Sunday, December 23, 2018

Islam di Amerika



ISLAM DI AMERIKA

Umat Islam di Amerika, jumlahnya tidak begitu jelas. Menurut statistik, mayoritas rakyat Amerika Serikat beragama Kristen, baik Protestan maupun Katolik. Agama yang kedua di Amerika serikat adalah Yahudi. Walaupun menurut statistik agama Kristen merupakan agama terbesar, banyak rakyat Amerika serikat yang tidak peduli dan tidak menghiraukan lagi agama mereka, sehinga mereka dapat disebut “Kristen Abangan”. Bahkan diantara mereka banyak pula mengaku tidak beragama. Adapu penganut agama Islam di Amerika  Serikat sekarang diperkirakan berjumlah lebih kurang empat sampai lima juta orang.

1.      Masuknya Islam di Amerika

Sejarah tentang masuknya Islam di Amerika tidak begitu jelas, karena belum ada penelitian secara ilmiah mengenai hal itu. Beberapa ahli sejarah menduga bahwa pelaut-pelaut muslim adalah orang-orang pertama yang melintasi lautan Atlantik dan mencapai pantai-pantai dunia baru dan sangat mungkin termasuk pantai benua Amerika. Penulis lain menduga bahwa Cristoper Colombus dalam menemukan benua Amerika dipandu oleh navigator-navigator dan pembantu-pembantunya yang terdiri dari orang-orang muslim dari Andalusia atau Maroko yang disewa tenaganya. Perkiraan-perkiraan seperti ini walaupun tidak berdasarkan penelitian secara ilmiah, makin hari makin tersiar secara luas.

Jika asal usul kehadiran Islam di Amerika masih merupakan spekulasi, maka adanya pemukiman tawanan muslim Amerika Utara pada abad ke 16 sampai dengan abad 18 merupakan suatu kepastian. Jatuhnya Islam Andalusia ke tangan Eropa merupakan malapetaka bagi jutaan umat Islam. Dengan demikian sebagian umat Islam yang jatuh menjadi tawanan orang-orang Spanyol merupakan kelompok manusia pertama yang diangkut ke Amerika. Atau kemungkinan lain mereka tidak sanggup menghadapi tekanan-tekanan orang Spanyol, kemudian mereka pergi ke daerah tidak dikenal yaitu Amerika. Tentang hal yang demikian ini tidak ada catatan yang resmi, tetapi yang pasti pada abad 16 sampai dengan 18 di Amerika Utara sudah ada pemukiman muslim dari Afrika.

Pada seperempat akhir abad ke 19 banyak orang-orang Islam dari timur dekat dan bagian-bagian lain dari dunia Islam mulai datang ke Amerika. Tujuan mereka sama dengan imigran lain yaitu lari dari keadaan yang tidak mereka inginkan di negerinya dan dalam rangka untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik di dunia yang baru. Diantara mereka itu banyak yang berhasil memelihara identitasnya sebagai muslim, dan membentuk masyarakat yang tersebar di beberapa kota di Amerika Serikat dan Kanada. Orang-orang Islam Balkan, ketika Imperium Utsmania mulai surut, banyak juga yang pindah ke Amerika untuk menemukan hidup baru. Demikian pula orang-orang Islam Siria, Rusia Selatan, Kaukasia, Turki, dan beberapa negara yang dijajah oleh Inggris, Prancis, dan Italia, banyak yang pindah ke Amerika.

Setelah perang dunia ke dua imigran muslim mulai  datang ke Amerika dalam jumlah yang besar. Tampilnya Amerika Serikat dengan menonjol di dunia politik, menarik mahasiswa muslim dari berbagai negara. Mereka datang dan tinggal di Amerika Serikat dalam jangka lama dan bergaul dengan sesama mahasiswa dan masyarakat setempat. Kesempatan belajar sambil bekerja menjadikan mereka dapat lebih lama tinggal di Amerika, dan tetap menjalankan agamanya sehari-hari.

