Saturday, August 11, 2018

Perkembangan Kebudayaan Islam pada Abad Pertengahan



Perkembangan Kebudayaan Islam pada Abad Pertengahan

1.       Arsitektur

Kata arsitektur berasl dari bahasa Yunani yaitu architektur  yang bersal dari dua suku kata yakni arche dan tektoo. Arche berarti asli, awal dan otentik. Tektoo bermakna berdiri stabil dan kokoh.

Arsitektur Islam ilmu sekaligus seni merancang bangunan ataupun struktur lain yang fungsional dan dirancang berdasarkan kaidah estetika Islam yang bertolak dari pengakuan akan keesaan Allah SWT. Arsitektur Islam itu terdapat antara lain pada bangunan masjid, istana dan makam/pekuburan.

Di Persia (sekarang Iran) pada masa keemasan Dinasti Safawi di kota Isfahan telah dibangun Masjid Syah (sekarang Masjid Imam), masjid Syah Lutfullah, istana Cehil Sutun (bahasa Persia: empat puluh tiang), jembatan Khaju, dan menara-menara goyang. Mengingat indah dan megahnya kota Isfahan, orang-orang Persia (Iran) menyebutnya dengan ungkapan Isfahan Nisfe Jahan (Isfahan kota setengah dunia).

Selain itu, di kota Masyhad (ibukota propinsi Khurasan) terdapat makam Imam Ali Ar- Rida (orang Iran biasa menyebut Imam Reza, Imam ke 8 dalam aqidah Syi’ah dua belas Imam). Tidak jauh dari makam Imam Ali Ar- Rida terdapat masjid Imam Reza yang luas megah dan indah dengan arsitektur Islam yang berkualitas tinggi. Kubah masjid ini dihiasi dengan ratusan kilogram emas murni, sehingga menambah kemegahan dan keindahan masjid. Juga dikota tua Qum (150 km dari Taheran) terdapat makam Hazrat Fatimah Ma’sumah saudara kandung Imam Ali Ar-Rida. Kedua makam tersebut tidak pernah sepi dari para peziarah, baik dari wilayah Persia maupun negara tetangga seperti Afganistan, Pakistan dan Irak. 

Di India pada masa jayanya kerajaan Mogul telah didirikan bangunan-bangunan yang megah dan Indiah dengan arsitektur yang mengagumkan. Bangunan-bangunan ini seperti istana megah di Delhi dan Lahore, masjid Jami di Aunfur (dibangun antara tahun 1438-1478 M, meniru bangunan Dinasti Timurid), benteng Merah, Char Minar (empat menarah) yang dibangun pada tahun 1571 M, di Hyderabad, India (corak Islam dan Hindu tampak pada bangunan ini) dan bangunan-bangunan makam yang memukau. Termasuk bangunan makam yang menakjubkan dan termasuk salah satu keajaiban dunia ialah Taj Mahal. Pada bangunan makam ini disemayamkan Mumtaz Mahal istri Syah Jehan. Taj Mahal ini terletak di pinggir sungai Jamuna di Agra dan dibangun oleh Syah Jehan selama dua belas tahun (1631-1643). Untuk melaksanakan pembangunan gedung Sultan Syah Jehan mendatangkan arsitek-arsitek dari Iran, Arab dan Turki. Sedangkan yang menyiapakan gambar rancangan gedung ini dan sekaligus pengawas dalam pelaksanaan pembangunannya adalah Ustad Isa Irani.

Di Turki pada masa keemasan pemerintahan kerajaan Utsman, telah dibangun masjid-masjid dengan gaya arsitektur tinggi dan menawan hati. Masjid-masjid itu seperti Masjid Agung Sultan Muhammad Al-Fatih, masjid Agung Sulaiman (pada masa itu masjid terindah di Turki), Masjid Bayazid, masjid Abu Ayyub Al- Ansari yang terletak di sebelah masjid Aya Sopia. Masjid-masjid tersebut dihiasi dengan kaligrafi, sehingga menambah keindahan, kemegahan, dan keagunganya.

Masjid Aya Sopia dulunya merupakan sebuah gereja. Kemudian bangunan itu dirombak statusnya menjadi sebuah masjid melalui renovasi dan gambar-gambar makhluk hidup didingdingnya diganti dengan kaligrafi yang menyejukkan hati.

Selain bangunan-bangunan masjid, di Turki telah dibangun pula gedung-gedung madrasah, rumah sakit, jembatan, saluran air, tempat peristirahatan, makam, dan pemandian umum. Sedangkan untuk melaksanakan pembangunanya ditangani oleh arsitek terkenal pada masa itu yakni Sinan Pasya.

