Saturday, January 26, 2019

Islam di Benua Afrika



Islam di Afrika

Sejak pada masa Rasulullah SAW, sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di benua Afrika yaitu Gubernur Muqauqis di Mesir. Pada waktu itu Rasulullah SAW mengirimkan surat kepada gubernur Muqauqis untuk masuk Islam. Ajakan ini diterima dengan baik walaupun Gubernur itu belum sempat masuk Islam. Untuk memberikan penghormatan kepada Rasulullah SAW, Gubernur itu memberi hadiah yang istimewa kepeda beliau, yaitu seorang bernama Maria. Secara resmi Islam masuk di benua Afrika pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

1.      Masuknya Islam di Afrika

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, Mesir dalam penjajahan bangsa Romawi timur. Yang diangkat untuk menjadi gubernur Mesir pada waktu itu ialah Muqaquis dari Romawi Timur. Bangsa Mesir pada waktu mengalami penderitaan yang mendalam karena ditindas oleh bangsa Romawi. Harta kekayaan bangsa Mesir diangkut ke negri penjajah untuk memperkaya bangsa Romawi. Bangsa Romawi juga memaksakan mazhab bangsanya untuk dianut oleh bangsa Mesir. Pajak yang dibebankan kepada rakyat Mesir sangat tinggi, dan apa saja yang dimiliki oleh orang Mesir jika dikehendaki oleh orang Romawi harus diberikanya. Dengan penderitaan yang berat ini banyak orang-orang Mesir yang keluar dari negri Mesir dan mereka sangat merindukan kebebasan. Dalam situasi seperti ini Amru bin Ash selaku panglima perang mengusulkan kepada Khalifah Umar bin Khattab untuk membebaskan bangsa Mesir dari penindasan bangsa Romawi.

Usul ini pun diterima oleh Khalifah Umar, dan karena pasukan Islam pada waktu itu sedang berada di beberapa tempat seperti di Persia dan Syiria, maka pasukan Islam yang dipersiapkan untukmembebaskan bangsa Mesir hanya sebanyak 4000 orang. Jumlah ini sebenarnya terlalu kecil jika dibandingkan dengan kekuatan pasukan Romawi Timur di Mesir. Pasukan Islam ini di pimin oleh Amru bin Ash. Dengan bekal keteguhan iman, keberanian dan semangat yang tinggi Amru bersama pasukanya memasuki daerah Mesir dimulai dari darah kosong yaitu melalui padang pasir, terus memasuki kota kecil bernama Al Arisy, yang tidak memperoleh perlawanan. Dari kota ini Amru beserta pasukanya memasuki kota Al Farma yang merupakan pintu gerbang memauki Mesir. Di kota ini pasukan Islam mendapatkan perlawanan. Amru mengadakan pengepungan, dan setelah satu bulan akhirnya mereka menyerah kepada pasukan Islam. Dari Al Farma pasukan Islam melanjutkan penyerangan ke kota Bilbis. Disini pasukan Islam mendapatkan bantuan dari rakyat Mesir, sehingga dalam waktu satu bulan kota ini dapat dikuasai. Dalam peperangan di Bilbis ini pasukan Islam dapat menagkap puteri Muqauqis yang terkenal sebagai pelindung rakyat Mesir. Putri ini oleh pasukan Islam diantarkan ke rumahnya dengan segala penghormatan.

Dari kota Bilbis pasukan Islam menuju ke Tondamius yang terletak di tepi sungai Nil. Disini Amru mengalami kesulitan, karena pasukan Islam banyak yang sudah gugur, dan yang masuh hidup juga merasa sudah lelah. Amru minta bantuan tambahan pasukan kepada khalifah Umar, dan kepada pasukan yang ada Amru memberikan semangat dengan menyampaikan pidato berapi-api di depan mereka. Benteng Tondanius dapat dihancurkan dan pasukan Islam melanjutkan perjuanganya menuju Ainu Syams. Disini pasukan Islam mendapatkan bantuan pasukan dari pusat sebanyak 4000 orang. Setelah Ainu Syams dapat ditaklukkan, pasukan Islam mepersiapkan diri untuk menggempur benteng Babil. Selama 7 bulan benteng Babil dikepung oleh pasukan Islam dan akhirnya benteng terbesar di Mesir ini dapat dihancurkan. Setelah hancur benteng Babil penyerbuan pasukan Islam dilanjutkan ke Iskandariyah sebuah kota pelabuhan yang besar di Mesir. Kota ini merupakan kota terkahir yang jatuh ke tangan Islam. Setelah kota Iskandariyah dapat direbut oleh pasukan Islam, maka diadakan perjanjian antara Amru dan Muqauqis dan sejak itu pula Mesir menjadi daerah Islam sepenuhnya.

