Saturday, January 26, 2019

Islam di Benua Afrika



Islam di Afrika

Sejak pada masa Rasulullah SAW, sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di benua Afrika yaitu Gubernur Muqauqis di Mesir. Pada waktu itu Rasulullah SAW mengirimkan surat kepada gubernur Muqauqis untuk masuk Islam. Ajakan ini diterima dengan baik walaupun Gubernur itu belum sempat masuk Islam. Untuk memberikan penghormatan kepada Rasulullah SAW, Gubernur itu memberi hadiah yang istimewa kepeda beliau, yaitu seorang bernama Maria. Secara resmi Islam masuk di benua Afrika pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

1.      Masuknya Islam di Afrika

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, Mesir dalam penjajahan bangsa Romawi timur. Yang diangkat untuk menjadi gubernur Mesir pada waktu itu ialah Muqaquis dari Romawi Timur. Bangsa Mesir pada waktu mengalami penderitaan yang mendalam karena ditindas oleh bangsa Romawi. Harta kekayaan bangsa Mesir diangkut ke negri penjajah untuk memperkaya bangsa Romawi. Bangsa Romawi juga memaksakan mazhab bangsanya untuk dianut oleh bangsa Mesir. Pajak yang dibebankan kepada rakyat Mesir sangat tinggi, dan apa saja yang dimiliki oleh orang Mesir jika dikehendaki oleh orang Romawi harus diberikanya. Dengan penderitaan yang berat ini banyak orang-orang Mesir yang keluar dari negri Mesir dan mereka sangat merindukan kebebasan. Dalam situasi seperti ini Amru bin Ash selaku panglima perang mengusulkan kepada Khalifah Umar bin Khattab untuk membebaskan bangsa Mesir dari penindasan bangsa Romawi.

Usul ini pun diterima oleh Khalifah Umar, dan karena pasukan Islam pada waktu itu sedang berada di beberapa tempat seperti di Persia dan Syiria, maka pasukan Islam yang dipersiapkan untukmembebaskan bangsa Mesir hanya sebanyak 4000 orang. Jumlah ini sebenarnya terlalu kecil jika dibandingkan dengan kekuatan pasukan Romawi Timur di Mesir. Pasukan Islam ini di pimin oleh Amru bin Ash. Dengan bekal keteguhan iman, keberanian dan semangat yang tinggi Amru bersama pasukanya memasuki daerah Mesir dimulai dari darah kosong yaitu melalui padang pasir, terus memasuki kota kecil bernama Al Arisy, yang tidak memperoleh perlawanan. Dari kota ini Amru beserta pasukanya memasuki kota Al Farma yang merupakan pintu gerbang memauki Mesir. Di kota ini pasukan Islam mendapatkan perlawanan. Amru mengadakan pengepungan, dan setelah satu bulan akhirnya mereka menyerah kepada pasukan Islam. Dari Al Farma pasukan Islam melanjutkan penyerangan ke kota Bilbis. Disini pasukan Islam mendapatkan bantuan dari rakyat Mesir, sehingga dalam waktu satu bulan kota ini dapat dikuasai. Dalam peperangan di Bilbis ini pasukan Islam dapat menagkap puteri Muqauqis yang terkenal sebagai pelindung rakyat Mesir. Putri ini oleh pasukan Islam diantarkan ke rumahnya dengan segala penghormatan.

Dari kota Bilbis pasukan Islam menuju ke Tondamius yang terletak di tepi sungai Nil. Disini Amru mengalami kesulitan, karena pasukan Islam banyak yang sudah gugur, dan yang masuh hidup juga merasa sudah lelah. Amru minta bantuan tambahan pasukan kepada khalifah Umar, dan kepada pasukan yang ada Amru memberikan semangat dengan menyampaikan pidato berapi-api di depan mereka. Benteng Tondanius dapat dihancurkan dan pasukan Islam melanjutkan perjuanganya menuju Ainu Syams. Disini pasukan Islam mendapatkan bantuan pasukan dari pusat sebanyak 4000 orang. Setelah Ainu Syams dapat ditaklukkan, pasukan Islam mepersiapkan diri untuk menggempur benteng Babil. Selama 7 bulan benteng Babil dikepung oleh pasukan Islam dan akhirnya benteng terbesar di Mesir ini dapat dihancurkan. Setelah hancur benteng Babil penyerbuan pasukan Islam dilanjutkan ke Iskandariyah sebuah kota pelabuhan yang besar di Mesir. Kota ini merupakan kota terkahir yang jatuh ke tangan Islam. Setelah kota Iskandariyah dapat direbut oleh pasukan Islam, maka diadakan perjanjian antara Amru dan Muqauqis dan sejak itu pula Mesir menjadi daerah Islam sepenuhnya.