Di Indonesia pada abad pertengahan telah didirikan bangunan-bangunan bergaya arsitektur islam yakni masjid, istana dan makam.

Masjid-masjid yang dibangun pada waktu itu, seperti masjid Agung Demak (tahun 1506 M), masjid Agung Banten yang dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570 M), Masjid Agung Kudus (1549 M), Masjid Agung Cirebon (1480 M), Masjid Sultan Abdurrahman di Pontianak Kalimantan Barat (dibangun pada abad ke-18 M), dan masjid Agung Keraton Buton di Bau-Bau Sulawesi Tenggara (tahun 1712 M).

2.       Seni Sastra

Seni sastra sebagai bagian dari kebudayaan terdapat pula di berbgai wilayah kerajaan dan wilayah Islam seperti : Turki, Persia, Irak, India dan bahkan Indonesia.

Sastrawan-sastrawan muslim yang hidup diabad pertengahan antara lain:

q  Fariduddin Al-Attar (1119-1230 M)

Beliau lahir di Nisabur, timur laut Persia. Semasa mudanya beliau mengembara keberbagai wilayah Islam, seperti Mesir, Hejaz, India, dan Asia Tengah. Kemudian ia kembali ketempat kelahiranya dan menetap disana. Beliau menulis puisi dan menyusun petuah-petuah sufi selama 39 tahun. Karya Fariduddin Al-Attar yang sangat terkenal adalah Mantiq At-Tair (musyawarah burung) sebuah sajak alegori yang mengisahkan pengalaman religius kaum sufi. Buku Mantiq At-Tair ini telah diterjemahkan kedalam bahasa Prancis oleh J.H. Garcin de Tassy dengan judul Mantiq Uttair, Le Lanage Des Oiseau (tahun 1863 M). Juga telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dengan judul The Conference of the Birds (1955).
               
                Buku karya Fariduddin Al-Attar lainya adalah Tazkiratul Auliya. Buku ini disusun dalam bentuk prosa dengan maksud mengenang para sufi pendahulunya (buku ini sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia). Buku yang lainya berjudul Pend Namah (kitab nasihat) dan sudah diterjemahkan kedalam bahasa Prancis.

q  Jalaluddin Ar-Rumi (1207-1273 M)
Jalaluddin Ar-Rumi lahir di Afganistan pada 1207 M dan wafat di Turki tahun 1273 M. Ia adalah keturunan sahabat Abu Bakar As-Siddiq r.a. ia seorang penyair sufi terbesar pada masanya, yang mendapat gelar Maulana (tuan kami). Karya tulis Jalaluddin Ar-Rumi antara lain:
m  Diwan Syams-i Tabriz, merupakan kumpulan puisi terdiri atas 33.000 bait, yang kesemuanya dalam bentuk gasal sufi.
m  Masnawi, terdiri dari 6 jilid berisi 26.660 bait yang berisi “akar-akar agama dan penemuan kegaiban-kegaiban alam dan pengetahuan ketuahanan” dan buku ini diselesaikan dalam waktu 10 tahun. Buku ini sudah diterjemahkan dan diberi komentar oleh Renold Alleyne Nicholson selama 25 tahun (1925-1950 M).

q  Sa’adi Syiraz (wafat di Syiraz antara tahun 1291 dan 1295 M)
Sa’adi Syiraz seorang sastrawan Persia yang karya tulisnya berjudul Bustan (kebun buah) dan Gulistan (kebun bunga). Gulistan di tulis dalam bentuk prosa dan berisi kisah-kisah, kata-kata mutiara, nasihat, renungan pribadi yang berisi selingan puisi berisi anekdot, humor dan nasihat. Bustan (telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia) berisi kisah-kisah yang indah dan melukiskan nilai-nilai luhur Islam yakni kebenaran, keadilan, kerendahan hati dan kebebasan. Dalam karya ini Sa’adi menampilkan dirinya sebagai penyair, guru, dan sekaligus sebagai moralitas.

q  Fuzuli (wafat sekitar tahun 1556 M)
Fuzuli termasuk penyair terkenal dalam sejarah Islam. Salah satu karyanya yang terkenal berbentuk puisi yang bejudul Shikeyetname (pengaduan). Fuzuli bertempat tinggal di Irak.

Selain seni bangunan (arsitektur) dan seni sastra pada abad pertengahan, masih juga terdapat di beberapa wilayah Islam bebagai seni lainya, seperti seni musik, seni suara, seni lukis, seni pahat, seni tari, dan seni kaligrafi.




                Sumber : Syamsuri, 2007, Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas XI, Erlagga, Jakarta. Hal 80-83.




No comments:

Post a Comment

Islam di Benua Afrika

Islam di Afrika Sejak pada masa Rasulullah SAW, sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di benua Af...