Friday, August 24, 2018

Imam Syahid Hasan Al-Banna



Imam Syahid Hasan Al-Banna

Imam Syahid Hasan bin Ahmad bin Abdurrahman Al Banna semoga Allah Swt. merahmatinya lahir pada tahun 1906 di kota Mahmudiyah, sebuah kawasan dekat Iskandariyah. Setelah menyelesaikan kuliahnya di Darul Ulum, Kairo, beliau menjadi guru yang berpindah dari satu kota ke kota lain, untuk menyeru umat agar mengamalkan Al-Qur’an dan berpegang teguh kepada sunah Nabi yang agung saw. Lewat tangan beliau, Allah SWT memberi petunjuk kepada ribuan mahasiswa, buruh, petani, dan berbagai golongan masyarakat lainya.

Beliau menetap di Ismailiyah beberapa saat dan mendirikan kantor pertama ikhwanul muslimin, bersama beberapa saudaranya yang terbaik.

Setelah itu, beliau memproklamirkan dakwah melalui berbagai ceramah dan penerbitan. Untuk itu, beliau mengunjungi berbagai kota dan desa. Sehingga dalam waktu relatif singkat, beliau telah memiliki cabang dakwah diberbagai wilayah.

Dakwah beliau tidak terbatas pada kaum pria saja, tetapi juga menyentuh kaum wanita. Karena itu beliau mendirikan Ma’had Ummahatul Muslimin sebagai tempat pendidikan Islam khusus bagi para muslimah.

Beberapa waktu kemudian, beliau dipindahkan ke Kairo. Maka kantor pusat dan domisili pimpinan pun ikut berpindah. Saat itu, dakwahnya mendapat kecemerlangan, secemerlang sinar mentari, pengaruh ikhwan semakin besar, dan jumlah anggotanya telah mencapai angka setengah juta orang.

Para tokoh politik dan boneka-boneka Inggris ketakutan pada pengaruh Imam Asy Syahid. Karena itu mereka berusaha menjauhkan beliau dari kencah politik. Namun, upaya itu tidak bisa menghentikan tekad dan langkah beliau. Bahkan beliau mengumandangkan dengan lantang definisi Islam, bahwa Islam adalah akidah dan ibadah, tanah air dan kewarganegaraan, toleransi dan kekuatan, moral, wawasan, dan undang-undanng.

Di Kairo ini pula beliau mendirikan harian Ikhwanul Muslimin sebagai “mimbar” bagi tulisan-tulisan beliau, disamping mimbar ceramahnya.

Ketika terjadi tragedi Palestina Ikhwanul Muslimin adalah pasukan sukarelawan yang aktif, hingga berhasil mencapai pintu gerbang Tel Aviv. Hampir saja mereka berhasil memasuki Tel Aviv, andai tidak ada pengkhianatan dari para penguasa pada saat itu. Dimana penguasa menandatangani perjanjian damai dengan Israil, dan Raja Farouq menagkapi para pemimpin dan tokoh Ikhwanul Muslimin, bahkan para penjajah menggerakkan bonekanya unruk membunuh Hasan Al-Banna.

Di depan kantor pusat “Asy-Syubbanul Muslimin”, di kota Kairo, mereka memuntahkan peluru-peluru makar kepada beliau, setelah itu mereka lari menghilang.

Tiada seorangpun yang membalut luka Al-Banna. Bahkan setelah beliau berada di rumah sakit, mereka membiarkanya tergeletak di lantai, hingga darah beliau tetap mengalir. Mereka melihatnya, namun tidak sedikitpun meneteskan air mata, atau belas kasihan kepadanya, bahkan mereka melarang saudara-saudaranya untuk mendekatinya. Akhirnya, setelah dua jam, beliau wafat, saat itu tahun 1949.



Sumber: Al Banna Hasan, Kumpulan Risalah Dakwah Hasan Al-Banna. Jakarta: Al-I’tishom, 2007.

Saturday, August 18, 2018

Kerajaan Samudra Pasai



Kerajaan samudra pasai

Kerajaan samudra pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia kerajaan ini didirikan oleh Malik as Saleh. Sebelum menganut agama Islam, ia bernama Marah Sile atau Marah selu, putra Marah Gajah, bangsawan dari Persia. (Marah merupakan gelar para bangsawan di Pasai).