Pada masa Khalifah Usman bin Affan, pasukan Islam juga dapat merebut Tunisia dari tangan penjajah Romawi. Pasukan Islam dapat merebut Tunisia dengan mudah karena dibantu oleh rakyat Tunisia yang sudah tidak senang dengan penjajah Roma. Pada masa dinasty Bani Umayyah perluasan Islam di benua Afrika ini mengalami keberhasilan sebagaimana yang diharapkan.

2.      Perkembangan Islam di Afrika

Pembahasan tentang perkembangan Islam di Afrika berarti meliputi negara-negara yang terdapat di benua Afrika. Negara-negara itu antara lain Mesir, Lybia, Tunisia, Aljazair, Maroko, Mauritania, Mali, Nigeria, Pantai Gading, Ghana, Chad, Sudan, Ethiopia, Somalia, Kenya, Tanzania, Zaire, Angola, Zambia, Uni Afrika Selatan dan masih ada lagi yang lain. Namun dalam pembahasan ini akan dikemukakan beberapa negara saja, dengan harapan dapat memberikan gambaran secara keseluruhan. Yang penting diketahui untuk benua Afrika ini ialah bahwa mendapatkan julukan benua Islam karena 70% penduduk beragama Islam.

a.      Mesir

Mesir adalah satu-satunya negara di benua Afrika yang paling dahulu mengenal Islam. Jumlah penduduknya sebanyak 41.990.000 orang. Dari sejumlah ini terdapat lebih kurang tiga juta orang yang memeluk agama Kristen, selebihnya memeluk agama Islam. Di Mesir terdapat delapan buah universitas, termasuk Universitas Al Azhar yang sangat terkenal di seluruh dunia. Universitas ini didirikan pada tahun 972 M oleh dinasti Fatimiyah dan sampai sekarang telah banyak jasanya dalam mencetak kader-kader ulama tangguh. Dewasa ini Universitas Al Azhar bukan hanya menyelenggarakan pendidikan dibidang agama, tetapi juga dalam bidang yang lain seperti teknik, kedokteran dan lain-lain.

b.     Libia

Republik rakyat Libia mempunyai luas daerah 1.795.540 km dengan jumlah penduduk sebesar 2,9 juta jiwa. Mereka hampir seluruhnya beragama Islam, hanya sebagian kecil saja yang bukan Islam. Penduduk Libia terutama terdiri dari orang-orang Arab, hanya bagian selatan dan barat yang dihuni oleh orang-orang Bar-bar. Perekonomian rakyat yang terutama adalah dari sektor pertanian, selain industri minyak yang baru memberikan kesempatan kerja pada sebagian kecil penduduk.

c.      Chad

Republik Chad terletak di bagian Utara Afrika Tengah. Penduduknya lebih kurang berjumlah 4 juta jiwa yang 80% beragama Islam, 10 % beragama Kristen dan selebihnya penganut Animisme. Penduduk yang beragama Islam pada umumnya tinggal dibagian Utara dan dan yang beragama Kristen tinggal dibagian Selatan. Bahasa penduduk ialah bahasa Arab dan bahasa Prancis. Pada tahun1965 didirikan The Chad Liberation yang bertujuan antara lain untuk meperthankan Islam.

d.     Nigeria

Nigeria sebuah negara yang terletak di Afrika Barat dan termasuk negara terkemuka dengan produksi minyaknya yang besar. Nigeria termasuk negara kedua yang mengekspor minyaknya ke Amerika Serikat setelah Arab Saudi. Penduduknya terdiri dari bermacam-macam kelompok etnis sampai berjumlah ratusan, tetapi hanya ada tiga suku yang dianggap besar. Jumlah penduduknya sebesar 95 juta dan 75 % memeluk agama Islam, selebihnya Animisme dan Kristen.

Negara-negara lain di Afrika yang mempunyai penduduk mayoritas Islam, antara lain dapat disebutkan Aljazair, Tunisia, Sudan dan Maroko.


