Monday, November 19, 2018

Islam di Rusia



Islam di Rusia

Rusia adalah negara yang berbentuk republik yang merupakan salah satu negara bagian dari bekas Uni Soviet yang terbesar. Rusia selain merupakan negara bagian terbesar juga merupakan pusat kegiatan pemerintahan Uni Soviet. Ibukota Rusia adalah Moskwa (kota terbesar di Rusia bahkan kota terbesar dibekas Uni Soviet.

1.      Masuknya Islam di Rusia

Sejak masa Khalifah Usman bin Affan (644-656 M) kekuasaan Islam sebenarnya telah memasuki sebagian Asia Tengah. Ketika pemerintahan Khalifah Muawiyah bin Sofyan (660-680 M) dari Dinasty Bani Umayyah usaha perluasan daerah dilanjutkan terus. Pada masa kahlifah Al Walid bin Abdul Malik (705-715 M) juga dari dinasti Bani Umayyah Islam sudah menguasai Asia Tengah dan sekitarnya. Yang dimaksud Asia Tengah ialah daerah-daerah yang meliputi Kazakistan, Uzbekistan, Kirgistan, Tadzhikistan, Turkmenia dan Armenia. Semua daerah ini termasuk wilayah Uni Soviet bagian selatan, selain itu Asia Tengah juga termasuk Mongolis dan Siberia Selatan (dua daerah ini juga termasuk Uni Soviet). Asia Tengah yang termasuk wilayah RRC ialah daerah Tibet dan Sinkiang. Dari daerah-daerah inilah Islam berkembang terus sampai ke Rusia.

2.      Perkembangan Islam di Rusia

Islam mengalami kemunduran di seluruh Uni Soviet termasuk di Rusia dimulai sejak berkuasanya kaum Bolsyewik yang dipimpin oleh Lenin. kaum Bolsyewik ini telah berhasil menumbahkan takhta kekaisaran yang berkuasa di Rusia pada masa-masa sebelumnya. Sejak kaum Bolsyewik berkuasa banayak sekali masjid-masjid dan rumah-rumah ibadah yang lain diruntuhkan, ditutup, ada yang dijadikan kandang binatang, dijadikan bar, toko dan lain-lain. Menurut anggapan mereka kaum agama termasuk kaum borjuis. Oleh sebab itu mereka harus dihancurkan. Yang dimaksud Borjuis ialah para pemilik modal, pegawai-pegawai menengah keatas, para tuan tanah dan golongan ekonomi menegah keatas yang lain. Lawan dari Borjuis ialah Proletar yaitu golongan rakayat jelata yang hidupnya hanya menjual tenaga. Istilah Borjuis ini diciptakan oleh Karl Marxyang dikenal dengan ideologinya Marxisme yang dianut oleh partai-partai Komunis.

Sebagai gambaran keadaan Islam di Rusia dapat dikemukakan sebagai berikut umat Islam di Uni Soviet pada tahun 1983 tidak kurang dari 40 juta orang. Sedangkan jumlah penduduk Uni Soviet pada waktu yang sama sebesar 257 juta orang umat Islam kebanyakan tinggal di propinsi bagian selatan. Moskwa sendiri jumlah umat Islam diperkirakan 100 ribu orang. Masjid-masjid yang terdapat di Rusia pada umumnya sepi, sedikit sekali jamaahnya. Yang datang ke Masjid hanyalah orang-orang tua sedangkan yang muda-muda pada umumnya bekerja. Pada hari jumat ada juga anak muda yang datang ke Masjid, tetapi itupun tidak semuanya. Yang paling ramai hanyalah pada hari raya idul fitri. Tempat pendidikan agama terutama bagi anak-anak dan remaja di Rusia tidak ada. Penyelenggaraan pendidikan agama dilaksanakan di rumah masing-masing oleh orang tuanya. Masyarakat muslim di Rusia dalam melaksanakan ibadahnya sebenarnya tidak mengalami hambatan karena melaksanakan shalat misalnya dapat dikerjakan dirumah masing-masing. Hanya yang menjadi hambatan di negeri ini ialah agama tidak boleh dibawa-bawa dalam urusan pemerintah dan masyarakat. Agama adalah urusan individu. Segala aktivitas sosial, politik, dan pendidikan semuanya diatur oleh negara. Orang Rusia untuk melaksanakan ibadah Haji kemungkinanya hanyalah bagi yang tua-tua yang sudah tidak bekerja lagi. Itupun segala sesuatunya harus diurus sendiri dan memerlukan biaya yang sangat mahal. Bagi yang masih muda-muda hampir-hampir mereka tidak mungkin untuk melaksanakan ibadah Haji, karena harus bekerja.

