Islam di Afrika
Sejak pada masa Rasulullah SAW,
sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di
benua Afrika yaitu Gubernur Muqauqis di Mesir. Pada waktu itu Rasulullah SAW
mengirimkan surat kepada gubernur Muqauqis untuk masuk Islam. Ajakan ini
diterima dengan baik walaupun Gubernur itu belum sempat masuk Islam. Untuk
memberikan penghormatan kepada Rasulullah SAW, Gubernur itu memberi hadiah yang
istimewa kepeda beliau, yaitu seorang bernama Maria. Secara resmi Islam masuk
di benua Afrika pada masa Khalifah Umar bin Khattab.
1. Masuknya
Islam di Afrika
Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, Mesir dalam penjajahan
bangsa Romawi timur. Yang diangkat untuk menjadi gubernur Mesir pada waktu itu
ialah Muqaquis dari Romawi Timur. Bangsa Mesir pada waktu mengalami penderitaan
yang mendalam karena ditindas oleh bangsa Romawi. Harta kekayaan bangsa Mesir
diangkut ke negri penjajah untuk memperkaya bangsa Romawi. Bangsa Romawi juga
memaksakan mazhab bangsanya untuk dianut oleh bangsa Mesir. Pajak yang dibebankan
kepada rakyat Mesir sangat tinggi, dan apa saja yang dimiliki oleh orang Mesir
jika dikehendaki oleh orang Romawi harus diberikanya. Dengan penderitaan yang
berat ini banyak orang-orang Mesir yang keluar dari negri Mesir dan mereka
sangat merindukan kebebasan. Dalam situasi seperti ini Amru bin Ash selaku
panglima perang mengusulkan kepada Khalifah Umar bin Khattab untuk membebaskan
bangsa Mesir dari penindasan bangsa Romawi.
Usul ini pun diterima oleh Khalifah Umar, dan karena pasukan
Islam pada waktu itu sedang berada di beberapa tempat seperti di Persia dan
Syiria, maka pasukan Islam yang dipersiapkan untukmembebaskan bangsa Mesir
hanya sebanyak 4000 orang. Jumlah ini sebenarnya terlalu kecil jika
dibandingkan dengan kekuatan pasukan Romawi Timur di Mesir. Pasukan Islam ini
di pimin oleh Amru bin Ash. Dengan bekal keteguhan iman, keberanian dan
semangat yang tinggi Amru bersama pasukanya memasuki daerah Mesir dimulai dari
darah kosong yaitu melalui padang pasir, terus memasuki kota kecil bernama Al Arisy,
yang tidak memperoleh perlawanan. Dari kota ini Amru beserta pasukanya memasuki
kota Al Farma yang merupakan pintu gerbang memauki Mesir. Di kota ini pasukan
Islam mendapatkan perlawanan. Amru mengadakan pengepungan, dan setelah satu
bulan akhirnya mereka menyerah kepada pasukan Islam. Dari Al Farma pasukan
Islam melanjutkan penyerangan ke kota Bilbis. Disini pasukan Islam mendapatkan
bantuan dari rakyat Mesir, sehingga dalam waktu satu bulan kota ini dapat
dikuasai. Dalam peperangan di Bilbis ini pasukan Islam dapat menagkap puteri
Muqauqis yang terkenal sebagai pelindung rakyat Mesir. Putri ini oleh pasukan
Islam diantarkan ke rumahnya dengan segala penghormatan.
Dari kota Bilbis pasukan Islam menuju ke Tondamius yang
terletak di tepi sungai Nil. Disini Amru mengalami kesulitan, karena pasukan
Islam banyak yang sudah gugur, dan yang masuh hidup juga merasa sudah lelah.
Amru minta bantuan tambahan pasukan kepada khalifah Umar, dan kepada pasukan
yang ada Amru memberikan semangat dengan menyampaikan pidato berapi-api di
depan mereka. Benteng Tondanius dapat dihancurkan dan pasukan Islam melanjutkan
perjuanganya menuju Ainu Syams. Disini pasukan Islam mendapatkan bantuan
pasukan dari pusat sebanyak 4000 orang. Setelah Ainu Syams dapat ditaklukkan,
pasukan Islam mepersiapkan diri untuk menggempur benteng Babil. Selama 7 bulan
benteng Babil dikepung oleh pasukan Islam dan akhirnya benteng terbesar di
Mesir ini dapat dihancurkan. Setelah hancur benteng Babil penyerbuan pasukan
Islam dilanjutkan ke Iskandariyah sebuah kota pelabuhan yang besar di Mesir.