Kerjaan Samudra Pasai terletak di muara sungai Peusangan di pesisir tmur Aceh. Pada masa pemerintahan Malik as Saleh, kerajaan Samudra Pasai berkembang menjadi bandar-bandar besar dan penting artinya bagi perdagangan mancanegara. Kerajaan Samudra Pasai dapat berkembang menjadi besar karena terletak dijalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia, yakni perairan selat Malaka. Oleh karena itu banyak pedagang-pedagang dari India, Gujarat, Arab dan Cina datang ke Samudra Pasai.

Berkat kemajuan perdangangan Samudra Pasai akhirnya menjadi kerajaan yang makmur dan memiliki pertahanan yang kuat. Untuk memperluas pengaruhnya, Sultan Malik As Saleh brusaha menguasai daerah-daerah pedalaman. Daerah-daerah yang berhasil dikuasai antara lain : Tamiang, Balek Bimba, Samer Langga, Simpang Bulah Telang, Perlak, dan Takus. Daerah-daerah tersebut akhirnya menganut agama Islam. Setelah Sultan Malik as Saleh wafat, ia di makamkan di Samudra. Diatas makamnya dibangun batu nisan yang berciri agama Islam. Batu nisan tersebut berangka tahun 635 Hijriah atau 1297 Masehi. Batu nisan inilah yang menjadi petunjuk bagi kita bahwa Samudra Pasai merupakan kerjaan Islam pertama di Indonesia.

Pengganti Sultan Malik As Saleh adalah putranya yang bernama Sultan Muhammad Malik at Thahir. Pada masa pemerintahanya, singgah seorang musafir dari Maroko bernama Ibn Batuta, dalam perjalananya dari Delhi ke Cina. Sultan Malik at-Thahir kemudian digantikan oleh Sultan Mahmud Malik az-Zahir. Tetapi pada masa pemerintahanya, kerajaan Samudra Pasai mengalami kemunduran. Adiknya bernama Malik az-Zahir memisahkan diri sehingga kerajaan terpecah.

Pada tahun 1521, kerajaan Samudra Pasai dikuasai oleh Portugis selama tiga tahun, kemudian tahaun 1524, dikuasai oleh Ali Mughayat Syah dari Aceh. Selanjutnya Samudra Pasai berada dibawah kekuasaan Aceh.

Sebagai kerajaan maritim, perekonomian kerajaan Samudra Pasai mengandalkan pelayaran dan perdagangan. Letaknya yang strategis di gerbang Selat Malaka membuat kerajaan ini menjadi penghubung antara pusat-pusat perdagangan kepulauan Indonesia dengan Asia Barat, India, dan Cina. Kerajaan ini, misalnya, mengenakan pajak pada kapal dagang asing yang melewati perairan di wilayah kekuasaanya.




Sumber:Matroji, Sejarah untuk SMP kelas VII, Erlangga, 2004.