Pada masa Khalifah Usman bin Affan, pasukan Islam juga dapat merebut Tunisia dari tangan penjajah Romawi. Pasukan Islam dapat merebut Tunisia dengan mudah karena dibantu oleh rakyat Tunisia yang sudah tidak senang dengan penjajah Roma. Pada masa dinasty Bani Umayyah perluasan Islam di benua Afrika ini mengalami keberhasilan sebagaimana yang diharapkan.

2.      Perkembangan Islam di Afrika

Pembahasan tentang perkembangan Islam di Afrika berarti meliputi negara-negara yang terdapat di benua Afrika. Negara-negara itu antara lain Mesir, Lybia, Tunisia, Aljazair, Maroko, Mauritania, Mali, Nigeria, Pantai Gading, Ghana, Chad, Sudan, Ethiopia, Somalia, Kenya, Tanzania, Zaire, Angola, Zambia, Uni Afrika Selatan dan masih ada lagi yang lain. Namun dalam pembahasan ini akan dikemukakan beberapa negara saja, dengan harapan dapat memberikan gambaran secara keseluruhan. Yang penting diketahui untuk benua Afrika ini ialah bahwa mendapatkan julukan benua Islam karena 70% penduduk beragama Islam.

a.      Mesir

Mesir adalah satu-satunya negara di benua Afrika yang paling dahulu mengenal Islam. Jumlah penduduknya sebanyak 41.990.000 orang. Dari sejumlah ini terdapat lebih kurang tiga juta orang yang memeluk agama Kristen, selebihnya memeluk agama Islam. Di Mesir terdapat delapan buah universitas, termasuk Universitas Al Azhar yang sangat terkenal di seluruh dunia. Universitas ini didirikan pada tahun 972 M oleh dinasti Fatimiyah dan sampai sekarang telah banyak jasanya dalam mencetak kader-kader ulama tangguh. Dewasa ini Universitas Al Azhar bukan hanya menyelenggarakan pendidikan dibidang agama, tetapi juga dalam bidang yang lain seperti teknik, kedokteran dan lain-lain.

b.     Libia

Republik rakyat Libia mempunyai luas daerah 1.795.540 km dengan jumlah penduduk sebesar 2,9 juta jiwa. Mereka hampir seluruhnya beragama Islam, hanya sebagian kecil saja yang bukan Islam. Penduduk Libia terutama terdiri dari orang-orang Arab, hanya bagian selatan dan barat yang dihuni oleh orang-orang Bar-bar. Perekonomian rakyat yang terutama adalah dari sektor pertanian, selain industri minyak yang baru memberikan kesempatan kerja pada sebagian kecil penduduk.

c.      Chad

Republik Chad terletak di bagian Utara Afrika Tengah. Penduduknya lebih kurang berjumlah 4 juta jiwa yang 80% beragama Islam, 10 % beragama Kristen dan selebihnya penganut Animisme. Penduduk yang beragama Islam pada umumnya tinggal dibagian Utara dan dan yang beragama Kristen tinggal dibagian Selatan. Bahasa penduduk ialah bahasa Arab dan bahasa Prancis. Pada tahun1965 didirikan The Chad Liberation yang bertujuan antara lain untuk meperthankan Islam.

d.     Nigeria

Nigeria sebuah negara yang terletak di Afrika Barat dan termasuk negara terkemuka dengan produksi minyaknya yang besar. Nigeria termasuk negara kedua yang mengekspor minyaknya ke Amerika Serikat setelah Arab Saudi. Penduduknya terdiri dari bermacam-macam kelompok etnis sampai berjumlah ratusan, tetapi hanya ada tiga suku yang dianggap besar. Jumlah penduduknya sebesar 95 juta dan 75 % memeluk agama Islam, selebihnya Animisme dan Kristen.