Republik Rusia setelah pembubaran Uni Soviet dan sekaligus pembubaran partai komunis Uni Soviet oleh presiden Mikhail Gorbachev pada akhir tahun 1991 tentulah keadaanya sudah berbeda. Jika dulu negara-negara yang tergabung dalam Uni Soviet merupakan negara-negara bagian, setelah pembubaran Uni Soviet negara-negara itu berdiri sendiri-sendiri. Dengan adanya pembubaran partai komunis Uni Soviet memberikan suasana angin segar bagi perkembangan agama di republik Rusia Khususnya, dan di negara-negara bekas Uni Soviet pada umumnya.


  Sumber: Departemen Agama RI. 1994. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas II
  

Saturday, November 17, 2018

ISLAM DI AFGANISTAN



ISLAM DI AFGANISTAN
           
            Afganistan ialah suatu negara yang terdapat di Asia Tengah negara penyangga antara bekas negara Unisoviet dan India berbatasan dengan RRC, Pakistan, Kasmir, dan Persia. Daerah Afganistan banyak bergunung-gunung dengan pegunungan Hindu Kush sebagai tulang punggungnya. Negara ini berbentuk republik dengan ibukotanya Kabul dan penduduknya beragama Islam.

1.      Masuknya Islam di Afganistan

Islam masuk di Afganistan sejak masa Khalifah Usman bin Affan (644-656 M). Pada tahun 647 M pasukan Islam mengadakan perluasan daerah ke Khurasan dipimpin oleh panglima Sa’ad bin Al Ash. Setelah terjadi pertempuran yang sengit akhirnya kemenangan di pihak Islam. Khurasan adalah suatu daerah yang terdapat di sebelah tenggara Iran berbatasan dengan bekas Uni Soviet. Bagian timur dan Selatan daerah ini merupakan rangkaian pegunungan dan disebelah barat merupakan bagian dari gurun-gurun Desyt-i-Kevir. Daerah-daerah oase dan lembah-lembah sungai merupakan daerah pertanian. Usaha industri terutama permadani dan tekstil (katun) cukup terkenal di daerah itu. Pada masa sekarang ini Khurasan sebelah timur adalah termasuk wilayah Afganistan. Islam yang masuk di Afganistan mula-mula pada tahun 647 M sampai sekarang masih dianut oleh penduduk Afganistan pada umumnya.

2.      Perkembangan Islam di Afganistan

Pada mulanya sebutan Afganistan ini belum begitu dikenal sebagaimana sekarang, yang lebih populer ialah sebutan Khurasan. Pada tahun 1737 seorang penguasa di Afganistan bernama Nadir Syah dapat menaklukkan seluruh Afganistan sebagai wilayah Afganistan sekarang ini. Sepuluh tahun kemudian pemeritahan tertinggi dipegang oleh Ahmed Khan menjadikan daerah itu suatu Emirat yang berdiri sendiri. Pada tahun 1838 muncul ekspedisi Inggris yang pertama di Afganistan, kemudian disusul ekspedisi berikutnya pada tahun 1878 sampai 1881. Mulai dari sini pecahlah perang antara Afganistan dan Inggris, dan sesudah itu Afganistan menjadi semacam proktektorat Inggris. Pada tahun 1925 Afganistan di umumkan sebagai kerajaan yang netral. Pada tahun 1973 raja Muhammad Zakir Syah yang memerintah sejak 1933 digulingkan oleh sepupunya Muhammad Daud yang mengumumkan Afganistan sebagai republik dan ia menjadi presidennya yang pertama.

