Saturday, August 18, 2018

Kerajaan Samudra Pasai



Kerajaan samudra pasai

Kerajaan samudra pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia kerajaan ini didirikan oleh Malik as Saleh. Sebelum menganut agama Islam, ia bernama Marah Sile atau Marah selu, putra Marah Gajah, bangsawan dari Persia. (Marah merupakan gelar para bangsawan di Pasai).

Kerjaan Samudra Pasai terletak di muara sungai Peusangan di pesisir tmur Aceh. Pada masa pemerintahan Malik as Saleh, kerajaan Samudra Pasai berkembang menjadi bandar-bandar besar dan penting artinya bagi perdagangan mancanegara. Kerajaan Samudra Pasai dapat berkembang menjadi besar karena terletak dijalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia, yakni perairan selat Malaka. Oleh karena itu banyak pedagang-pedagang dari India, Gujarat, Arab dan Cina datang ke Samudra Pasai.

Berkat kemajuan perdangangan Samudra Pasai akhirnya menjadi kerajaan yang makmur dan memiliki pertahanan yang kuat. Untuk memperluas pengaruhnya, Sultan Malik As Saleh brusaha menguasai daerah-daerah pedalaman. Daerah-daerah yang berhasil dikuasai antara lain : Tamiang, Balek Bimba, Samer Langga, Simpang Bulah Telang, Perlak, dan Takus. Daerah-daerah tersebut akhirnya menganut agama Islam. Setelah Sultan Malik as Saleh wafat, ia di makamkan di Samudra. Diatas makamnya dibangun batu nisan yang berciri agama Islam. Batu nisan tersebut berangka tahun 635 Hijriah atau 1297 Masehi. Batu nisan inilah yang menjadi petunjuk bagi kita bahwa Samudra Pasai merupakan kerjaan Islam pertama di Indonesia.

Pengganti Sultan Malik As Saleh adalah putranya yang bernama Sultan Muhammad Malik at Thahir. Pada masa pemerintahanya, singgah seorang musafir dari Maroko bernama Ibn Batuta, dalam perjalananya dari Delhi ke Cina. Sultan Malik at-Thahir kemudian digantikan oleh Sultan Mahmud Malik az-Zahir. Tetapi pada masa pemerintahanya, kerajaan Samudra Pasai mengalami kemunduran. Adiknya bernama Malik az-Zahir memisahkan diri sehingga kerajaan terpecah.

Pada tahun 1521, kerajaan Samudra Pasai dikuasai oleh Portugis selama tiga tahun, kemudian tahaun 1524, dikuasai oleh Ali Mughayat Syah dari Aceh. Selanjutnya Samudra Pasai berada dibawah kekuasaan Aceh.

Sebagai kerajaan maritim, perekonomian kerajaan Samudra Pasai mengandalkan pelayaran dan perdagangan. Letaknya yang strategis di gerbang Selat Malaka membuat kerajaan ini menjadi penghubung antara pusat-pusat perdagangan kepulauan Indonesia dengan Asia Barat, India, dan Cina. Kerajaan ini, misalnya, mengenakan pajak pada kapal dagang asing yang melewati perairan di wilayah kekuasaanya.




Sumber:Matroji, Sejarah untuk SMP kelas VII, Erlangga, 2004.

No comments:

Post a Comment

Islam di Benua Afrika

Islam di Afrika Sejak pada masa Rasulullah SAW, sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di benua Af...