ISLAM DI AUSTRALIA
Keberadaan
Islam di Australia pada umumnya tidak mengalami hambatan yang berarti karena
masyrakat Australia mempunyai tingkat toleransi yang cukup tinggi. Masyarakat
Australia lebih cendrung menganggap bahwa kaum muslim telah menjadi bagian tak
terpisahkan dari kehidupan di benua ini. Australia yang berpenduduk sekitar 15
juta jiwa lebih, yang memeluk agama Islam sekitar 250.000 orang. Ada juga yang
meperkirakan penduduk Australia yang muslim berjumlah 270.000 orang. Mereka
kebanyakan berasal dari berbagai negara yang mayoritas penduduknya beragama
Islam. Diantara mereka terdapat orang kulit putih yang telah masuk agama Islam,
tetapi jumlahnya belum banyak, diperkirakan baru sekitar 300 orang.
1. Masuknya
Islam di Australia
yang
membawa agama Islam masuk ke Australia ialah orang-orang yang berasal dari
Pakistan atau kemungkinan orang Afganistan. Ketidak jelasan ini disebabkan
karena tidak ada catatan resmi tentang muslim pertama yang menginjakkan kakinya
di benua Australia ini. Yang diketahui ialah bahwa Islam masuk bersamaan dengan
didirikan ibukota negara bagian Australia Selatan, Adelaide. Muslim pertama
yang datang dibenua Australia ini tidak mendalam pengetahuan agamanya dan
diperkirakan pendidikanya pun rendah. Hal in terbukti pelajaran yang
disampaikan tidak mendalam dan cara-cara yang ditempuhpun kurang sistematis.
Namun demikian kehadiran muslim di Australia ini sangat dibutuhkan oleh
masyarakat Australia dalam kaitanya dalam mengurus onta. Pada waktu itu onta
mempunyai peranan penting untuk mengangkut barang-barang dalam penjelajahanya
di Australia bagian tengah.
Islam
masuk ke Australia diperkirakan pada tahun 1850-1870, yaitu pada masa kota
Adelaide menjadi pangkalan bagi usaha perintisan dan penjelajahan kawasan
tengah Australia. Pada tahun 1870 didirikan sebuah masjid kecil yang cukup
indah dengan empat menara pada masing-masing sudutnya. Masjid itu didirikan
disebuah lapangan disekitar orang-orang Afgan memelihara ontanya. Sambil
memelihara onta mereka melakukan dakwah. Tetapi karena mereka bukan ahli dakwah
yang terlatih, maka tugas dakwanya hanya dilakukan secara sambil laludan tidak
terencana dengan baik.
2. Perkembangan
Islam di Australia
Di Australia kebebasan beragama
dijamin oleh undang-undang. Bagi golongan pemeluk agama yang ingin mendirikan
tempat untuk beribadah mereka harus terlebih dahulu meminta izin dari
pemerintah. Jika umat Islam ingin mendirikan masjid, maka sudah ada aturan yang
jelas, sebagaimana aturan yang berlaku pada agama-agam lain. Pada umumnya masyarakat
Australia menganut agama Kristen, tetapi toleransi mereka terhadap agama lain
cukup besar termasuk agama Islam. Mengenai perkembangan Islam di Australia
dapat dilihat dari beberapa negara bagian sebagai berikut:
a.
Canberra
Canberra
adalah ibukota Australia yang dibangun dengan rencana tata kota yang matang dan
sempurna. Pada tahun 1982 penduduk Canberra berjumlah 220.000 orang. Parlemen
federal Australia baru pindah ke Canberra pada tahun 1927 yang sebelumnya
berkedudukan di Melbourne. Di Canberra hanya ada sebuah masjid yang disebut
dengan masjid Canberra. Masjid ini dibangun bersama oleh kedutaan besar
Indonesia, kedutaan besar Malaysia, dan kedutaan besar Pakistan. Masjid ini
diresmikan pada tahun 1961. Yang bertindak sebagai imam masjid adalah Amin Hady
berasal dari Indonesia (Jawa Tengah) yang diangkat oleh AFIC (Australia
Federation of Islamic Councils). Dia adalah tamatan Universitas Al Azhar Cairo.