Perpecahan dan peperangan yang terjadi di beberapa negara Islam seperti Syiria-Mesir pada tahu 1961, perang Indi-Pakistan pada tahun 1965, peramg Arab-Israel pada tahun 1967, mendoronh imigran besar-besaran dari negara-negra Islam ke Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainya. Pada tahun1968 pemerintah Mesir mengumumkan imigrasi secara legal, sehingga ratusan ribu orang muslim profesional dari tingkat menengah dan atas datang ke Amerika Serikat. Selain imigran dari negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim, terdapat juga imigran dari negara-negara yang umat Islamnya minoritas seperti Cina, Kamboja, Sri Langka, dan negara lain di Asia dan Afrika. Disamping itu terdapat pula pemeluk-pemeluk Islam dari kalangan orang-orang Amerika sendiri yaitu orang-orang hitam yang pada awalnya di datangkan ke negri itu secara paksa sebagai budak.

2.      Perkembangan Islam di Amerika

Orang-orang muslim kulit hitam di Amerika Serikat yang tergabung dalam himpunan dakwah muslim Amerika menyatakan bahwa pada masa lalu muncul seorang tokoh di kalangan mereka bernama Fard Muhammad. Ia tampan seperti orang kulit putih dan mengaggap dirinya sebagai juru selamat. Ia boleh dikatakan sebagai nabi palsu.

Fard Muhammad ini mencari orang yang mempunyai kekuatan, keberanian dan ketetapan hati untuk menggantikan kedudukanya. Fard Muhammad ternyata dapat menemukan orang yang dikehendaki yaitu Elijah Pook. Tak lama kemudian Elijah Pook mengganti namanya dengan Elijah Muhammad, dan menerima Fard Muhammad sebagai gurunya. Elijah Muhammad taat dan setia kepada gurunya itu (Fard Muhammad) selama 40 tahun. Elijah Muhammad orang yang sangat cerdas, kuat pendirianya dan juga mengenal psikologi massa. Fard Muhammad bergabung dengan orang-orang muslim Amerika berkulit hitam dan tujuan utamanya memusuhi Amerika. Namun kepada rakyat yang berkulit hitam ia menujukkan kesetiaannya yang ikhlas kepada Amerika. Setelah rencana ini diketahui olh pihak Amerika, ia pun segera meninggalkan Amerika.

Pada tanggal 25 Februari 1975 Elijah Muhammad meniggal dunia. Ia telah meniggalkan jasa yang besar dikalangan orang-orang muslim Negro. Banyak sekolah-sekolah dan masjid-masjid yang telah dibangun. Di bidang organisasi ia telah meniggalkan suatu jamaah yang besar dan teratur. Dibidang ekonomi ia meniggalkan warisan senilai lebih kurang 80 juta dollar yang ditanam diberbagai perusahaan. Elijah Muhammad telah berhasil mengangkat martabat orang-orang Islam Negro dari segi sosial, ekonomi dan pendidikan. Tetapi memang ada komentar, bahwa Elijah Muhammad telah membuat kekeliruan dalam menafsirkan Islam.

Sebagai pengganti Elijah Muhammad ialah Warits Deen Muhammad dan ia ditetapkan sebagai imam. Untuk selajutnya ia disebut dengan imam Warits Deen Muhammad. Ia mengadakan pembaharuan dalam bidang agama untuk meluruskan ajaran-ajaranyang kurang tepat yang diperbuat oleh para pendahulunya, yang ditegakkan berdasarkan Al Quran dan Hadits. Yang paling utama mendapatkan perhatiannya ialah pembenahan dalam bidang aqidah. Ia menegaskan bahwa Fard Muhammad bukan Tuhan dan Elijah Muhammad bukan utusan Tuhan. Ia menyatakan bahwa Elijah Muhammad tidak benar, karena ia telah mengaku sebagai utusan Tuhan dan Tuhan menurut Elijah adalah Fard Muhammad. Untuk itu ia berusaha untuk memantapkan dua kalimah syahadat kepada para pengikutnya. Pada tahun 1976 Imam Warits Deen Muhammad menukar nama Nation of Islam menjadi World Community of Islam in West. Ia juga tidak setuju dengan istilah Black Muslim dan mempopulerkan istilah Bilalian People atau Bilalian Amerika. Sebutan ini diambil dari nama salah seorang sahabat nabi yang menjadi Muazin pada masa Rasulullah SAW.

