Saturday, December 29, 2018

Islam di Eropa



Islam di Eropa

Islam di Eropa di mulai ketika terjadi penaklukan pasukan Islam di Spanyol pada masa Khalifah Al Walid dari dinasti Bani Umayyah yang memerintah pada tahun 705-715 M. Sebelum umat Islam menguasai Spanyol mereka telah menguasai Afrika Utara dan menjadiakannya sebagai salah satu propinsi dari Dinasti Bani Umayyah.

1.    Masuknya Islam di Eropa

Ketika Khalifah Al Walid yang berkedudukan di Damskus mengirimkan pasukan untuk mengadakan perluasan daerah, maka Musa bin Nusyair (gubernur Afrika Utara) mengutus Thariq bin Ziad untuk memimpin penjajagan ke Spanyol. Dalam penjajagan itu pasukan Thariq tidak mendapatkan perlawanan yang berarti. Ia mraih kemenangan dan kembali ke Afrika Utara dengan membawa harta rampasan yang banyak. Peristiwa itu terjadi pada tahun 709. Untuk selanjutnya Musa bin Nusyair menugaskan Thariq bin Ziad untuk memimpin pasukan yang sebagian besar terdiri dari orang Barbar dan sebagian kecil terdiri dari orang-orang Arab. Pada tahun 710 Thariq bin Ziad berlayar mengarungi Laut Tengah menuju daratan Spanyoldan berhasil mendarat di sebuah bukit yang kemudian diberi nama dengan Gibraltar (jabal Thariq).

Ketika Roderick (raja Spanyol) mengetahui bahwa Thariq dan pasukanya telah memasuki Spanyol maka ia pun mengumpulkan bala tentaranya, dan terjadilah pertempuran yang hebat selama 8 hari. Peperangan di menangkan oleh pasukan Islam dan Roderick lari ke arah barat laut beserta pengikutnya. Untuk selanjutnya Thariq menaklukan Toledo, kemudian Archidona dan Granada kesuksesan Thariq ini membuat Musa bin Nusyair ikut serta menaklukan daerah-daerah yang belum di taklukan oleh Thariq. Di Toledo Musa bin Nusyair bertemu bertemu dengan Thariq besarta pasukanya dan penaklukan diteruskan ke daerah utara. Pasukan Islam mendapatkan kemenagan ini antara lain disebabkan semangat bertempur yang tinggi dan mendapatkan bantuan dari orang-orang Spanyol yang tertindas oleh Roderick dan juga banyak pasukan Roderick yang akhirnya bergabung dengan pasukan Islam.

Setelah Spanyol dapat ditaklukan, umat Islam berupaya mengembangkan pemerintahan Islam di daerah itu. Pada mulanya pemerintahan Islam di Spanyol ini merupakan salah satu propinsi dari dinasti Bani Umayyah, tetapi setelah dinasti Bani Umayyah diganti dengan dinasti Abbasiyah, maka pemerintahan Islam di Spanyol ini merupakan pemerintahan yang berdiri sendiri. Musa bin Nusyair mulai menyusun pemerintahan baru dengan menetapkan Sevilla sebagai ibukota. Namun tidak lama kemudian Musa bin Nusyair dipanggil oleh Khalifah ke Damaskus. Sebelum Musa meniggalkan Spanyol ia telah menunjuk anaknya (Abdul Aziz) untuk menjadi wakil gubernur di Spanyol. Abdul Aziz segera mengatur pemerintahan dengan menitipberatkan pada bidang pertahanan. Pada masa Abdul Aziz tidak terjadi pemberontakan, tetapi ketika masa Abdur Rahman Al Saqafi (pengganti Abdul Azis), terjadi pemberontakan orang-orang Spanyol tetapi dapat dipadamkan. Selanjutnya pemerintahan pemerintahan Abdul Azis dan Abdur Rahman Al Saqafi memusatkan kegiatanya dalam memperkuat kekuatan di dalam negri dan tidak mengadakan penaklukan daerah baru.

Pengganti Abdul Azis ialah Al Samah bin Malik yang mulai mengadakan perluasan daerah. Selanjutnya Al Samah diganti Abdur Rahman Al Ghafiqi dan ia terbunuh ketika mengadakan perluasan daerah ke Prancis. Abdur Rahman Al Ghafiqi diganti Yusuf Al Fiqri yang merupakan gubernur terakhir pada masa dinasti Bani Umayyah. Ketika dinasti Bani Umayyah di Bagdad digantikan oleh dinasti Abbasiyah, salah seorang dari keturunan dinasti Bani Umayyah dapat melarikan diri ke Spanyol, yaitu Abdur Rahman bin Muawiyah bin Hisyam. Abdur Rahman inilah orang pertama yang mendirikan kekhalifahan di Spanyol, tidak lagi menjadi gubernur seperti masa-masa sebelumnya. Ia mendirikan Khalifah bani Umayyah di Spanyol, yang berdiri sendiri, tidak dibawah pemerintahan dinasti Bani Abbas di Bagdad. Karena keberhasilan Abdur Rahman dalam menaklukkan Spanyol dan mendirikan kekhalifahan dengan hasil yang gemilang, maka ia mendapatkan julukan Ad-Dakhil “si Penakluk.   