Friday, August 17, 2018

Peranan Cendikiawan Muslim dalam Sejarah




A.      Bidang Agama

1.       Abu Hasan Al- Asy ‘ari adalah seorang tokoh ilmu tauhid. Ia lahir di Basrah dan wafat di Bagdad. Beliau pecetus paham Asy’ariyah yang merupakan bagian dari paham Ahli Sunnah wal Jammah. Ajaran Asy’ariyah tentang tauhid, menjelaskan bahwa sifat wajib bagi Allah ada 13 atau 20 jika di tambah sifat maha atau paling. Sifat ini selanjutnya dibagi menjadi 4 sifat, yaitu sifat nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan sifat ma’nawiyah.
2.       Imam Syafi’i adalah seorang tokoh ilmu usul fiqih dan ilmu fiqih. Ia lahir dalam keadaan yatim, dan dibesarkan oleh ibunya di Mekah dalam keadaan miskin. Ia sangat cendekiawan dan terbukti pada umur 9 tahun sudah hafal Al-Qur’an. Untuk mepelajari bahasa Arab yang asli, Imam Syafi’i pergi kesebuah dusun tempat orang-orang Badui tinggal karena didusun itulah terdapat bahasa maupun kebudayaan Arab asli. Pada usia 10 tahun Imam Syafi’ telah hapal kitab Al-Muwatha’ karangan Imam Maliki, kemudian diusia 15 tahun ia telah berhasil meyelesaikan belajarnya di bidang ilmu hadis dengan bimbingan Imam Shufyan bin Uzainah.  Di usia 15 tahun itu pula Imam Syafi’i sudah diizinkan untuk mengajar dan memberi fatwa kepada khalayak ramai.
Buku-buku karangan Imam Syafi’i.
a.       Kitab Ar- Risalah, sebuah kitab tentang ilmu ushul fiqih yang lengkap. Di dalamnya dijelaskan tentang cara-cara berisinbat, cara-cara mengambil hukum dari Al-Qur’an atau hadis dan cara meggunakan dalil berdasarkan analogi (qiyas) dan konsensus (persetujuan bersama/ijmak).
b.      Kitab Al-Um, sebuah kitab ilmu fiqih yang lengkap. Kitab ini berisi tentang hukum-hukum yang ada dalam Islam secara terinci dengan dasar-dasar dari Al-Quran, hadis maupun ijtihada.
3.   Imam Al-Ghazali seorang cedekiawan Islam dibidang ilmu fiqih, ilmu kalam, ilmu tauhid, ilmu tafsir, da ilmu filsafat. Beliau mendapat gelar “Hujjatul Islam” sebab banyak jasanya dalam membela agama Islam. Beliau lahir di Thus dari keluarga Persia. Nama lengkapnya ialah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali. Beliau sangat tekun di bidang ilmu fiqih dan filsafat sehingga menulis buku berjudul ”Ihya Ulumuddin “ pada buku itu banyak disertai dasar-dasarhukum dari Al-Qur’an dan hadis.
       Peranan Imam Al-Ghazali dalam membimbing umat Islam sebgai berikut.
a.       Menggali dan menjabarkan ajaran-ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Qur’an dan hadis sehingga lebih jelas terinci serta mudah diphami.
b.      Menyebarluaska tentang kebenaran ajaran Islam kepada umat Islam melalui tulisan-tulisan/kitab-kitab yang disusun dan telah di terjemahkan kedalam berbagai bahasa di seluruh dunia.
c.       Memberi contoh dan teladan tentang ketekunan dan keuletan menuntut ilmu pengetahuan yang baik dan bermanfaat untuk dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat.

Itulah tiga tokoh cendikiawan muslim yang telah banyak andilnya dalam bidang agama, yang patut kita tiru dan teladani dalam kehidupan kita sekarang.

B.      Bidang Ilmu Pengetahuan Umum

1.       Al Farabi

Al Farabi adalah seorang tokoh muslim dibidang ilmu fisika. Nama lengkapnya adalah Abu Nasr Muhammad Al Farabi. Ia berasal dari Turki dan belajar di Bagdad. Beliau memusatkan perhatianya pada ilmu pengetahuan dan filsafat selama 20 tahun, dan akhirnya pindah ke Aleppo (suatu tempat pertemuan para ahli pengetahuan dan filsafat) sampai wafat.

Buku karanganya banyak  yang membahas masalah fisika dan filsafat sehingga dapat mempengaruhi para filsuf di dunia barat (Eropa) dan timur.

2.       Ibnu Sina

Ibnu Sina adalah seorang cendekiawan muslim yang ahli di bidang agama, fisika, biologi, matematika, logika, kedokteran, dan filsafat.

Nama lengkapnya adalah Abu Ali Husain bin Abdullah Ibnu Sina, dengan panggailan (oleh sarjana Barat) Avicena. Beliau lahir di daerah Bukhara dan memperdalam ilmu di daerah itu juga. Pada usia 10 tahun beliau sudah hapal Al-Qur’an dan telah mempelajari ilmu kesusatraan. Di usia 16 tahun sudah mahir dalam bidang ilmu biologi dan kedokteran sehingga usia 17 tahun pernah dipanggail oleh pengusaha Bukhara, yaitu pangeran Nun bin Mansyur yang sedang sakit untuk megobatinya dan akhirnya berhasil.