Negara-negara lain di Afrika yang mempunyai penduduk mayoritas Islam, antara lain dapat disebutkan Aljazair, Tunisia, Sudan dan Maroko.


Sumber: Departemen Agama RI. 1994. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas II



Wednesday, January 2, 2019

ISLAM DI BENUA AUSTRALIA



ISLAM DI AUSTRALIA

            Keberadaan Islam di Australia pada umumnya tidak mengalami hambatan yang berarti karena masyrakat Australia mempunyai tingkat toleransi yang cukup tinggi. Masyarakat Australia lebih cendrung menganggap bahwa kaum muslim telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan di benua ini. Australia yang berpenduduk sekitar 15 juta jiwa lebih, yang memeluk agama Islam sekitar 250.000 orang. Ada juga yang meperkirakan penduduk Australia yang muslim berjumlah 270.000 orang. Mereka kebanyakan berasal dari berbagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Diantara mereka terdapat orang kulit putih yang telah masuk agama Islam, tetapi jumlahnya belum banyak, diperkirakan baru sekitar 300 orang.

1.      Masuknya Islam di Australia

            yang membawa agama Islam masuk ke Australia ialah orang-orang yang berasal dari Pakistan atau kemungkinan orang Afganistan. Ketidak jelasan ini disebabkan karena tidak ada catatan resmi tentang muslim pertama yang menginjakkan kakinya di benua Australia ini. Yang diketahui ialah bahwa Islam masuk bersamaan dengan didirikan ibukota negara bagian Australia Selatan, Adelaide. Muslim pertama yang datang dibenua Australia ini tidak mendalam pengetahuan agamanya dan diperkirakan pendidikanya pun rendah. Hal in terbukti pelajaran yang disampaikan tidak mendalam dan cara-cara yang ditempuhpun kurang sistematis. Namun demikian kehadiran muslim di Australia ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Australia dalam kaitanya dalam mengurus onta. Pada waktu itu onta mempunyai peranan penting untuk mengangkut barang-barang dalam penjelajahanya di Australia bagian tengah.

            Islam masuk ke Australia diperkirakan pada tahun 1850-1870, yaitu pada masa kota Adelaide menjadi pangkalan bagi usaha perintisan dan penjelajahan kawasan tengah Australia. Pada tahun 1870 didirikan sebuah masjid kecil yang cukup indah dengan empat menara pada masing-masing sudutnya. Masjid itu didirikan disebuah lapangan disekitar orang-orang Afgan memelihara ontanya. Sambil memelihara onta mereka melakukan dakwah. Tetapi karena mereka bukan ahli dakwah yang terlatih, maka tugas dakwanya hanya dilakukan secara sambil laludan tidak terencana dengan baik.

2.      Perkembangan Islam di Australia

Di Australia kebebasan beragama dijamin oleh undang-undang. Bagi golongan pemeluk agama yang ingin mendirikan tempat untuk beribadah mereka harus terlebih dahulu meminta izin dari pemerintah. Jika umat Islam ingin mendirikan masjid, maka sudah ada aturan yang jelas, sebagaimana aturan yang berlaku pada agama-agam lain. Pada umumnya masyarakat Australia menganut agama Kristen, tetapi toleransi mereka terhadap agama lain cukup besar termasuk agama Islam. Mengenai perkembangan Islam di Australia dapat dilihat dari beberapa negara bagian sebagai berikut:

a.     Canberra

            Canberra adalah ibukota Australia yang dibangun dengan rencana tata kota yang matang dan sempurna. Pada tahun 1982 penduduk Canberra berjumlah 220.000 orang. Parlemen federal Australia baru pindah ke Canberra pada tahun 1927 yang sebelumnya berkedudukan di Melbourne. Di Canberra hanya ada sebuah masjid yang disebut dengan masjid Canberra. Masjid ini dibangun bersama oleh kedutaan besar Indonesia, kedutaan besar Malaysia, dan kedutaan besar Pakistan. Masjid ini diresmikan pada tahun 1961. Yang bertindak sebagai imam masjid adalah Amin Hady berasal dari Indonesia (Jawa Tengah) yang diangkat oleh AFIC (Australia Federation of Islamic Councils). Dia adalah tamatan Universitas Al Azhar Cairo.
           