Pemerintahan Islam di Spanyol ini berlangsung selama lebih kurang delapan abad yaitu semenjak tahun 711 setelah Thariq bin Ziad menguasai Spanyol sampai dengan Spanyol dikuasai Kristen lagi pada tahun 1942. Banyak kemajuan yang dicapai oleh umat Islam pada waktu itu. Dibidang agama banyak sekali bermunculan ulama besar yang tercatat sebagai ahli Hadits, ahli fiqih ilmu kalam, dan ahli ilmu tasawwuf. Imam Al Auza’i adalah salah seorang tokoh dalam bidang fiqih, demikian juga ibnu Rusyd seorang filosouf yang sangat terkenal diseluruh dunia. Ibnu Arabi yang dikenal sebagai sufi terbesar diseluruh dunia juga berasal dari Spanyol. Dibidang filsafat selain ibnu Rusyd juga ada dua nama besar yang lain yaitu Ibnu Bajah dan Ibnu Tufail. Ahli astronomi yang terkenal dapat disebut Al Majriti dari Cordova, Al Iarqali dari Toledo dan Ibnu Aflah dari Seville. Selain itu banyak lagi ahli-ahli dibidang tumbuh-tumbuhan, kedokteran, dan kesusatraan. Dibidang arsitektur, Islam telah mewariskan bangunan-bangunan yang indah dan megah yang sampai sekarang dapat kita saksikan seperti istana Al Hamra yang terletak di Granada, masjid Cordova, istana Ja’fariah, tembok Toledo, istana Al Makmun, dan masjid Seville.

Islam di Spanyol yang pernah mencatat keberhasilan yang gemilang akhirnya jatuh pada tahun1238 Cordova jatuh ke tangan orang-orang Kristen, kemudian pada tahun1248 Seville, dan yang terakhir pada tahun 1491 Granada mengalami nasib yang sama. Pada waktu itu orang-orang Islam di Spanyol dihadapkan pada tiga pilihan, masuk Kristen, keluar dari Spanyol atau dibunuh. Pada tahun 1609 boleh dikatakan tidak ada lagi orang Islam di Spanyol. Umumnya mereka pindah ke kota di pantai Utara Afrika.

2.    Perkembangan Islam di Eropa

Cara-cara yang ditempuh oleh orang-orang Kristen di Spanyol terhadap orang-orang Islam sangat kasar, yaitu orang-orang Islam dipaksa untuk masuk Kristen, orang-orang Islam tidak boleh mengadakan perkawinan secara Islam dan juga tidak boleh mengunakan bahasa Arab. Sejak itu hubungan antara Eropa dan dunia Islam terputus sama sekali. Hubungan ini mulai lahir lagi pada abad ke 18 sampai dengan abad ke 20 ini, yaitu setelah negara-negara Islam atau negara yang berpenduduk mayoritas Islam mendapatkan kemerdekaan dari orang-orang Eropa. Banyak sekali orang-orang Islam yang datang ke Eropa baik sebagai Imigran maupun karena ingin menuntut ilmu. Mereka saling tukar menukar informasi satu sama lain dan saling mengadakan kerjasama. Dari sini kita mengenal sebuah organisasi Islam yang disebut Young Muslim Association in Europa atau disingkat dengan YMAE. Organisasi ini bergerak dibidang sosial dan dakwah. Dalam melaksanakan dakwah, mereka banyak yang berhasil karena aktifis-aktifis dakwah mereka mempunyai pikiran yang luas dan hati terbuka serta mampu bergaul dengan masyarakat.

Selain adanya organisasi yang berciri internasional itu, banyak pula pekerja-pekerja dari Turki dan Pakistan yang hidupnya selalu mengelompok. Mereka sering membeli rumah-rumah yang kemudian digunakan untuk masjid dan macam-macam kegiatan Islam. Untuk mengajar pelajaran agama Islam, kadang-kadang mereka mendatangkan ulama dari negrinya. Selain itu, hampir setiap saat, terutama pada musim panas, banyak orang-orang dari Arab Saudi, Kuait dan Irakdatang berlibur hampir semua negara di Eropa dan mereka menyewa flat bersama-sama keluarga dalam waktu beberapa bulan. Sebagai gambaran keadaan umat Islam di Eropa, berikut ini dikemukakan jumlah angka penduduk muslim dibeberapa negara di Eropa, terutama Eropa Barat.

Di Austria jumlah kaum muslimin menurut perhitungan bulan Mei 1981 sebanyak 76.940 jiwa dan 59.910 diantaranya adalah orang-orang Turki. Orang-orang Turki ini sebagian besar adalah sebagai buruh imigran. Sedangkan 1574 orang berasal dari Mesir dan 3141 orang berasal dari Iran.