Tata tertib di dalam masjid juga dibenahi, yaitu kalau dahulunya di dalam masjid terdapat kursi-kursi akibat pengaruh gereja, sejak Warits menjadi Imam kursi-kursi itu tidak ada lagi. Demikian juga kalau dulu diantara umat Islam Amerika ada yang berpuasa pada bulan Desember, puasa secara seragam dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Di dalam organisasi juga terdapat perbaikan-perbaikan. Jika sebelum imam Warits dikenal adanya kepemimpinan tunggal, sejak tahun 1976 Imam Warits mengangkat majelis imam sebanyak enam orang. Tiap-tiap imam mengkoordinasikan kegiatan masyarakat Islam di wilayah masing-masing. Kegiatan-kegiatan yang dikoordinasikan antara lain masalah Zakat, pendidikan, hubungan baik dengan dengan organisasi Islam yang lain, urusan dakwah termasuk dakwah di penjara dan urusan perdagangan. Dalam hal ini imam Warits menjadi pemimpin dari majelis Imam tersebut.

Pada tanggal 30 April 1980 Imam Warits mengumumkan penggantian nama organisasi World Community of Islam in the West menjadi American Muslim Mission (AAM). Perubahan ini untuk menegaskan bahwa tugas pokok organisasi itu adalah dakwah (mission) dengan AMM, mereka juga menegaskan sifat nasional sebagai warga negara Amerika. Imam Warits juga menegaskan bahwa mereka adalah anggota masyarakat Islam dari seluruh dunia.

Jumlah masjid di Amerika serikat sebanyak 266 buah; 156 buah didirikan oleh masyrakat Bilali dan 110 buah lainya oleh masyarakat muslim lainya, dibeberapa negara bagian. Masjid di Wasington adalah masjid yang paling bagus didirikan pada tahun1952. Masjid yang paling bagus di Amerika Serikat adalah Islamic Center Detroit yang dibangun antara tahun 1962 dan 1968 oleh para jamaah dan oleh bantuan pemerintah Mesir, Arab Saudi, Iran dan Lebanon. Perpustakaan-perpustakaan masjid berisi buku-buku dalam bahasa Inggris dan Arab. Masjid-masjid itu pada umumnya dipergunakan untuk salat Jumat, salat lima waktu, untuk merayakan hari-hari besar Islam (seperti Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, perang badar, tahun baru hijriah) upacara perkawinan dan belajar agama. Pendidikan Islam biasanya diselenggaraka pada hari Minggu, tetapi kadang-kadang pada hari sabtu. Kantor pusat AMM bertempat didekat Universitas Chicago; dan disinilah imam Warits Deen Muhammad memusatkan kegiatanya.

Peranan mahasiswa muslim yang datang dari berbagai negara sangat penting dalam kaitanya dengan penyiaran Islam di negeri itu. Pada tahun 1986 tercatat lebih dari 750.000 mahasiswa asing muslim yang sedang menuntut ilmu di Amerika Serikat. Mahasiswa yang berdatangan dari berbagai negara menjalin ikatan solidaritas Islam antara sesama mereka. Ada beberapa mahasiswa yang ketika di negaranya acuh terhadap pengamalan ajaran agama Islam, setelah sampai di Amerika menjadi muslim yang taat. Masyarakat Amerika yang tidak peduli terhadap agama tidak menjadi halangan bagi mahasiswa muslim untuk mengamalkan ajaran agama, bahkan merupakan suatu tantangan.




  Sumber: Departemen Agama RI. 1994. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas II

No comments:

Post a Comment

Islam di Benua Afrika

Islam di Afrika Sejak pada masa Rasulullah SAW, sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di benua Af...