka. Selain itu ajaran Islam memang dirasa cocok dan menggairahkan bagi siapapun. Faktor lain juga Sa’ad dan Yusuf meperhatikan sebagai pribadi muslim yang patut diteladani dikalangan mereka. Orang-orang Arab yang tinggal dinegeri Cina ini sebenarnya sudah cukup lama dan mereka telah sempat melangsungkan perkawinan campur (assimilasi) secara meluas. Dengan demikian, agama Islam yang tersebar di daerah Cina ini tidak hanya terjadi pada orang-orang Arab saja tetapi juga berkembang dalam lingkungan orang-orang Cina sendiri.

Dari data sejarah ini dapat diketahui bahwa agama Islam berkembang di negara Cina lebih dahulu dibanding dengan di negara lain yang berada diluar Arabia. Agama Islam berkembang di negeri Cina bukan melalui peperangan dan pertumpahan darah tetapi melalui jalur perdagangan yang dilakukan oleh para pedagang Arab. Mereka selain berdagang juga mengadakan hubungan yang akrab dengan penduduk setempat sambil berdakwah kepada mereka.

2.      Perkembangan Islam di RRC

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab (634-644 M) pasukan Islam, dibawah pimpinan panglima yang terkenal yaitu Sa’ad bin Abi Waqash, telah dapat menghancurkan pasukan-pasukan Persia. Pasukan Islam dapat menguasai wilayah Khurasan hingga sampai ke wilayah suku Turki yang terletak diantara sungai Amu Darya dengan Sir Darya yang mengakui kekuasaan Cina. Dengan demikian semenjak itu antara Arab dengan Cina menjadi saling berbatasan dan bertetangga yang tadinya di pisahkan oleh Imperium Parsi. Kaisar Persi dengan bantuan Kaisar Yong Hui berusaha merebut kembali daerah-daerah yang telah dikuasai oleh pasukan Islam. Namun usaha itu gagal karena pasukan Kisrah dapat dihancurkan oleh Panglima Ahnaf bin Kais at Tamimi dan Kisra Persi sendiri mati terbunuh.terhadap Cina yang telah membantu Persi Khalifah Utsman bin Affan mengirimkan nota keras yang dibawah oleh suatu delegasi oleh mantan Panglima Sa’ad bin Abi Waqash. Akhirnya sejak itu terjalin hubungan yang baik antara Cina dengan pemerintah Islam. Pada masa Daulat Umayyah (661-705 M) di buka hubungan diplomatik secara resmi antara pemerintah Islam dengan Dinasty Tong (618-905 M). Pada masa daulat Abbasiyah pernah terjadi konflik sengait antara Khalifah Abul Abbas As Safah dengan Cina, tetapi akhirnya kedua pemerintahan itu saling menghormati perjanjian perbatasan yang telah mereka sepakati. Pada masa Khalifah Al Mansur (754-775 M) di dalam negeri Cina terjadi gerakan pemberontakan dari salah seorang gubernur yang tidak puas dengan kebijaksanaan perdana mentri Yang Kuo Chung pada masa kaisar Hsuan Chung. Pihak pemerintah Cina minta bantuan kepada Khalifah Al Manshur untuk mengatasi pemberontakan itu dengan pemberontakan berhasil di tumpas.

Waktu berjalan terus dan gelombang pasang surut pun dialami juga oleh Islam di negeri Cina. Semenjak tahun 1908 M dan seterusnya pihak Muslim di Cina menjadi lebih modern da bijaksana dalam mengembangkan ajaran Islam. Pengajian-pengajian yang tadinya diselenggarakan secara tradisional dalam bentuk kelompok-kelompok (halaqah) diubah menjadi perguruan tinggi yang modern. Al Imam Wan Kuon telah membangun perguruan Tinggi yang modern di Peking yang menggairahkan para pelajar dan mahasiswa untuk mendalami kebudayaan Tiongkok disamping mendalami Al-Quran. Semenjak pemerintahan republik terbentuk, pihak muslim di Cina memasuki era baru memperoleh kedudukan yang baik dan bersikap progresif. Pemerintah republik dan juga pihak-pihak non muslim mulai memperlihatkan penghargaanya terhadap peranan muslim di dalam membangun republik. Pihak muslim sudah diakui sebagai salah satu diantara lima suku bangsa di Cina. Bendera republik yang terdiri atas lima garis horizontal itu mewakili lima suku bangsa yaitu Merah untuk Han, kuning untuk turunan manchu, biru untuk Mongol, putih untuk turunan Muslim dan hitam untuk turunan Tibet. 

Dewasa ini pemerintah komunis Cina menamakan seluruh muslim di Cina dengan sebutan suku bangsa Hui. Konstitusi nasional dengan jelas menjamin kebebasan Agama. Islam diakui secara resmi sehingga memberikan hak kepada wakil-wakil muslim untuk duduk di dalam majlis nasional yang dipilih oleh muslim yang berada diseluruh wilayah Cina.

Sejumlah besar perguruan Islam didirikan di daerah-daerah yang berpenduduk Islam, semenjak pembentukan republik. Demikian juga sekolah lanjutan seperti Nort west College di Peking Ming Teh Secondary School di Yunan, Mu Sing Secondary School di Hancow, Kun Lung Middle School di Chiang Hai dan Cheng Ta Islamic Normal School di Tsianan, dan Peking. Buku-buku tentang Islam dan buku-buku lainya yang mempunyai kaitan dengan Islam berangsur-angsur di revisi dengan melakukan peninjauan kembali. Sistem pengajaran-pengajaran yang bersifat modrn diperkenalkan diseluruh perguruan itu. Semua lembaga pendidikan Islam berstatus swasta, dibiayayai sendiri oleh sumber-sumber yang didapat dari pihak muslim tanpa bantuan pemerintah. Dalam waktu 32 tahun menjelang tahun 1944 media massa dipergunakan sebaik-baiknya oleh pihak muslim. Pada waktu itu banyak sekali buku-buku tentang Islam diterbitkan diantaranya tafsir Al Quran dan kamus Arab Tiongkok diterbitkan tahun 1950. Selain buku-buku yang diterbitkan di dalam negri, juga banyak buku-buku impor yang dipasarkan di Cina. Menurut catatan Cina year book of 1930 jumlah muslim di Cina sebesar 48 juta. Diperkirakan sekarang mencapai 110 juta jiwa.

 Sumber: Departemen Agama RI. 1994. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas II


    


Islam di Benua Afrika

Islam di Afrika Sejak pada masa Rasulullah SAW, sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di benua Af...