Di Belgia terdapat lebih dari 186.387 orang Islam. Diantara mereka 10.796 orang berasal dari Aljazair, 105.133 orang dari Maroko, 6.871 orang dari Tunisia dan 63.587 orang berasal dari Turki.

Sementara itu Prancis terdapat lebi dari 2 juta orang Islam. Mereka yang berasal dari Aljazair sebanyak 777.037 orang, dari Maroko di perkirakan mencapai 600.000 orang dan dari Turki mencapai lebih dari 140.000 orang.

Di Jerman penduduk muslim sebanyak 1,7 juta jiwa. Mereka berasal dari Iran, Yordania, Maroko, Pakistan, Turki dan Tunisia. Jumlah diatas belum mencakup muslim yang berasal dari penduduk Jerman asli atau dari negara minoritas muslim yang lain. Muslim di Jerman sebagaimana yang telah disebutkan, berasal dari Iran sekitar 29.000 dari Maroko 35.854 dan dari Pakistan 26.000 orang. Pemerintah Jerman mempunyai catatan rapi tentang perkawinan antara agama dan antara bangsa. Sebagai contoh pada tahun 1983 sekitar 1748 orang laki-laki Turki mengawini wanita Jerman, sedangkan 388 wanita Turki menikah dengan laki-laki Jerman. Laki-laki dari Pakistan yang mengawini wanita Jerman sebanyak empat orang. Muslim Iran juga banyak yang nikah dengan wanita Jerman, demikian juga sebaliknya.

Di negeri Belanda jumlah kaum muslim sekitar 300.000 jiwa. Kebanyakan mereka terdiri dari orang-orang Maroko dan orang-orang Turki. Sebagaimana di Jerman, di Belanda pun banyak laki-laki muslim yang menikah dangan wanita asli Belanda. Pada tahun 1983 tercatat 146 laki-laki Maroko dan 56 wanitanya menikah dengan orang Belanda. Sedangkan dari Turki sebanyak 95 orang laki-laki dan 23 wanitanya mendapatkan jodoh dengan pribumi Belanda. Norwegia mempunyai penduduk muslim yang besar yaitu sebanyak 1447 orang dari Maroko, 7792 orang dari Pakistan, dan 3279 orang dari Turki. Di Norwegia dan juga negara-negara Skandinavia yang lain seperti Swedia, Belgia dan Belanda, pemerintahanya selalu memberikan bantuan keuangan untuk Pribadatan agama. Pemerintah Norwegia sejak bulan Januari 1983 membantu keuangan 8 kelompok kaum muslim di negri itu.

Sedangkan di Swedia jumlah kaum muslimin tercatat 22.000 orang. Muslim dari Turki menduduki tempat teratas dalam jumlah dibandingkan dengan yang berasal dari negara-negara lainya. Di Belgia walaupun belum diketahui jumlah umat Islam disana, yang jelas di Brussel (ibukota Belgia) terdapat masjid besar dan indah yang sering disebut Islamic Center.

Di Inggris jumlah penduduk muslim sebanyak 1,5 juta. Mereka kebanyakan berasal dari Pakistan dan Bangladesh. Bahkan ada salah seoran walikota di Inggris yang diangkat dari golongan muslim. Ketika dilangsungkan upacara pelantikannya, acaranya dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran. Di London (ibukota Inggris) juga banyak masjid-masjid baik yang besar maupun yang kecil, dan yang terbesar ialah masjid Islamic Center yang terletak ditengah kota London.

Di Denmark terdapat lebih dari 30.000 penduduk yang beragama Islam. Disini orang-orang Turki menjadi kelompok muslim terbesar jumlahnya mencapai 16.000 orang. Orang-orang Pakistan lebih dari 7000 jiwa dan sisanya dari negara-negara lain. Di Finlandia jumlah muslim sekitar 2000 orang.

Yunani mempunyai penduduk muslim sekitar 300.000 jiwa. Sementara di Italia jumlah kaum muslimin berkisar 200.000 orang. Di Portugal sekitar 30.000 orang, sementara di Spanyol tahun 1980 sekitar 8000 orang, tetapi sumber lain menyatakan lebih dari 100.000 orang. Sedangkan di Swiss jumlah muslim lebih dari 55.000 orang.

Angka-angka ini merupakan gambaran minimal yang di data pada tahun 1980 sampai dengan 1984. Padahal perhitungan ini belum mencakup pendatang muslim dari negara-negara yang mempunyai masalah di dalam negri seperti Palestina, Afganistan, Ethiopia dan sebagainya. Selain itu pendatang dari berbagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam ke Eropa setiap saat terus bertambah. Angka kelahiran dari warga muslim yang tinggal di Eropa pun lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka kelahiran dari warga pribumi. Dengan demikian jumlah umat Islam di Eropa makin hari makin bertambah besar.



Sumber: Departemen Agama RI. 1994. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas II


No comments:

Post a Comment

Islam di Benua Afrika

Islam di Afrika Sejak pada masa Rasulullah SAW, sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di benua Af...