Orang-orang Afganistan sebagaimana orang-orang India dan Pakistan sangat giat mengadakan dakwah baik didalam maupun diluar negri. Salah seorang putra Afganistan yang namanya terkenal diseluruh dunia ialah Jamaluddin Al Afgani. Ia lahir di Hamadan (Afaganistan) pada tahun 1838. Ia dikenal sebagai ahli teologi, hukum, tasawuf, falsafah Islam, sosiologi dan dikenal pula sebagai peletak dasar Islam. Sejak usia 17 tahun ia menjelajahi berbagai negara antara lain India, Mesir, Inggris, Persia, Rusia, dan Turki.

Berdasarkan pemikiranya, ia ingin menggerakkan kebangkitan dikalangan umat Islam, sehingga sering terjadi ketidak sesuaian pemikiran antara Al Afgani dengan tokoh-tokoh keagamaan yang ortodoks. Pemikiran Al Afgani banyak berpengaruh di Mesir, dan diantara muridnya yang terkenal ialah Muhammad Abduh. Al Afgani meniggal di Istanbul (Turki) pada tanggal 9 Maret 1897.

Sebagaimana telah dikemukakan bahwa Islam menerangi kehidupan rakyat Afganistan sejak tahun 647 M, maka perkembangan seni budaya yang bercorak Islam mengalami kemajuan yang cukup pesat. Monumen-monumen abadi yang menunjukkan keberhasilan budaya Islam di daerah Afganistan terdapat dibeberapa tempat baik yang berupa benteng-benteng menara maupun  tempat-tempat peribadatan. Salah satu daerah wisata terkenal berada di propinsi Balkh daerah perbatasan dengan Rusia. Di daerah ini terdapat banyak objek wisata yang merupakan perpaduan unsur keagamaan dengan seni arsitektur yang tinggi. Kota Mizani Syarif ( ibukota propinsi Balkh) banyak memiliki bangunan-bangunan kuno bernafaskan Islam, antara lain Masjid Kwaja Pasa yang dibangun pada masa Sultan Mahmud Al Gasni (abad ke 10) dan “Masjid Biru” sebagai masjid yang besar dan megah lagi Indah, beratap dan berantai biru, mempunyai halaman yang luas dan selalu disemarakkan dengan ribuan burung merpati putih.

Afganistan setelah mengalami peperangan yang cukup lama dengan bekas Unisoviet harus membenahi bangunan-bangunan yang rusak. Akibat peperangan ini Afganistan mengalami pengorbanan yang cukup besar, baik jiwa raga maupun harta benda. Agaknya Afganistan dalam masa pasca perang ini harus bekerja keras untuk membangun perekonomiannya yang sudah cukup parah. Semoga usaha mereka dapat berhasil dengan baik.



 Sumber: Departemen Agama RI. 1994. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas II

ISLAM DI INDIA



ISLAM DI INDIA
India ialah salah satu negara yang terdapat di Asia Selatan, terletak diantara Laut Arabia dan Teluk Benggala. Disebelah Utara berbatasan dengan pegunungan Himalaya, disebelah Timur berbatasan dengan Birma dan Bangladesh, disebelah barat berbatasan dengan Pakistan dan Afganistan dan disebelah selatan berbatasan dengan samudra Indonesia. Bentuk negara republik pederasi dengan ibukota New Delhi.

1.      Masuknya Islam di India

India menjadi negara yang merdeka bersama-sama dengan Pakistan pada tahun 1947. Pada tanggal 15 Agustus 1947 Inggris memberikan kemerdekaan kepada India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu dan kepada Pakistan yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Menurut catatan sejarah, pada tahun 1290 M dinasti Khilji dari orang-orang Turki telah berkuasa di Delhi. Dibawah Dinasti Khilji ini perbedaan antara Turki dan bukan Turki dihapuskan. Semua pintu kekuasaan dan jabatan terbuka untuk muslim India, baik muslim pribumi maupun muslim pendatang. Pada masa dinasti Khilji ini perluasan daerah diarahkan kesebelah selatan sampai ke ujung selatan benua itu. Pada masa ini tiba-tiba pasukan Timur Lenk menyerbu India , sehingga India pada waktu itu dalam keadaan kacau tanpa pengawasan yang intensif. Setelah dinasti Khilji, India diperintah oleh dinasti Tughlug, kemudian diganti dinasti Lodhi suatu kabila dari Afgan. Dinasti Lodhi tidak lama memerintah India dan kemudian di gantikan oleh kerajaan Mughal.