Amin Hady
berusaha sekuat tenaga untuk mensyiarkan agama Islam di masjd itu. Walaupun
fasilitas yang serba kurang, Amin Hady telah berbuat banyak dalam kegiatan
dakwah-dakwah Islam yang sangat bermanfaat bagi para jamaah. Sebelum Amin Hady
ditugaskan di masjid itu, sering keadaan masjid terkunci dan kurang terurus.
Setelah Amin Hady bertugas disitu shalat jamaah setiap waktu dapat
dilaksanakan. Pada hari sabtu dan minggu diadakan pengajian untuk anak-anak dan
untuk orang dewasa.
Umat Islam
di Canberra tidak begitu banyak hanya sekitar 2000 orang. Mereka terdiri dari
para diplomat dari ngara-negara Islam, cendekiawan dan para mahasiswa dari
berbagai penjuru dunia. Ada juga diantara mereka yang merupakan imigran dari
berbagai negara, antara lain dari Libanon dan Yugoslvia. Para imigran itu ada
yang bekerja pada pemerintah dan ada yang bekerja di perusahaan swasta.
Masyarakat Indonesia yang berada di Canberra juga ikut aktif dalam melakukan
dakwah. Selain dakwah yang dilaksanakan di masjid ada juga dakwah yang
dilakukan dari rumah ke rumah.
b. Victoria
Negara
bagian Victoria ibukotanya adalah Melbourne. Penduduknya lebih kurang 3 juta
jiwa. Jumlah umat Islam di negara bagian Victoria sekitar 120.000 orang. Mereka
berasal dari Lebanon, Turki, Yugoslavia, Afganistan, Albania, Mesir, Pakistan,
Indonesia dan lain-lain. Jumlah masjid disana sebanyak 7 buah. Disamping itu
ada shalat jumat yang dilaksanakan di Universitas Monash. Diantara masjid di
Victoria ada yang namanya masjid Prestan yang nama resminya Islamic Center dan
masjid Umar bin Khattab. Masjid Umar bin Khattab ini merupakan masjid yang
terbesar di Victoria. Masjid ini dilengkapi dengan kantor, perpustakaan, ruang
pertemuan, ruang belajar dan ruang serba guna. Masjid yang besar ini mempunyai
beberapa orang pegawai yang setiap hari selalu sibuk dengan urusan dakwah. Saat
sekarang sedang dipersiapkan taman pendidikan untuk anak-anak Islam.
Masyarakat
Islam dari Indonesia di Melbourne cukup banyak. Mereka juga sudah merintis
suatu organisasi buat umat Islam yang berasal dari Indonesia di Melbourne. Usaha
ini dipelopori oleh Aminuddin Sanip yang bekerja di radio Australia dan Iwan
Irawan yang bekerja di perusahaan swasta. Selain di Melbourne, umat Islam juga
terdapat di Shepparton dan Bendigo. Di dua kota ini juga terdapat masjid atau
Islamic center.
c.
Australia Barat
Negara bagia
Australia Barat penduduknya berjumlah 1.265.000 jiwa. Ibukotanya adalah Perth
dengan penduduk berjumlah 805.489 jiwa. Umat Islam di Australia Barat
diperkirakan sejumlah 12.000 orang yang berasal dari Afganistan, Turki,
Negara-negara Arab, Indonesia, Singapura, Malaysia dan lain-lain. Umat Islam
yang terbanyak di kota Perth. Di Perth terdapat tiga buah masjid yaitu masjid
Afganistan (masjid Perth). Masjid Islamic council dan masjid Turki. Di
Universitas Westrn Australia juga diadakan shalat jumat. Di kota Kotarning yang
letaknya 290 Km dari kota Perth juga terdapat masjid besar sekali. Penduduknya
yang muslim berasal dari kepulauan Cocos yang terletak di lautan India sebelah
barat Darwin. Mereka masih pandai berbahasa Melayu (Indonesia). Penduduk kota
Kotarning berjumlah 1.237 orang dan 300 orang diantara mereka adalah muslim
yang berasal dari kepulauan Cocos.
d. Kepulauan
Christmas
Kepualauan
Christmas terletak di lautan India disebelah barat laut kota Perth dan sebelah
Selatan pulau Jawa. Penduduknya berjumlah lebih kurang 2937 orang yang terdiri
antara lain dari orang India, Singapura dan Malaysia. Dikepulauan Christmas
juga terdapat umat Islam yang keadaanya lebih maju jika dibandingkan dengan
umat Islam di Cocos, terutama dari segi pendidikan Islam.
e.