Kota ini merupakan kota terkahir yang jatuh ke tangan Islam. Setelah kota
Iskandariyah dapat direbut oleh pasukan Islam, maka diadakan perjanjian antara
Amru dan Muqauqis dan sejak itu pula Mesir menjadi daerah Islam sepenuhnya.
Pada masa Khalifah Usman bin Affan, pasukan Islam juga dapat
merebut Tunisia dari tangan penjajah Romawi. Pasukan Islam dapat merebut
Tunisia dengan mudah karena dibantu oleh rakyat Tunisia yang sudah tidak senang
dengan penjajah Roma. Pada masa dinasty Bani Umayyah perluasan Islam di benua
Afrika ini mengalami keberhasilan sebagaimana yang diharapkan.
2. Perkembangan
Islam di Afrika
Pembahasan tentang perkembangan Islam di Afrika berarti
meliputi negara-negara yang terdapat di benua Afrika. Negara-negara itu antara
lain Mesir, Lybia, Tunisia, Aljazair, Maroko, Mauritania, Mali, Nigeria, Pantai
Gading, Ghana, Chad, Sudan, Ethiopia, Somalia, Kenya, Tanzania, Zaire, Angola,
Zambia, Uni Afrika Selatan dan masih ada lagi yang lain. Namun dalam pembahasan
ini akan dikemukakan beberapa negara saja, dengan harapan dapat memberikan
gambaran secara keseluruhan. Yang penting diketahui untuk benua Afrika ini
ialah bahwa mendapatkan julukan benua Islam karena 70% penduduk beragama Islam.
a. Mesir
Mesir adalah satu-satunya negara di benua Afrika yang paling
dahulu mengenal Islam. Jumlah penduduknya sebanyak 41.990.000 orang. Dari
sejumlah ini terdapat lebih kurang tiga juta orang yang memeluk agama Kristen,
selebihnya memeluk agama Islam. Di Mesir terdapat delapan buah universitas,
termasuk Universitas Al Azhar yang sangat terkenal di seluruh dunia.
Universitas ini didirikan pada tahun 972 M oleh dinasti Fatimiyah dan sampai
sekarang telah banyak jasanya dalam mencetak kader-kader ulama tangguh. Dewasa
ini Universitas Al Azhar bukan hanya menyelenggarakan pendidikan dibidang
agama, tetapi juga dalam bidang yang lain seperti teknik, kedokteran dan
lain-lain.
b. Libia
Republik rakyat Libia mempunyai luas daerah 1.795.540 km
dengan jumlah penduduk sebesar 2,9 juta jiwa. Mereka hampir seluruhnya beragama
Islam, hanya sebagian kecil saja yang bukan Islam. Penduduk Libia terutama
terdiri dari orang-orang Arab, hanya bagian selatan dan barat yang dihuni oleh
orang-orang Bar-bar. Perekonomian rakyat yang terutama adalah dari sektor
pertanian, selain industri minyak yang baru memberikan kesempatan kerja pada
sebagian kecil penduduk.
c. Chad
Republik Chad terletak di bagian Utara Afrika Tengah.
Penduduknya lebih kurang berjumlah 4 juta jiwa yang 80% beragama Islam, 10 %
beragama Kristen dan selebihnya penganut Animisme. Penduduk yang beragama Islam
pada umumnya tinggal dibagian Utara dan dan yang beragama Kristen tinggal
dibagian Selatan. Bahasa penduduk ialah bahasa Arab dan bahasa Prancis. Pada
tahun1965 didirikan The Chad Liberation yang bertujuan antara lain untuk
meperthankan Islam.
d. Nigeria
Nigeria sebuah negara yang terletak di Afrika Barat dan
termasuk negara terkemuka dengan produksi minyaknya yang besar. Nigeria
termasuk negara kedua yang mengekspor minyaknya ke Amerika Serikat setelah Arab
Saudi. Penduduknya terdiri dari bermacam-macam kelompok etnis sampai berjumlah
ratusan, tetapi hanya ada tiga suku yang dianggap besar. Jumlah penduduknya
sebesar 95 juta dan 75 % memeluk agama Islam, selebihnya Animisme dan Kristen.
Negara-negara lain di Afrika yang mempunyai penduduk
mayoritas Islam, antara lain dapat disebutkan Aljazair, Tunisia, Sudan dan
Maroko.
Sumber: Departemen Agama RI. 1994. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas II