A. Bidang Agama
1.
Abu Hasan Al- Asy ‘ari adalah seorang tokoh ilmu
tauhid. Ia lahir di Basrah dan wafat di Bagdad. Beliau pecetus paham Asy’ariyah
yang merupakan bagian dari paham Ahli Sunnah wal Jammah. Ajaran Asy’ariyah
tentang tauhid, menjelaskan bahwa sifat wajib bagi Allah ada 13 atau 20 jika di
tambah sifat maha atau paling. Sifat ini selanjutnya dibagi menjadi 4 sifat,
yaitu sifat nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan sifat ma’nawiyah.
2.
Imam Syafi’i adalah seorang tokoh ilmu usul
fiqih dan ilmu fiqih. Ia lahir dalam keadaan yatim, dan dibesarkan oleh ibunya
di Mekah dalam keadaan miskin. Ia sangat cendekiawan dan terbukti pada umur 9
tahun sudah hafal Al-Qur’an. Untuk mepelajari bahasa Arab yang asli, Imam
Syafi’i pergi kesebuah dusun tempat orang-orang Badui tinggal karena didusun
itulah terdapat bahasa maupun kebudayaan Arab asli. Pada usia 10 tahun Imam
Syafi’ telah hapal kitab Al-Muwatha’ karangan Imam Maliki, kemudian diusia 15
tahun ia telah berhasil meyelesaikan belajarnya di bidang ilmu hadis dengan
bimbingan Imam Shufyan bin Uzainah. Di
usia 15 tahun itu pula Imam Syafi’i sudah diizinkan untuk mengajar dan memberi
fatwa kepada khalayak ramai.
Buku-buku karangan Imam Syafi’i.
a.
Kitab Ar- Risalah, sebuah kitab tentang ilmu
ushul fiqih yang lengkap. Di dalamnya dijelaskan tentang cara-cara berisinbat,
cara-cara mengambil hukum dari Al-Qur’an atau hadis dan cara meggunakan dalil
berdasarkan analogi (qiyas) dan konsensus (persetujuan bersama/ijmak).
b.
Kitab Al-Um, sebuah kitab ilmu fiqih yang
lengkap. Kitab ini berisi tentang hukum-hukum yang ada dalam Islam secara
terinci dengan dasar-dasar dari Al-Quran, hadis maupun ijtihada.
3. Imam
Al-Ghazali seorang cedekiawan Islam dibidang ilmu fiqih, ilmu kalam, ilmu
tauhid, ilmu tafsir, da ilmu filsafat. Beliau mendapat gelar “Hujjatul Islam”
sebab banyak jasanya dalam membela agama Islam. Beliau lahir di Thus dari
keluarga Persia. Nama lengkapnya ialah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad
Al-Ghazali. Beliau sangat tekun di bidang ilmu fiqih dan filsafat sehingga
menulis buku berjudul ”Ihya Ulumuddin “ pada buku itu banyak disertai
dasar-dasarhukum dari Al-Qur’an dan hadis.
Peranan
Imam Al-Ghazali dalam membimbing umat Islam sebgai berikut.
a.
Menggali dan menjabarkan ajaran-ajaran Islam
yang terkandung dalam Al-Qur’an dan hadis sehingga lebih jelas terinci serta
mudah diphami.
b.
Menyebarluaska tentang kebenaran ajaran Islam
kepada umat Islam melalui tulisan-tulisan/kitab-kitab yang disusun dan telah di
terjemahkan kedalam berbagai bahasa di seluruh dunia.
c.
Memberi contoh dan teladan tentang ketekunan dan
keuletan menuntut ilmu pengetahuan yang baik dan bermanfaat untuk dirinya
sendiri, keluarga dan masyarakat.
Itulah tiga tokoh cendikiawan muslim yang telah banyak
andilnya dalam bidang agama, yang patut kita tiru dan teladani dalam kehidupan
kita sekarang.
B. Bidang Ilmu Pengetahuan Umum
1. Al Farabi
Al Farabi adalah seorang tokoh muslim dibidang ilmu
fisika. Nama lengkapnya adalah Abu Nasr Muhammad Al Farabi. Ia berasal dari
Turki dan belajar di Bagdad. Beliau memusatkan perhatianya pada ilmu
pengetahuan dan filsafat selama 20 tahun, dan akhirnya pindah ke Aleppo (suatu
tempat pertemuan para ahli pengetahuan dan filsafat) sampai wafat.
Buku karanganya banyak
yang membahas masalah fisika dan filsafat sehingga dapat mempengaruhi
para filsuf di dunia barat (Eropa) dan timur.
2.
Ibnu Sina
Ibnu Sina adalah seorang cendekiawan muslim yang ahli
di bidang agama, fisika, biologi, matematika, logika, kedokteran, dan filsafat.
Nama lengkapnya adalah Abu Ali Husain bin Abdullah
Ibnu Sina, dengan panggailan (oleh sarjana Barat) Avicena. Beliau lahir di
daerah Bukhara dan memperdalam ilmu di daerah itu juga. Pada usia 10 tahun beliau
sudah hapal Al-Qur’an dan telah mempelajari ilmu kesusatraan. Di usia 16 tahun
sudah mahir dalam bidang ilmu biologi dan kedokteran sehingga usia 17 tahun
pernah dipanggail oleh pengusaha Bukhara, yaitu pangeran Nun bin Mansyur yang
sedang sakit untuk megobatinya dan akhirnya berhasil.
Karena keberhasilanya itu, beliau diizinkan untuk
membaca buku-buku perpustakaan istana yang langka di dapati diluar istana. Pada
usia 20 tahun ia pindah ke Jurzan dan berhasil menulis “Ensiklopedi Kedokteran”
dengan judul “ The Canon”. Kehidupannya penuh diisi dengan kesibukan mengarang
buku-buku, antara lain sebagai berikut.
a.
Asy-Syifa, yaitu buku filsafat yang besar.
b.
An-Najat, yaitu ringkasan dari buku As-Syifa.
c.
Al-Canon, yaitu buku tentang kedokteran dan
ilmu-ilmu yang lain.
Buku-buku ini di Eropa terkenal dengan sebutan “The
Canon of Medicine” yang menjadi buku standar bagi Universitas. Buku ini banyak
diterjemahkan ke dalam bahasa latin dan diterbitkan di Roma dan India.
3. Ibnu Khaldun
Ibnu Khaldun
adalah seorang cendekiawan muslim yang ahli dalam bidang sejarah, politik,
sosiologi dan ekonomi. Ia terkenal sebagai ahli filsafat sejarah yang terbesar,
dan yang pertama kali dianut oleh sarjana-sarjana Barat. Beliau juga terkenal
sebagai ahli agama yang terbesar sehingga pengarang-pengarang dari Arab sendiri
tidak ada yang melebihinya.
4. Prof. Dr. Ir. B.J. Habibie
Prof. Dr. Ir. B.j.
Habibie lengkapnya Prof. Dr. Ir. Burhanuddin Jusuf Habibie. Beliau cendekiawan
muslim yang ahli di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, beliau
termasuk pembuat kapal terbang di PT Nurtanio dan Kapal di PT PAL.
Jabatan yang pernah
dipangkunya adalah sebagai berikut.
a.
Mentri Riset dan Teknologi.
b.
Ketua Badan Pusat Pengkajian Teknologi (BPPT)
c.
Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia
(ICMI).
d.
Presiden dan Wakil Presiden RI
Sumber: Drs H Soepardjo, S.Ag. 2003. Pendidikan Agama Islam 3 untuk SLTP kelas 3. Solo: PT. Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri.
No comments:
Post a Comment