Sumber: Departemen Agama RI. 1994. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas II



Wednesday, January 2, 2019

ISLAM DI BENUA AUSTRALIA



ISLAM DI AUSTRALIA

            Keberadaan Islam di Australia pada umumnya tidak mengalami hambatan yang berarti karena masyrakat Australia mempunyai tingkat toleransi yang cukup tinggi. Masyarakat Australia lebih cendrung menganggap bahwa kaum muslim telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan di benua ini. Australia yang berpenduduk sekitar 15 juta jiwa lebih, yang memeluk agama Islam sekitar 250.000 orang. Ada juga yang meperkirakan penduduk Australia yang muslim berjumlah 270.000 orang. Mereka kebanyakan berasal dari berbagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Diantara mereka terdapat orang kulit putih yang telah masuk agama Islam, tetapi jumlahnya belum banyak, diperkirakan baru sekitar 300 orang.

1.      Masuknya Islam di Australia

            yang membawa agama Islam masuk ke Australia ialah orang-orang yang berasal dari Pakistan atau kemungkinan orang Afganistan. Ketidak jelasan ini disebabkan karena tidak ada catatan resmi tentang muslim pertama yang menginjakkan kakinya di benua Australia ini. Yang diketahui ialah bahwa Islam masuk bersamaan dengan didirikan ibukota negara bagian Australia Selatan, Adelaide. Muslim pertama yang datang dibenua Australia ini tidak mendalam pengetahuan agamanya dan diperkirakan pendidikanya pun rendah. Hal in terbukti pelajaran yang disampaikan tidak mendalam dan cara-cara yang ditempuhpun kurang sistematis. Namun demikian kehadiran muslim di Australia ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Australia dalam kaitanya dalam mengurus onta. Pada waktu itu onta mempunyai peranan penting untuk mengangkut barang-barang dalam penjelajahanya di Australia bagian tengah.

            Islam masuk ke Australia diperkirakan pada tahun 1850-1870, yaitu pada masa kota Adelaide menjadi pangkalan bagi usaha perintisan dan penjelajahan kawasan tengah Australia. Pada tahun 1870 didirikan sebuah masjid kecil yang cukup indah dengan empat menara pada masing-masing sudutnya. Masjid itu didirikan disebuah lapangan disekitar orang-orang Afgan memelihara ontanya. Sambil memelihara onta mereka melakukan dakwah. Tetapi karena mereka bukan ahli dakwah yang terlatih, maka tugas dakwanya hanya dilakukan secara sambil laludan tidak terencana dengan baik.

2.      Perkembangan Islam di Australia

Di Australia kebebasan beragama dijamin oleh undang-undang. Bagi golongan pemeluk agama yang ingin mendirikan tempat untuk beribadah mereka harus terlebih dahulu meminta izin dari pemerintah. Jika umat Islam ingin mendirikan masjid, maka sudah ada aturan yang jelas, sebagaimana aturan yang berlaku pada agama-agam lain. Pada umumnya masyarakat Australia menganut agama Kristen, tetapi toleransi mereka terhadap agama lain cukup besar termasuk agama Islam. Mengenai perkembangan Islam di Australia dapat dilihat dari beberapa negara bagian sebagai berikut:

a.     Canberra

            Canberra adalah ibukota Australia yang dibangun dengan rencana tata kota yang matang dan sempurna. Pada tahun 1982 penduduk Canberra berjumlah 220.000 orang. Parlemen federal Australia baru pindah ke Canberra pada tahun 1927 yang sebelumnya berkedudukan di Melbourne. Di Canberra hanya ada sebuah masjid yang disebut dengan masjid Canberra. Masjid ini dibangun bersama oleh kedutaan besar Indonesia, kedutaan besar Malaysia, dan kedutaan besar Pakistan. Masjid ini diresmikan pada tahun 1961. Yang bertindak sebagai imam masjid adalah Amin Hady berasal dari Indonesia (Jawa Tengah) yang diangkat oleh AFIC (Australia Federation of Islamic Councils). Dia adalah tamatan Universitas Al Azhar Cairo.
           
            Amin Hady berusaha sekuat tenaga untuk mensyiarkan agama Islam di masjd itu. Walaupun fasilitas yang serba kurang, Amin Hady telah berbuat banyak dalam kegiatan dakwah-dakwah Islam yang sangat bermanfaat bagi para jamaah. Sebelum Amin Hady ditugaskan di masjid itu, sering keadaan masjid terkunci dan kurang terurus. Setelah Amin Hady bertugas disitu shalat jamaah setiap waktu dapat dilaksanakan. Pada hari sabtu dan minggu diadakan pengajian untuk anak-anak dan untuk orang dewasa.