Kerjaan Mughal memerintah India dengan ibukota Delhi selama tiga abad lebih atau tepatnya 331 tahun yaitu dari tahun 1526-1858 M. Raja-raja dari kerajaan Mughal yang telah memerintah India sebanyak 26 orang. Raja yang pertama bernama Zahiruddin Muhammad Babur yang telah berhasil mengalahkan kaum Lodhi dari kabilah Afgan. Zahiruddin Muhammad Babur adalah keturunan kelima dari timur Lenk yang pernah menyerbu India. Babur lahir di Farghana pada tahun 1482. Ayahnya bernama Umar Syaikh seorang penguasa di Farghana. Sebagai raja Mughal yang terakhir ialah Sirajuddin Bahadur Syah II. Sebelum ia tampil sebagai raja di India, Inggris telah membuka perserikatan dagang India Timur yang berpusat di Bengal dan Gujarat. Dengan demikian Gujarat yang pada saat itu merupakan pelabuhan yang ramai sudah dikuasai oleh Inggris. Ketika Bahadur Syah II menjadi raja, ia membangkitkan semangat warga Hindu dan warga Muslim untuk mengusir Inggris. Dalam usaha penyerangan warga Hindu dan warga muslim terhadap Inggris banyak orang Inggris yang mati terbunuh. Inggris segera mengerahkan tentara besar-besaran untuk menyerang India dan dalam penyerangan ini pasukan Hindu dan Muslim dapat dipukul mundur. Inggris dapat menduduki Delhi dan pemimpin-pemimpin Hindu dan Muslim ditangkap kemudian dibuang keluar India. Pada tahun 1858 Bahadur Syah II diusir dari istana kerajaan dibuang ke Rangoon (ibukota birma) dan akhirnya meniggal disana. Dengan demkian tamatlah riwayat kerajaan Mughal dan selanjutnya Inggris berkuasa di India sampai tahun 1947. Kerajaan Mughal di India ini telah banyak meniggalkan peniggalan sejarah yang berharga antara lain masjid-masjid yang indah, Taj Mahal, Benteng Merah, istana dan gedung-gedung pemerintahan yang megah. Bahasa urdu pada masa kerajaan Mughal menjadi bahasa resmi pemerintahan menggantikan bahasa Persia.

2.      Perkembangan Islam di India

Meskipun India lama dikuasai oleh pemerintahan Islam yaitu mulai tahun 1290 oleh dinasti Khilji hinggatahun 1858 oleh dinasti Mughal, mayoritas penduduknya tetap beragama Hindu. Di India sekarang keadaan penduduknya 80% beragama Hindu, 10% beragama Islam, dan 10% lagi beragama kristen, Budha, Syikh, dan aliran lain. Rupa-rupanya pemerintah Islam yang silih berganti dari satu dinasti ke dinasti yang lain tidak pernah memaksa kepada penduduk setempat untuk masuk Islam.

Muslim India sebagai golongan minoritas sering mendapatkan perlakuan yang tidak wajar dari golongan mayoritas. Oleh karena itu sering terjadi bentrok antara muslim dan hindu dan setiap terjadi bentrokan banyak terdapat korban di pihak muslim. Sebagai suatu contoh bentrokan yang terjadi antara muslim dan hindu di negara bagian Maharastur pada tahun 1984 berawal dari pidato seorang pemimpin organisasi sayap kanan ekstrim Hindu yang menyatakan bahwa Islam di India laksana kanker, oleh sebab itu untuk menyelamatkan bangsa India, Islam harus segera dihancurkan. Kaum muslim yang mendengar pidato itu marah, kemudian mengadakanpawai dengan membawa gambar tokoh Hindu yang dikalungi sandal tua sebagai lambang penghinaan kepada orang Hindu. Pawai ini dilempari batu-batu, asap, pentungan dan lain-lain sehingga banyak korban yang meniggal dari pihak muslim.