Karena keberhasilanya itu, beliau diizinkan untuk membaca buku-buku perpustakaan istana yang langka di dapati diluar istana. Pada usia 20 tahun ia pindah ke Jurzan dan berhasil menulis “Ensiklopedi Kedokteran” dengan judul “ The Canon”. Kehidupannya penuh diisi dengan kesibukan mengarang buku-buku, antara lain sebagai berikut.
                               
a.       Asy-Syifa, yaitu buku filsafat yang besar.
b.      An-Najat, yaitu ringkasan dari buku As-Syifa.
c.       Al-Canon, yaitu buku tentang kedokteran dan ilmu-ilmu yang lain.

Buku-buku ini di Eropa terkenal dengan sebutan “The Canon of Medicine” yang menjadi buku standar bagi Universitas. Buku ini banyak diterjemahkan ke dalam bahasa latin dan diterbitkan di Roma dan India.

3.       Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun adalah seorang cendekiawan muslim yang ahli dalam bidang sejarah, politik, sosiologi dan ekonomi. Ia terkenal sebagai ahli filsafat sejarah yang terbesar, dan yang pertama kali dianut oleh sarjana-sarjana Barat. Beliau juga terkenal sebagai ahli agama yang terbesar sehingga pengarang-pengarang dari Arab sendiri tidak ada yang melebihinya.

4.       Prof. Dr. Ir. B.J. Habibie

Prof. Dr. Ir. B.j. Habibie lengkapnya Prof. Dr. Ir. Burhanuddin Jusuf Habibie. Beliau cendekiawan muslim yang ahli di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, beliau termasuk pembuat kapal terbang di PT Nurtanio dan Kapal di PT PAL.

Jabatan yang pernah dipangkunya adalah sebagai berikut.
                               
a.       Mentri Riset dan Teknologi.
b.      Ketua Badan Pusat Pengkajian Teknologi (BPPT)
c.       Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI).
d.      Presiden dan Wakil Presiden RI



 Sumber: Drs H Soepardjo, S.Ag. 2003. Pendidikan Agama Islam 3  untuk SLTP kelas 3. Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.









Perkembangan Ajaran Islam pada Masa Modrn



Perkembangan Ajaran Islam pada Masa Modrn

Menjelang dan pada awal-awal masa pembaharuan yaitu sebelum dan sesudah tahun 1800 M, umat Islam di berbagai negara, telah menyimpang dari ajaran Islam yang bersumber kepada Al-Qur’an dan hadis. Penyimpangan itu terdapat dalam hal :

q  Ajaran Islam tentang ketauhidan telah bercampur dengan kemusyrikan. Hal ini ditandai dengan banyaknya umat Islam yang selain menyembah Allah SWT juga memuja makam yang dianggap keramat dan meminta tolong dalam urusan gaib kepada dukun-dukun dan orang-orang yang dianggap sakti. Selain itu, aa juga kelompok umat Islam yang mengkultuskan dan beranggapan bahwa sultan adalah orang suci yang segala perintahnya harus ditaati.
q  Adanya kelompok umat Islam, yang selama hidup di dunia ini, hanya mementingkan urusan akhirat dan meniggalkan dunia. Mereka beranggapan bahwa memiliki harata benda yang banyak, kedudukan yang tinggi dan ilmu pengetahuan tentang dunia adalah tidak perlu, karena hidup di dunia ini hanya sebentar dan sementara, sedangkan hidup diakhirat bersifat kekal dan abadi. Selain itu, banyak umat Islam yang menganut paham fatalisme, yaitu paham yan mengharuskan berserah diri kepada nasib dan tidak perlu beriktiar, karena hidup manusia dikuasai dan ditentukan oleh nasib.

Penyimpangan-penyimpangan umat Islam terhadap ajaran agamanya seperti tersebut, mendorong lahirnya tokoh pembaharu, yang berusaha menyadarkan umat Islam agar kembali kepada ajaran Islam yang benar, yang bersumber kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah (hadis). Tokoh-tokoh pembaharu yang dimaksud antara lain:

1.       Muhammad bin Abdul Wahab, lahir di Nejd (Arab Saudi) pada tahun 1115 H/1703 M dan wafat di Daryah tahun 1201 H/1787 M. Muhammad bin Abdul Wahab adalah seorang ulama besar  yang produktif, karena buku-buku karanganya tentang Islam, mencapai puluhan judul. Diantara buku-bukunya berjudul “ kitab At- Tauhid yang isinya antara lain tentang pemberantasan Syirik, Khurafat, takhayul dan bid’ah yang terdapat dikalangan umat Islam dan mengajak Umat Islam agar kembali kepada ajaran Tauhid yang murni. Para pengikut Muhammad bin Abdul Wahab, menamakan kelompoknya dengan “ Al-Muwahidun” atau “Al-Muslimun”, yang artinya kelompok yang berusaha mengesakan Allah SWT semurni-murninya. Gerakan pemurnian ajaran Islam yang dilakukan oleh para pengikut Muhammad bin Abdul Wahab ini, dinamakan juga gerakan “Wahabi”.
2.       Rifa’ah Badawi Rafi’ At-Tahtawi, atau at- Tahtawi, lahir di Tahta pada tahun 1801 M dan meniggal di Mesir. Pemikirannya  yang berkaitan dengan ajaran Islam, antara lain, beliau menyerukan agar umat Islam dalam hidup di dunia ini tidak hanya mementingkan urusan akhirat, tetapi juga harus mementingkan urusan dunia, agar umat Islam tidak dijajah bangsa lain.
3.       Jamaluddin Al- Afgani, lahir di Asadabad tahun 1838 M dan wafat di Istanbul tahun 1897 M. Di antara pembaharuan pemikiran yang beliau munculkan adalah :

q  agar kejayaan Islam dapat diraih kembali dan mampu menghadapi dunia modr, umat Islam harus kembali kepada ajaran agamanya yang murni dan harus memahami Islam dengan Rasio dan kebebasan.
q  Jamaluddin menginginkan agar kaum wanita juga meraih kemajuan dan bekerjasama dengan pria untuk mewujudkan masyarakat Islam yang dinamis dan maju.
q  Kepemimpinan otoraksi hendaknya diubah menjadi demokrasi. Menurut pendapatnya, Islam menghendaki pemerintahan republik yang di dalamnya terdapat kebebasan mengemukakan pendapat dan kewajiban negara untuk tunduk kepada undang-undang.
q  Ajarannya tentang Pan-Islamisme yakni persatuan dan kerjasama seluruh umat Islam harus diwujudkan. Karena persatuan dan kerjasama seluruh umat Islam sangat penting dan diatas segalanya.

Selain tokoh-tokoh pembaharuan, tersebut masih banyak lagi tokoh-tokoh pembaharuan lainya, seperti Muhammad Abduh di Mesir (1849-1905 M), Muhammad Rasyid Ridla (1865-1935 M), Sayid Ahmad Khan di India (1817-1898 M), dan Muhammad Iqbal di Pakistan (1876-1938 M).

Pada masa pembaharuan jumlah penduduk yang beragama Islam berkembang terus ke seluruh pelosok dunia. Penduduk muslim terbanyak terdapat di Benua Asia dan Afrika. Mengacu kepada data penduduk tahun 1991 M, negara-negara yang penduduk muslimnya lebih dari 90% adalah Mauritania, Sahara Barat, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libia, Mesir, Somalia, Turki, Irak, Yordania, Arab Saudi, Yaman, Oman, Qatar, Bahrain, Iran, Afganistan, da Pakistan.

Sedangkan negara=negara yang jumlah umat Isalmnya mencapai 50-90% adalah Tanzania(Afrika), Turkemenistan, Uzbekistan, Kirghistan, Tajikistan(Rusia), Bangladesh, Malaysia, Singapura, Indonesia, Brunei dan Kepulauan Mindanou di Filipina. Negara-negara yang umat Islamnya 10-50 % antara lain seperti Guinea (Afrika), Albania, Suriah, India, Cina dan Myanmar.