            Umat Islam di Canberra tidak begitu banyak hanya sekitar 2000 orang. Mereka terdiri dari para diplomat dari ngara-negara Islam, cendekiawan dan para mahasiswa dari berbagai penjuru dunia. Ada juga diantara mereka yang merupakan imigran dari berbagai negara, antara lain dari Libanon dan Yugoslvia. Para imigran itu ada yang bekerja pada pemerintah dan ada yang bekerja di perusahaan swasta. Masyarakat Indonesia yang berada di Canberra juga ikut aktif dalam melakukan dakwah. Selain dakwah yang dilaksanakan di masjid ada juga dakwah yang dilakukan dari rumah ke rumah.

b.      Victoria

            Negara bagian Victoria ibukotanya adalah Melbourne. Penduduknya lebih kurang 3 juta jiwa. Jumlah umat Islam di negara bagian Victoria sekitar 120.000 orang. Mereka berasal dari Lebanon, Turki, Yugoslavia, Afganistan, Albania, Mesir, Pakistan, Indonesia dan lain-lain. Jumlah masjid disana sebanyak 7 buah. Disamping itu ada shalat jumat yang dilaksanakan di Universitas Monash. Diantara masjid di Victoria ada yang namanya masjid Prestan yang nama resminya Islamic Center dan masjid Umar bin Khattab. Masjid Umar bin Khattab ini merupakan masjid yang terbesar di Victoria. Masjid ini dilengkapi dengan kantor, perpustakaan, ruang pertemuan, ruang belajar dan ruang serba guna. Masjid yang besar ini mempunyai beberapa orang pegawai yang setiap hari selalu sibuk dengan urusan dakwah. Saat sekarang sedang dipersiapkan taman pendidikan untuk anak-anak Islam.

            Masyarakat Islam dari Indonesia di Melbourne cukup banyak. Mereka juga sudah merintis suatu organisasi buat umat Islam yang berasal dari Indonesia di Melbourne. Usaha ini dipelopori oleh Aminuddin Sanip yang bekerja di radio Australia dan Iwan Irawan yang bekerja di perusahaan swasta. Selain di Melbourne, umat Islam juga terdapat di Shepparton dan Bendigo. Di dua kota ini juga terdapat masjid atau Islamic center.

c.      Australia Barat

            Negara bagia Australia Barat penduduknya berjumlah 1.265.000 jiwa. Ibukotanya adalah Perth dengan penduduk berjumlah 805.489 jiwa. Umat Islam di Australia Barat diperkirakan sejumlah 12.000 orang yang berasal dari Afganistan, Turki, Negara-negara Arab, Indonesia, Singapura, Malaysia dan lain-lain. Umat Islam yang terbanyak di kota Perth. Di Perth terdapat tiga buah masjid yaitu masjid Afganistan (masjid Perth). Masjid Islamic council dan masjid Turki. Di Universitas Westrn Australia juga diadakan shalat jumat. Di kota Kotarning yang letaknya 290 Km dari kota Perth juga terdapat masjid besar sekali. Penduduknya yang muslim berasal dari kepulauan Cocos yang terletak di lautan India sebelah barat Darwin. Mereka masih pandai berbahasa Melayu (Indonesia). Penduduk kota Kotarning berjumlah 1.237 orang dan 300 orang diantara mereka adalah muslim yang berasal dari kepulauan Cocos.

d.     Kepulauan Christmas

            Kepualauan Christmas terletak di lautan India disebelah barat laut kota Perth dan sebelah Selatan pulau Jawa. Penduduknya berjumlah lebih kurang 2937 orang yang terdiri antara lain dari orang India, Singapura dan Malaysia. Dikepulauan Christmas juga terdapat umat Islam yang keadaanya lebih maju jika dibandingkan dengan umat Islam di Cocos, terutama dari segi pendidikan Islam.

e.     Quensland

            Negara bagian Quensland ibukotanya Brisbone. Umat Islam hanya beberapa ribu orang saja dengan empat buah masjid dan beberapa oraganisasi Islam. Umat Islam berasal dari Yugoslavia, Albania, Pakistan, Indonesia dan lain-lain. Umat Islam terdapat di Brisbone, Mackoy, Townsville dan Mareboa. Umat Islam di Mackoy sebagian besar berasal dari Indonesia. Jumlah umat Islam di Mackoy lebih kurang 300 orang. Pada waktu itu mereka belum mepunyai masjid tetapi sudah mempunyai sebuah Islamic Centere.

f.       South Australia (Australia Selatan)

            Di Australia Selatan terdapat empat buah masjid. Umat Islam umumnya terdapat di Adelaide dan Whyalla. Di Adelaide terdapat sebuah masjid yang dibangun oleh orang-orang Afganistan pada tahun 1889 dan merupakan masjid yang tertua yang masih ada di Australia pada waktu ini.

g.     Northern Terrtoy (wilayah utara)

            Umat Islam di wilayah ini mempunyai dua buah masjid dan beberapa Islamic center. Umat Islam berasal antara lain Indonesia, Pakistan, Malaysia, Afganistan, Albania dan lain-lain. Masjid yang besar di daerah ini terdapat di kota Darwin.

h.      Tasmania

            Di Tasmania terdapat sebuah masjid dan sebuah organisasi Islam. Di daerah ini umat Islam tidak banyak hanya terdapat di Hobort dan Launceston.

            Orang Islam di Australia yang beraneka ragam asal usulnya dan terpancar dan terpencar-pencar tempat tingalnya di benua Australia itu telah membantuk suatu oraganisasi yang merupakan federasi. Oragnisasi ini terbentuk pada tahun 1976 dengan nama Australia Federation of Islamic Council (AFIC). Tugas AFIC ialah melaksanakan kordinasi dan kerjasama untuk dakwah Islam di Australia. AFIC hanya terdapat di tingkat federal sedangkan di setiap negara bagian dibentuk Islamic Counsil yang mengurusi organisasi Islam di negara bagian tersebut. Kantor AFIC terdapat di Sydney. Program yang telah dilaksanakan AFIC antara lain menyelenggarakan perkawinan secara Islam bertempat di masjid-masjid  atau di Islamic center. AFIC juga telah berjasa mengadakan penyembelihan hewan secara Islam. Daging-daging yang diekspor ke luar negri terutama negara-negara Islam dilakuakan secara Islam penyembelihanya. AFIC juga telah mengangkat beberapa orang Imam untuk masjid-masjid di Australia. Imam-imam yang diangkat oleh AFIC gajinya dibayar oleh pemerintah Saudi Arabia. AFIC juga telah mengusahakan dana dari negara-negara Arab khususnya Saudi Arabia untuk pembangunan masjid dan Islamic Center.

            AFIC terus berusaha agar hukum-hukum kekeluargaan dalam Islam yang meliputi perkawinan, perceraian, kuburan Islam, hari libur untuk hari besar Islam dan lain-lain diakui. Selain organisasi AFIC, di Australia juga terdapat organisasi mahasiswa Islam yang disebut Australian Students Organisation. Oraganisasi mahasiswa ini aktif melakukan dakwah di kampus-kampus di berbagai universitas Australia. Kantor organisasi mahasiswa ini sama dengan kantor AFIC.


  Sumber: Departemen Agama RI. 1994. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas II

Saturday, December 29, 2018

Islam di Eropa



Islam di Eropa

Islam di Eropa di mulai ketika terjadi penaklukan pasukan Islam di Spanyol pada masa Khalifah Al Walid dari dinasti Bani Umayyah yang memerintah pada tahun 705-715 M. Sebelum umat Islam menguasai Spanyol mereka telah menguasai Afrika Utara dan menjadiakannya sebagai salah satu propinsi dari Dinasti Bani Umayyah.

1.    Masuknya Islam di Eropa

Ketika Khalifah Al Walid yang berkedudukan di Damskus mengirimkan pasukan untuk mengadakan perluasan daerah, maka Musa bin Nusyair (gubernur Afrika Utara) mengutus Thariq bin Ziad untuk memimpin penjajagan ke Spanyol. Dalam penjajagan itu pasukan Thariq tidak mendapatkan perlawanan yang berarti. Ia mraih kemenangan dan kembali ke Afrika Utara dengan membawa harta rampasan yang banyak. Peristiwa itu terjadi pada tahun 709. Untuk selanjutnya Musa bin Nusyair menugaskan Thariq bin Ziad untuk memimpin pasukan yang sebagian besar terdiri dari orang Barbar dan sebagian kecil terdiri dari orang-orang Arab. Pada tahun 710 Thariq bin Ziad berlayar mengarungi Laut Tengah menuju daratan Spanyoldan berhasil mendarat di sebuah bukit yang kemudian diberi nama dengan Gibraltar (jabal Thariq).

Ketika Roderick (raja Spanyol) mengetahui bahwa Thariq dan pasukanya telah memasuki Spanyol maka ia pun mengumpulkan bala tentaranya, dan terjadilah pertempuran yang hebat selama 8 hari. Peperangan di menangkan oleh pasukan Islam dan Roderick lari ke arah barat laut beserta pengikutnya. Untuk selanjutnya Thariq menaklukan Toledo, kemudian Archidona dan Granada kesuksesan Thariq ini membuat Musa bin Nusyair ikut serta menaklukan daerah-daerah yang belum di taklukan oleh Thariq. Di Toledo Musa bin Nusyair bertemu bertemu dengan Thariq besarta pasukanya dan penaklukan diteruskan ke daerah utara. Pasukan Islam mendapatkan kemenagan ini antara lain disebabkan semangat bertempur yang tinggi dan mendapatkan bantuan dari orang-orang Spanyol yang tertindas oleh Roderick dan juga banyak pasukan Roderick yang akhirnya bergabung dengan pasukan Islam.

Setelah Spanyol dapat ditaklukan, umat Islam berupaya mengembangkan pemerintahan Islam di daerah itu. Pada mulanya pemerintahan Islam di Spanyol ini merupakan salah satu propinsi dari dinasti Bani Umayyah, tetapi setelah dinasti Bani Umayyah diganti dengan dinasti Abbasiyah, maka pemerintahan Islam di Spanyol ini merupakan pemerintahan yang berdiri sendiri. Musa bin Nusyair mulai menyusun pemerintahan baru dengan menetapkan Sevilla sebagai ibukota. Namun tidak lama kemudian Musa bin Nusyair dipanggil oleh Khalifah ke Damaskus. Sebelum Musa meniggalkan Spanyol ia telah menunjuk anaknya (Abdul Aziz) untuk menjadi wakil gubernur di Spanyol. Abdul Aziz segera mengatur pemerintahan dengan menitipberatkan pada bidang pertahanan. Pada masa Abdul Aziz tidak terjadi pemberontakan, tetapi ketika masa Abdur Rahman Al Saqafi (pengganti Abdul Azis), terjadi pemberontakan orang-orang Spanyol tetapi dapat dipadamkan. Selanjutnya pemerintahan pemerintahan Abdul Azis dan Abdur Rahman Al Saqafi memusatkan kegiatanya dalam memperkuat kekuatan di dalam negri dan tidak mengadakan penaklukan daerah baru.

Pengganti Abdul Azis ialah Al Samah bin Malik yang mulai mengadakan perluasan daerah. Selanjutnya Al Samah diganti Abdur Rahman Al Ghafiqi dan ia terbunuh ketika mengadakan perluasan daerah ke Prancis. Abdur Rahman Al Ghafiqi diganti Yusuf Al Fiqri yang merupakan gubernur terakhir pada masa dinasti Bani Umayyah. Ketika dinasti Bani Umayyah di Bagdad digantikan oleh dinasti Abbasiyah, salah seorang dari keturunan dinasti Bani Umayyah dapat melarikan diri ke Spanyol, yaitu Abdur Rahman bin Muawiyah bin Hisyam. Abdur Rahman inilah orang pertama yang mendirikan kekhalifahan di Spanyol, tidak lagi menjadi gubernur seperti masa-masa sebelumnya. Ia mendirikan Khalifah bani Umayyah di Spanyol, yang berdiri sendiri, tidak dibawah pemerintahan dinasti Bani Abbas di Bagdad. Karena keberhasilan Abdur Rahman dalam menaklukkan Spanyol dan mendirikan kekhalifahan dengan hasil yang gemilang, maka ia mendapatkan julukan Ad-Dakhil “si Penakluk.   

Pemerintahan Islam di Spanyol ini berlangsung selama lebih kurang delapan abad yaitu semenjak tahun 711 setelah Thariq bin Ziad menguasai Spanyol sampai dengan Spanyol dikuasai Kristen lagi pada tahun 1942. Banyak kemajuan yang dicapai oleh umat Islam pada waktu itu. Dibidang agama banyak sekali bermunculan ulama besar yang tercatat sebagai ahli Hadits, ahli fiqih ilmu kalam, dan ahli ilmu tasawwuf. Imam Al Auza’i adalah salah seorang tokoh dalam bidang fiqih, demikian juga ibnu Rusyd seorang filosouf yang sangat terkenal diseluruh dunia. Ibnu Arabi yang dikenal sebagai sufi terbesar diseluruh dunia juga berasal dari Spanyol. Dibidang filsafat selain ibnu Rusyd juga ada dua nama besar yang lain yaitu Ibnu Bajah dan Ibnu Tufail. Ahli astronomi yang terkenal dapat disebut Al Majriti dari Cordova, Al Iarqali dari Toledo dan Ibnu Aflah dari Seville. Selain itu banyak lagi ahli-ahli dibidang tumbuh-tumbuhan, kedokteran, dan kesusatraan. Dibidang arsitektur, Islam telah mewariskan bangunan-bangunan yang indah dan megah yang sampai sekarang dapat kita saksikan seperti istana Al Hamra yang terletak di Granada, masjid Cordova, istana Ja’fariah, tembok Toledo, istana Al Makmun, dan masjid Seville.