Masyarakat muslim di India keadaanya memang sangat tertekan, tetapi ada ahli sejarah yang meramalkan bahwa masa depan Islam di India akan lebih baik dibanding dengan Pakistan. Orang-orang Islam di India kebanyakan tinggal satu tempat tidak terpencar-pencar. Dengan demikian memudahkan mereka untuk mengkosalidasikan segala sesuatu yang dibutuhkan. Di dalam melakukan dakwah, beberapa yayasan di India memberikan pinjaman kepada mereka yang memerlukan tanpa dipungut bunga, kecuali sekedar persyaratan guna menjamin pengembalian pinjaman. Organisasi-organisasi Islam bergerak dalam berbagai bidang antara lain dalam bidang pendidikan, bidang dakwah, bidang ekonomi dan bidang kebudayaan.

Sekolah-sekolah Islam dibawah tingkat Universitas jumlahnya cukup banyak tersebar diseluruh pelosok India

Sekolah-sekolah dan Akademi-akademi serta universitas Islam sebagai peniggalan dari kerajaan-kerajaan Islam terdahulu sampai sekarang masih tetap berjalan seperti biasa. Sebagai contoh dapat disebutkan Darul Ulum dan Nadwal Ulama di Lucknow, universitas Osmamiyyah dan Akademi DairatulMa’arif di Heiderabad. Organisasi-organisasi mahasiswa Islam juga bekembang diberbagai universitas sebagian bersifat independen dan lainya berinduk kepada jama’ah Islamiah.


Sumber: Departemen Agama RI. 1994. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas II

Wednesday, November 14, 2018

ISLAM DI PAKISTAN



ISLAM DI PAKISTAN
Pakistan ialah suatu negara yang terdapat di Asia Selatan, terlatak di laut Arab diantara Afganistan di barat laut dan India di sebelah tenggara. Negara Pakistan berbentuk republik yang dikenal dengan republik Islam Pakistan. Negara Pakistan terdiri dari beberapa propinsi Punyab, Sind, Buluchistan dan propinsi Barat Laut.

1.      Masuknya Islam di Pakistan

Mula-mula Pakistan merupakan wilayah India. Tuntutan Pakistan untuk berdiri sendiri sebagai suatu negara Islam merdeka yang terlepas dari India meningkat sejak tahun 1900. Untuk menyatukan langkah dalam upaya melepaskan dari India, didirikanlah organisasi liga Islam pada tahun 1906. Sejak tahun 1916 organisasi ini dipimpin oleh Muhammad Ali Jinnah dan ia di angkat menjadi gubernur Jenderal pertama dominion Pakistan. Pada tahun 1971 di Pakistan terjadi perpecahan antara Pakistan timur dan Pakistan Barat. Perpecahan ini berakhir dengan pemisahan Pakistan Timur dari negara Pakistan yaitu Bangladesh yang menjadi negara merdeka. Pada tanggal 17 April 1971 republik Bangladesh diproklamirkan sebagai negara merdeka dengan Mujibur Rachman sebagai Presidenya. Pada tahun 1974 Pakistan mengakui kemerdekaan Bangladesh dengan melalui penandatanaganan perjanjian antara Pakistan dan Bangladesh.

Agama Islam masuk di Pakistan sudah sejak lama, jauh sebelum Pakistan berdiri sendiri sebagai suatu negara yang merdeka. Yaitu pada masa pemerintahan Khalifah Walid bin Abdul Malik (705-715) dari daulat Bani Ummayyah. Pada waktu itu daerah Sind diperintah oleh keluarga Brahma suatu kasta dari agama Hindu. Rakyat yang diperintah oleh keluarga Brahma ini merasa mendapat tekanan berat dari segi sosial dan ekonomi. Oleh sebab itu mereka mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah Islam di Damaskus. Oleh Khalifah Walid bin Abdul Malik, dikirimkan pasukan Islam dibawah panglima Muhammad bin Qasim. Pasukan Islam dapat menaklukkan pemerintah di Sind dan Muhammad bin Qasim dapat menjalankan pemerintahan di Sind dengan baik. Dengan pemerintahan dibawah kepemimpinan Muhammad bin Qasim, pada umumnya rakyat mendapat hak-hak mereka baik dari segi agama, sosial dan ekonomi. Muhammad bin Qasim meperlakukan orang-orang Hindu dengan baik, antara lain dengan mengangkat mentri-mentri da pengawas-pengawas polisi dari kalangan mereka. Tidak lama kemudian Muhammad bin Qasim dipanggil oleh Khalifah Walid untuk digantikan orang lain. Sejak keberangkatan Muhammad bin Qasim ke Damaskus, banyak bangsawan Hindu yang memberontak terhadap kekuasaan Khalifah.