Quensland
Negara
bagian Quensland ibukotanya Brisbone. Umat Islam hanya beberapa ribu orang saja
dengan empat buah masjid dan beberapa oraganisasi Islam. Umat Islam berasal
dari Yugoslavia, Albania, Pakistan, Indonesia dan lain-lain. Umat Islam terdapat
di Brisbone, Mackoy, Townsville dan Mareboa. Umat Islam di Mackoy sebagian
besar berasal dari Indonesia. Jumlah umat Islam di Mackoy lebih kurang 300
orang. Pada waktu itu mereka belum mepunyai masjid tetapi sudah mempunyai
sebuah Islamic Centere.
f.
South Australia (Australia Selatan)
Di Australia
Selatan terdapat empat buah masjid. Umat Islam umumnya terdapat di Adelaide dan
Whyalla. Di Adelaide terdapat sebuah masjid yang dibangun oleh orang-orang
Afganistan pada tahun 1889 dan merupakan masjid yang tertua yang masih ada di
Australia pada waktu ini.
g.
Northern Terrtoy (wilayah utara)
Umat Islam
di wilayah ini mempunyai dua buah masjid dan beberapa Islamic center. Umat
Islam berasal antara lain Indonesia, Pakistan, Malaysia, Afganistan, Albania dan
lain-lain. Masjid yang besar di daerah ini terdapat di kota Darwin.
h. Tasmania
Di
Tasmania terdapat sebuah masjid dan sebuah organisasi Islam. Di daerah ini umat
Islam tidak banyak hanya terdapat di Hobort dan Launceston.
Orang
Islam di Australia yang beraneka ragam asal usulnya dan terpancar dan
terpencar-pencar tempat tingalnya di benua Australia itu telah membantuk suatu
oraganisasi yang merupakan federasi. Oragnisasi ini terbentuk pada tahun 1976
dengan nama Australia Federation of Islamic Council (AFIC). Tugas AFIC ialah
melaksanakan kordinasi dan kerjasama untuk dakwah Islam di Australia. AFIC
hanya terdapat di tingkat federal sedangkan di setiap negara bagian dibentuk
Islamic Counsil yang mengurusi organisasi Islam di negara bagian tersebut. Kantor
AFIC terdapat di Sydney. Program yang telah dilaksanakan AFIC antara lain
menyelenggarakan perkawinan secara Islam bertempat di masjid-masjid atau di Islamic center. AFIC juga telah
berjasa mengadakan penyembelihan hewan secara Islam. Daging-daging yang
diekspor ke luar negri terutama negara-negara Islam dilakuakan secara Islam
penyembelihanya. AFIC juga telah mengangkat beberapa orang Imam untuk
masjid-masjid di Australia. Imam-imam yang diangkat oleh AFIC gajinya dibayar
oleh pemerintah Saudi Arabia. AFIC juga telah mengusahakan dana dari
negara-negara Arab khususnya Saudi Arabia untuk pembangunan masjid dan Islamic
Center.
AFIC
terus berusaha agar hukum-hukum kekeluargaan dalam Islam yang meliputi
perkawinan, perceraian, kuburan Islam, hari libur untuk hari besar Islam dan
lain-lain diakui. Selain organisasi AFIC, di Australia juga terdapat organisasi
mahasiswa Islam yang disebut Australian Students Organisation. Oraganisasi
mahasiswa ini aktif melakukan dakwah di kampus-kampus di berbagai universitas
Australia. Kantor organisasi mahasiswa ini sama dengan kantor AFIC.
Sumber:
Departemen Agama RI. 1994. Pendidikan
Agama Islam untuk SMA kelas II
No comments:
Post a Comment