Islam di Spanyol yang pernah mencatat keberhasilan yang gemilang akhirnya jatuh pada tahun1238 Cordova jatuh ke tangan orang-orang Kristen, kemudian pada tahun1248 Seville, dan yang terakhir pada tahun 1491 Granada mengalami nasib yang sama. Pada waktu itu orang-orang Islam di Spanyol dihadapkan pada tiga pilihan, masuk Kristen, keluar dari Spanyol atau dibunuh. Pada tahun 1609 boleh dikatakan tidak ada lagi orang Islam di Spanyol. Umumnya mereka pindah ke kota di pantai Utara Afrika.

2.    Perkembangan Islam di Eropa

Cara-cara yang ditempuh oleh orang-orang Kristen di Spanyol terhadap orang-orang Islam sangat kasar, yaitu orang-orang Islam dipaksa untuk masuk Kristen, orang-orang Islam tidak boleh mengadakan perkawinan secara Islam dan juga tidak boleh mengunakan bahasa Arab. Sejak itu hubungan antara Eropa dan dunia Islam terputus sama sekali. Hubungan ini mulai lahir lagi pada abad ke 18 sampai dengan abad ke 20 ini, yaitu setelah negara-negara Islam atau negara yang berpenduduk mayoritas Islam mendapatkan kemerdekaan dari orang-orang Eropa. Banyak sekali orang-orang Islam yang datang ke Eropa baik sebagai Imigran maupun karena ingin menuntut ilmu. Mereka saling tukar menukar informasi satu sama lain dan saling mengadakan kerjasama. Dari sini kita mengenal sebuah organisasi Islam yang disebut Young Muslim Association in Europa atau disingkat dengan YMAE. Organisasi ini bergerak dibidang sosial dan dakwah. Dalam melaksanakan dakwah, mereka banyak yang berhasil karena aktifis-aktifis dakwah mereka mempunyai pikiran yang luas dan hati terbuka serta mampu bergaul dengan masyarakat.

Selain adanya organisasi yang berciri internasional itu, banyak pula pekerja-pekerja dari Turki dan Pakistan yang hidupnya selalu mengelompok. Mereka sering membeli rumah-rumah yang kemudian digunakan untuk masjid dan macam-macam kegiatan Islam. Untuk mengajar pelajaran agama Islam, kadang-kadang mereka mendatangkan ulama dari negrinya. Selain itu, hampir setiap saat, terutama pada musim panas, banyak orang-orang dari Arab Saudi, Kuait dan Irakdatang berlibur hampir semua negara di Eropa dan mereka menyewa flat bersama-sama keluarga dalam waktu beberapa bulan. Sebagai gambaran keadaan umat Islam di Eropa, berikut ini dikemukakan jumlah angka penduduk muslim dibeberapa negara di Eropa, terutama Eropa Barat.

Di Austria jumlah kaum muslimin menurut perhitungan bulan Mei 1981 sebanyak 76.940 jiwa dan 59.910 diantaranya adalah orang-orang Turki. Orang-orang Turki ini sebagian besar adalah sebagai buruh imigran. Sedangkan 1574 orang berasal dari Mesir dan 3141 orang berasal dari Iran.

Di Belgia terdapat lebih dari 186.387 orang Islam. Diantara mereka 10.796 orang berasal dari Aljazair, 105.133 orang dari Maroko, 6.871 orang dari Tunisia dan 63.587 orang berasal dari Turki.

Sementara itu Prancis terdapat lebi dari 2 juta orang Islam. Mereka yang berasal dari Aljazair sebanyak 777.037 orang, dari Maroko di perkirakan mencapai 600.000 orang dan dari Turki mencapai lebih dari 140.000 orang.

