Negara-negara Islam
1. Brunei Darussalam
Brunei Darussalam adalah sebuah
negara kecil yang sangat makmur. Negara ini terletak di bagian utara pulau
Borneo (Kalimantan) dan berbatasan dengan Malaysia. Ibukotanya adalah Bandar
Seri Begawan. Bahasa yang digunakan adalah bahasa melayu. Agama resmi di Brunei
adalah agama Islam, dengan Sultan Brunei sebagai kepala agama di negara itu.
Silsilah kerajaan Brunei terdapat
pada Batu Tarsilah yang dimulai dari Awang Alak Betatar, raja yang mula-mula
memeluk agama Islam (1368)sampai kepada Sultan Muhammad Tajudin (Sultan Brunei
ke 19 yang memerintah antara 1795-1804).
Pada awal abad ke 15, pengaruh
kerajaan Malaka dibawah pemerintahan para meswara mulai menyebar ketika
pengaruhnya semakin besar, Malaka kemudian mengambil alih perdagangan Brunei.
Perubahan ini menyebabkan agama Islam tersebar luas di wilayah Brunei oleh para
pedagangnya pada akhir abad ke-15.
Jatuhnya
Malaka ke tangan Portugis pada 1511 telah menyebabkan Sultan Brunei mengambil
alih kepemimpinan Islam dari Malaka. Kesultanan Brunei pun mencapai zaman
kegemilangannya dari abad ke 15 hingga abad ke-17. Saat itu Sultan Brunei
memperluas wilyah kekuasaanya ke seluruh pulau Borneo dan ke Filipina di
sebelah utaranya.
2. Kazakstan
Wilayah Republik Kazakstan
berbatasan dengan Rusia, Republik Rakyat Tiongkok, Kirgistan, Uzbekistan,
Turkimenistan, dan laut Kaspia. Ibu kotanya adalah Astana. Bahasa resminya
adalah Kazak dan bahasa Rusia. Bangsa kazak adalah etnik terbesar yang
menempati wilayah Kzakstan dan merupakan keturunan dari kabilah Turki dan
Mongol.
Pada abad ke -19, bersama kawasan
di Asia tengah, penduduk Kazakstan mengenal dan menganut agama Islam. Ketika
revolusi komunis menang di Rusia dan Uni Soviet berdiri, sejak 1920 Kazakstan
menjadi salah satu dari lima belas
negara yang tergabung dalam Uni Soviet. Seiring dengan bubarnya Uni Soviet,
Kazakstan pun memerdekakan diri dan menjadi negara bebentuk republik.
3. Maroko
Kerajaan Maroko adalah negara di
barat laut Afrika yang memeiliki garis pantai dekat samudra Atlantik yang
memanajang melewati Selat Gibraltar hingga ke laut tengah. Ibu kotanya adalah
Rabat. Bahasa resminya adalah bahasa Arab. Luas wilayah Maroko sekitar 446.550
km2 dan jumlah penduduknya kira-kira 32,7 juta jiwa.
Salah satu keunikan tradisi di
Maroko adalah shalat tarwih berjamaah dibagi menjadi dua gelombang. Pertama,
setelah shalat Isya, Tarwih dikerjakan delapan rakaat. Kedua, menjelang waktu
subuh, dikerjakan delapan rakaat lagi, ditambah tiga rakaat shalat witir. Dan
setiap malamnya, menghabiskan satu juz Al- Quran.
4. Bangladesh
Republik rakyat Bangladesh adalah
negara di Asia Selatan yang berbatasan dengan India di sebelah timur laut,
Myanmar di tenggara, dan Teluk Benggala di selatan. Ibu kota dan kota terbesar
di Bangladesh adalah Dhaka. Bahasa resminya adalah Bengali.Bangladesh merupakan
salah satu negara terdapat di dunia dengan jumlah penduduk sekitar 147 juta
jiwa. Sebanyak 88% penduduk Bangladesh adalah Muslim.
Idul fitri dan Idul Adha adalah
hari raya terbesar dalam kalender Islam. Hari-hari sebelum Idul Fitri disebut
Chad Rat(malam bulan) dan sering ditandai dengan mercon. Hari libur Islam
lainnya juga diakui.
Tradisi masakan Bangladesh
berhubungan erat dengan masakan India dan Timur Tengah yang banyak memiliki
sifat unik. Selain itu, masakan mereka juga memiliki kaitan dengan masakan
Indonesia yaitu masakan dari Aceh.
5. Kirghizia
Kirghizia adalah negara yang
terletak di Asia Tengah. Negara itu berbatasan dengan Republik Rakyat Cina,
Kazakstan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Ibu kotanya berada di Bishek (dulunya
Frunze). Bahasa resminya adalah Kirghiz dan bahasa Rusia.
Kirghizia adalah negara kecil yang
miskin. Luas wilayahnya 198.500 km2 dan bergunung-gunung. Jumlah
penduduknya sekitar lima juta jiwa, yang sebagian besar Muslim. Kirghizia
merupakan negara penghasil gandum, kentang, gula bit, kapas, wol, tembakau,
buah-buahan, daging sapi, dan daging domba.
Orang Kirghiz memilikiaksara
sendiri, yang disebut yangsel. Aksara tersebut telah ada sejak abad ke-8.
Tetapi, aksara ini kemudian hilang. Setelah mereka memeluk agama Islam, oarang
kirghiz pun memekai aksara baru yang berdasar pada sistem alfabet Arab-Persia.
Sumber : Jauzah Maulana, Kumpulan Dongeng Islam Tiga Benua,
Dari Mizan (Bandung : 2009)
No comments:
Post a Comment