            Amin Hady berusaha sekuat tenaga untuk mensyiarkan agama Islam di masjd itu. Walaupun fasilitas yang serba kurang, Amin Hady telah berbuat banyak dalam kegiatan dakwah-dakwah Islam yang sangat bermanfaat bagi para jamaah. Sebelum Amin Hady ditugaskan di masjid itu, sering keadaan masjid terkunci dan kurang terurus. Setelah Amin Hady bertugas disitu shalat jamaah setiap waktu dapat dilaksanakan. Pada hari sabtu dan minggu diadakan pengajian untuk anak-anak dan untuk orang dewasa.

            Umat Islam di Canberra tidak begitu banyak hanya sekitar 2000 orang. Mereka terdiri dari para diplomat dari ngara-negara Islam, cendekiawan dan para mahasiswa dari berbagai penjuru dunia. Ada juga diantara mereka yang merupakan imigran dari berbagai negara, antara lain dari Libanon dan Yugoslvia. Para imigran itu ada yang bekerja pada pemerintah dan ada yang bekerja di perusahaan swasta. Masyarakat Indonesia yang berada di Canberra juga ikut aktif dalam melakukan dakwah. Selain dakwah yang dilaksanakan di masjid ada juga dakwah yang dilakukan dari rumah ke rumah.

b.      Victoria

            Negara bagian Victoria ibukotanya adalah Melbourne. Penduduknya lebih kurang 3 juta jiwa. Jumlah umat Islam di negara bagian Victoria sekitar 120.000 orang. Mereka berasal dari Lebanon, Turki, Yugoslavia, Afganistan, Albania, Mesir, Pakistan, Indonesia dan lain-lain. Jumlah masjid disana sebanyak 7 buah. Disamping itu ada shalat jumat yang dilaksanakan di Universitas Monash. Diantara masjid di Victoria ada yang namanya masjid Prestan yang nama resminya Islamic Center dan masjid Umar bin Khattab. Masjid Umar bin Khattab ini merupakan masjid yang terbesar di Victoria. Masjid ini dilengkapi dengan kantor, perpustakaan, ruang pertemuan, ruang belajar dan ruang serba guna. Masjid yang besar ini mempunyai beberapa orang pegawai yang setiap hari selalu sibuk dengan urusan dakwah. Saat sekarang sedang dipersiapkan taman pendidikan untuk anak-anak Islam.

            Masyarakat Islam dari Indonesia di Melbourne cukup banyak. Mereka juga sudah merintis suatu organisasi buat umat Islam yang berasal dari Indonesia di Melbourne. Usaha ini dipelopori oleh Aminuddin Sanip yang bekerja di radio Australia dan Iwan Irawan yang bekerja di perusahaan swasta. Selain di Melbourne, umat Islam juga terdapat di Shepparton dan Bendigo. Di dua kota ini juga terdapat masjid atau Islamic center.

c.      Australia Barat

            Negara bagia Australia Barat penduduknya berjumlah 1.265.000 jiwa. Ibukotanya adalah Perth dengan penduduk berjumlah 805.489 jiwa. Umat Islam di Australia Barat diperkirakan sejumlah 12.000 orang yang berasal dari Afganistan, Turki, Negara-negara Arab, Indonesia, Singapura, Malaysia dan lain-lain. Umat Islam yang terbanyak di kota Perth. Di Perth terdapat tiga buah masjid yaitu masjid Afganistan (masjid Perth). Masjid Islamic council dan masjid Turki. Di Universitas Westrn Australia juga diadakan shalat jumat. Di kota Kotarning yang letaknya 290 Km dari kota Perth juga terdapat masjid besar sekali. Penduduknya yang muslim berasal dari kepulauan Cocos yang terletak di lautan India sebelah barat Darwin. Mereka masih pandai berbahasa Melayu (Indonesia). Penduduk kota Kotarning berjumlah 1.237 orang dan 300 orang diantara mereka adalah muslim yang berasal dari kepulauan Cocos.