Untuk mengikat negara-negara Islam di dunia, pada bulan Zulhijjah tahun 1381 H(Mei 1962), telah didirikan Rabithah Al-Alam Al Islami (Muslim Word League atau liga dunia Islam) sebuah organisasi Islam Internasional nonpemerintah yang tidak berpihak kepada suatu partai atau golongan dan mewakili umat Islam sedunia. Liga Dunia Islam ini berkantor pusat di Mekah (Saudi Arabia), sedangkan kantor perwakilanya tersebar diseluruh dunia, seperti Indonesia, Amerika, Kanada, Denmark, Malaysia, dan Prancis.

Di Benua Eropa dalam Conference of Islamic Culture Centre and Organization of Europe (Konferensi Pusat Kebudayaan dan Organisasi Islam Eropa) di London pada bulan Mei 1973, dengan diprakarsi oleh sekretariat Islam di Jeddah telah didirikan Dewan Islam Eropa, yang bertujuan untuk mengorganisir dan memajukan usaha-usaha dakwah Islamiah.


Sumber : Syamsuri, 2007, Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas XI, Erlagga, Jakarta. Hal 184-186.






Thursday, August 16, 2018

PUTRA-PUTRI RASULULLAH


 
A.      Putra-putra Rasulullah S.A.W

Rasulullah saw memiliki tiga orang putra yaitu:

1.       Al Qasim, dilahirkan di Makkah sebelum Muhammad diangkat menjadi Nabi. Al Qasim meniggal di Mekah pada usia dua tahun. Namun menurut Qatadah, Al Qasim meniggal ketika ia sudah bisa berjalan.
2.       Abdullah, dinamakan juga at-Tayyib (yang baik) dan At- Thahir ( yang suci) karena ia dilahirkan sesudah Islam. Ada pendapat yang mengatakan bahwa at-Tayyib dan At- Thahir ini adalah putra Rasulullah yang lain, namun pendapat pertama adalah yang benar.
3.       Ibrahim, dilahirkan dan wafat di Madinah tahun sepuluh hijriah pada usia tujuh belas atau delapan belas bulan.

B.      Putri-putri Rasulullah saw

1.       Zinab, menikah dengan Abu Al-Ash bin Rabi’ bin Abdul Uzza bin Abdul Syam sepupu Zainab, karena ibunya adalah Hala binti Khuwalid (saudara dari Khadijah binti dari Khadijah binti Khuwalid). Zainab mempunyai anak bernama Ali yang meniggal waktu kecil dan Umamah yang digendong oleh Nabi saw waktu shalat dan setelah dewasa menikah dengan Ali bin Abi Thalib setela Fatimah wafat.
2.       Fatimah, menikah dengan Ali bin Abi Thalib. Dari pernikahan tersebut Fatimah melahirkan Hasan, Husain, Muhassin yang meniggal waktu kecil, Ummu Kultsum yang menikah dengan Umar bin Khattab, dan Zainab yang menikah dengan Abdul Ja’far bin Abi Thalib.
3.       Ruqayyah, menikah dengan Utsman bin Affan. Meniggal di pangkuan Utsman. Ruqayyah memiliki seorang putra yang bernama Abdullah sehingga Utsman di panggil dengan kunyah Abu Abdullah.
4.       Ummu Kultsum, Utsman lalu menikahi Ummu Kultsum (adik Ruqayyah ) yang juga meniggal dipangkuanya.

Putri-putri Rasulullah saw empat orang tanpa adanya perbedaan pendapat ulama mengenai hal ini sedangkan putra-putranya tiga orang berdasarkan pendapat yang benar.

Urutan putra-putri Rasulullah saw adalah sebagai berikut:
Al Qasim, Zainab, Ruqayyah, Fatimah, Ummu Kultsum, Abdullah, dan Ibrahim yang lahir di Madinah. Semuanya adalah putra-putri dari Khadijah kecuali Ibrahim yang lahir dari Maria Al Qithbiyah da semuanya meniggal sebelum Rasulullah meniggal kecuali Fatimah yang meniggal enam bulan setelah kematian Rasulullah saw.

Sumber: Putra-putri Rasulullah saw untuk umat Muslim. 2016. WWW.IBNUMAJJAH.COM.

Islam di Benua Afrika

Islam di Afrika Sejak pada masa Rasulullah SAW, sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di benua Af...