Di Jerman penduduk muslim sebanyak 1,7 juta jiwa. Mereka berasal dari Iran, Yordania, Maroko, Pakistan, Turki dan Tunisia. Jumlah diatas belum mencakup muslim yang berasal dari penduduk Jerman asli atau dari negara minoritas muslim yang lain. Muslim di Jerman sebagaimana yang telah disebutkan, berasal dari Iran sekitar 29.000 dari Maroko 35.854 dan dari Pakistan 26.000 orang. Pemerintah Jerman mempunyai catatan rapi tentang perkawinan antara agama dan antara bangsa. Sebagai contoh pada tahun 1983 sekitar 1748 orang laki-laki Turki mengawini wanita Jerman, sedangkan 388 wanita Turki menikah dengan laki-laki Jerman. Laki-laki dari Pakistan yang mengawini wanita Jerman sebanyak empat orang. Muslim Iran juga banyak yang nikah dengan wanita Jerman, demikian juga sebaliknya.

Di negeri Belanda jumlah kaum muslim sekitar 300.000 jiwa. Kebanyakan mereka terdiri dari orang-orang Maroko dan orang-orang Turki. Sebagaimana di Jerman, di Belanda pun banyak laki-laki muslim yang menikah dangan wanita asli Belanda. Pada tahun 1983 tercatat 146 laki-laki Maroko dan 56 wanitanya menikah dengan orang Belanda. Sedangkan dari Turki sebanyak 95 orang laki-laki dan 23 wanitanya mendapatkan jodoh dengan pribumi Belanda. Norwegia mempunyai penduduk muslim yang besar yaitu sebanyak 1447 orang dari Maroko, 7792 orang dari Pakistan, dan 3279 orang dari Turki. Di Norwegia dan juga negara-negara Skandinavia yang lain seperti Swedia, Belgia dan Belanda, pemerintahanya selalu memberikan bantuan keuangan untuk Pribadatan agama. Pemerintah Norwegia sejak bulan Januari 1983 membantu keuangan 8 kelompok kaum muslim di negri itu.

Sedangkan di Swedia jumlah kaum muslimin tercatat 22.000 orang. Muslim dari Turki menduduki tempat teratas dalam jumlah dibandingkan dengan yang berasal dari negara-negara lainya. Di Belgia walaupun belum diketahui jumlah umat Islam disana, yang jelas di Brussel (ibukota Belgia) terdapat masjid besar dan indah yang sering disebut Islamic Center.

Di Inggris jumlah penduduk muslim sebanyak 1,5 juta. Mereka kebanyakan berasal dari Pakistan dan Bangladesh. Bahkan ada salah seoran walikota di Inggris yang diangkat dari golongan muslim. Ketika dilangsungkan upacara pelantikannya, acaranya dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran. Di London (ibukota Inggris) juga banyak masjid-masjid baik yang besar maupun yang kecil, dan yang terbesar ialah masjid Islamic Center yang terletak ditengah kota London.

Di Denmark terdapat lebih dari 30.000 penduduk yang beragama Islam. Disini orang-orang Turki menjadi kelompok muslim terbesar jumlahnya mencapai 16.000 orang. Orang-orang Pakistan lebih dari 7000 jiwa dan sisanya dari negara-negara lain. Di Finlandia jumlah muslim sekitar 2000 orang.

Yunani mempunyai penduduk muslim sekitar 300.000 jiwa. Sementara di Italia jumlah kaum muslimin berkisar 200.000 orang. Di Portugal sekitar 30.000 orang, sementara di Spanyol tahun 1980 sekitar 8000 orang, tetapi sumber lain menyatakan lebih dari 100.000 orang. Sedangkan di Swiss jumlah muslim lebih dari 55.000 orang.

Angka-angka ini merupakan gambaran minimal yang di data pada tahun 1980 sampai dengan 1984. Padahal perhitungan ini belum mencakup pendatang muslim dari negara-negara yang mempunyai masalah di dalam negri seperti Palestina, Afganistan, Ethiopia dan sebagainya. Selain itu pendatang dari berbagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam ke Eropa setiap saat terus bertambah. Angka kelahiran dari warga muslim yang tinggal di Eropa pun lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka kelahiran dari warga pribumi. Dengan demikian jumlah umat Islam di Eropa makin hari makin bertambah besar.



Sumber: Departemen Agama RI. 1994. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas II


Islam di Benua Afrika

Islam di Afrika Sejak pada masa Rasulullah SAW, sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di benua Af...