d.     Kepulauan Christmas

            Kepualauan Christmas terletak di lautan India disebelah barat laut kota Perth dan sebelah Selatan pulau Jawa. Penduduknya berjumlah lebih kurang 2937 orang yang terdiri antara lain dari orang India, Singapura dan Malaysia. Dikepulauan Christmas juga terdapat umat Islam yang keadaanya lebih maju jika dibandingkan dengan umat Islam di Cocos, terutama dari segi pendidikan Islam.

e.     Quensland

            Negara bagian Quensland ibukotanya Brisbone. Umat Islam hanya beberapa ribu orang saja dengan empat buah masjid dan beberapa oraganisasi Islam. Umat Islam berasal dari Yugoslavia, Albania, Pakistan, Indonesia dan lain-lain. Umat Islam terdapat di Brisbone, Mackoy, Townsville dan Mareboa. Umat Islam di Mackoy sebagian besar berasal dari Indonesia. Jumlah umat Islam di Mackoy lebih kurang 300 orang. Pada waktu itu mereka belum mepunyai masjid tetapi sudah mempunyai sebuah Islamic Centere.

f.       South Australia (Australia Selatan)

            Di Australia Selatan terdapat empat buah masjid. Umat Islam umumnya terdapat di Adelaide dan Whyalla. Di Adelaide terdapat sebuah masjid yang dibangun oleh orang-orang Afganistan pada tahun 1889 dan merupakan masjid yang tertua yang masih ada di Australia pada waktu ini.

g.     Northern Terrtoy (wilayah utara)

            Umat Islam di wilayah ini mempunyai dua buah masjid dan beberapa Islamic center. Umat Islam berasal antara lain Indonesia, Pakistan, Malaysia, Afganistan, Albania dan lain-lain. Masjid yang besar di daerah ini terdapat di kota Darwin.

h.      Tasmania

            Di Tasmania terdapat sebuah masjid dan sebuah organisasi Islam. Di daerah ini umat Islam tidak banyak hanya terdapat di Hobort dan Launceston.

            Orang Islam di Australia yang beraneka ragam asal usulnya dan terpancar dan terpencar-pencar tempat tingalnya di benua Australia itu telah membantuk suatu oraganisasi yang merupakan federasi. Oragnisasi ini terbentuk pada tahun 1976 dengan nama Australia Federation of Islamic Council (AFIC). Tugas AFIC ialah melaksanakan kordinasi dan kerjasama untuk dakwah Islam di Australia. AFIC hanya terdapat di tingkat federal sedangkan di setiap negara bagian dibentuk Islamic Counsil yang mengurusi organisasi Islam di negara bagian tersebut. Kantor AFIC terdapat di Sydney. Program yang telah dilaksanakan AFIC antara lain menyelenggarakan perkawinan secara Islam bertempat di masjid-masjid  atau di Islamic center. AFIC juga telah berjasa mengadakan penyembelihan hewan secara Islam. Daging-daging yang diekspor ke luar negri terutama negara-negara Islam dilakuakan secara Islam penyembelihanya. AFIC juga telah mengangkat beberapa orang Imam untuk masjid-masjid di Australia. Imam-imam yang diangkat oleh AFIC gajinya dibayar oleh pemerintah Saudi Arabia. AFIC juga telah mengusahakan dana dari negara-negara Arab khususnya Saudi Arabia untuk pembangunan masjid dan Islamic Center.

            AFIC terus berusaha agar hukum-hukum kekeluargaan dalam Islam yang meliputi perkawinan, perceraian, kuburan Islam, hari libur untuk hari besar Islam dan lain-lain diakui. Selain organisasi AFIC, di Australia juga terdapat organisasi mahasiswa Islam yang disebut Australian Students Organisation. Oraganisasi mahasiswa ini aktif melakukan dakwah di kampus-kampus di berbagai universitas Australia. Kantor organisasi mahasiswa ini sama dengan kantor AFIC.


  Sumber: Departemen Agama RI. 1994. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas II

Islam di Benua Afrika

Islam di Afrika Sejak pada masa Rasulullah SAW, sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di benua Af...