Ketika Dinasty Abbasiyah, Khalifah yang pertama mengirimkan pasukan ke Sind untuk menggantikan gubernur dari Dinasty Bani Ummayyah. Kemudian Khalifah yang kedua yaitu Al-Mansur mengirimkan sebuah ekspedisi lagi dan mendirikan kota Mansurah sebagai markas militer. Pada masa Khalifah Al-Makmun dari dinasti Abbasiyah (813-833) banyak keluarga Arab yang berpindah ke Sind untuk mendirikan daerah perantauan Arab yang besar. Setelah dinasti Abbasiyah mulai menurun Sind menjadi provinsi yang diperintah oleh pangeran-pangeran kecil. Selanjutnya daerah Sind diperintah oleh pemerintahan Islam dari berbagai dinasti silih berganti sehingga banyak orang asli daerah Sind yang memeluk Islam.

2.      Perkembangan Islam di Pakistan

Pada umumnya muslim di Pakistan giat melakukan dakwah Islam, baik mereka yang berada di dalam negeri maupun yang berada di luar negeri. Di Pakistan ada beberapa organisasi keagamaan, misalnya gologan Maududi. Organisasi ini bermula dari salah seorang tokoh bernama Abdul A’la Maududi yang lahir pada tahun 1904 M. Waktu mudanya dia pernah menjadi redaktur majalah kepunyaan kongres muslimin dan diakui sebagai penulis yang baik. Banyak kaum intelektual Islam, terutama mereka yang belum mendalami barat sangat terpengaruh oleh tulisan-tulisan Maududi, sehinga ia dapat mendirikan partai pada tahun 1941. Orang-orang yang diterima hanyalah orang-orang pilihan yang dianggap memenuhi syarat-syarat minimal dari ajaran dan praktek-praktek Islam. Yan akan menjadi anggota harus melalui masa percobaan. Tidak banyak yang masuk, tetapi sejumlah besar menjadi simpatisan. Organisasi keagamaan yang lain ialah liga muslimin yang sudah ada terlebih dahulu yang berdiri pada tahun 1906. Organisasi ini berperan penting dalam usaha kemerdekaan Pakistan dari India pada tahun 1947. Pada waktu itu yang menjadi pimpinan liga muslim ialah Muhammad Ali Jinnah. Sekarang liga Muslim bukan hanya sebagai organisasi keagamaan tetapi juga sebagai salah satu organisasi politik di Pakistan yang terkemuka.

Di London (Inggris) terdapat organisasi pusat Studi Pakistan yang didirikan pada tahun 1981. Organisasi ini bertujuan untuk meperkenalkan Pakistan ke dunia luar. Selain itu organisasi ini juga dimaksudkan untuk menjadi lembaga batuan sosial. Kegiatan organisasi ini secara teratur menerbitkan jurnal yang berkaitan dengan kegiatan organisasi dan berita-berita aktual tentang Pakistan. Pusat studi Pakistan di Inggris ini pernah menyelenggarakan seminar yang membahas secara menyeluruh tentang negara Pakistan dalam berbagai aspeknya. Topik-topik yang diseminarkan antara lain mengenai pendidikan, kebudayaan, perdagangan, kemasyarakatan dan media massa.



Sumber: Departemen Agama RI. 1994. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas II


Islam di Benua Afrika

Islam di Afrika Sejak pada masa Rasulullah SAW, sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di benua Af...