Seljuk Iran (Seljuk Besar)
Nama Seljuk
diambil dari nama pendirinya, yaitu Seljuk bin Tugaq yang menjadi cikal bakal
Dinasti Seljuk. Mereka memelik agama Islam Suni sehingga mudah behubungan
dengan tetangga –tetangga yang memeluk Islam.
Pada masa itu sering
terjadi peperangan antara raja-raja Samaniyah dan raja-raja Khaniyah. Seljuk
berpihak pada Samaniyah yang kemudian mengizinkan mereka menyebrangi wilayahnya
menuju daerah pinggiran Sungai Sihun dan memanfaatkan kota Jund sebagai
pangkalan. Seljuk berkembang menjadi kuat dan disegani serta tetap berpegang
kepada ajaran agama Islam.
Seljuk bin
Tugaq meniggalkan empat orang putra, yaitu Ismail, Musa, Bigu, Yunus, dan
Mikail. Dibawah pimpinan Mikail, orang-oarang Seljuk dibawah melintas daerah
Jinundan menetap di Khurasan. Kemudian, mereka terlibat perang dengan Sultan
Mas’ud al-Gasnawi.
Dibawah
pimpinan Panglima Tagrul Bek, orang-orang Seljuk berhasil mengalahkan Dinasti
Gasnawiyah dan menduduki Nisabur. Setelah menduduki jabatan Sultan, Tugrul Bek
mendapat pengakuan dari Khalifah Abbasiyah, al-Qa’im.Tugrul Bek berhasil
memperluas wilayahnya hingga menguasai hampir seluruh wilayah Iran, Jurjan,
Tabaristan, Quzwain, dan Zanjan. Ia kemudian memindahkan ibukotanya ke Ray.
Pada tahun 1050-1055 M, Tugrul Bek merebut Isfahan, Daylam, Azerbaijan, dan
Hamadan. Hal itu merupakan batu loncatan untuk menuju Bagdad yang dikuasai
Dinasti Buwaihiyah. Pada tahun 1058 M,
Tugrul Bek berhasil mengalahkan sultan Buwihahiyah terakhir yang bernama Malik
ar-Rahim.
Pada saat yang
sama, terjadi persekongkolan antar al-Basriri (panglima Buwaihi) dan Khalifah
al-Munstansir (Khalifah Fatimiah di Mesir) untuk mengulingkan kekuatan Buwaihi
di Bagdad, tetapi gagal. Permusuhan itu telah mengambil warna baru, yaitu
pertentangan Islam (al-Qayim dan Tugrul Bek) melawan Islam Syiah (al-Mustansir
dan al-Basasiri).
Tugrul Bek
meniggal setelah memerintah selama 26 tahun. Ia digantikan oleh Alp Arslan pada
tahun 1063 M.
Naiknya Alp
Arslan sebagai sultan mendapat tantangan dari saudara-saudaranya yang
dipelopori oleh Syihabuddaulah Qutulmisy. Pada tahun 1064 M Alp Arslan berhasil
mengalahkan Qutulmisy.
Pada saat Alp
Arslan memerintah, ia didampingi oleh seorang perdana mentri yang sangat pandai
dan masyhur bernama Nizamul Mulk. Selain mendampingi Alp Arslan juga mendapingi Malik Syah, pengganti Alp
Arslan.
Masa
pemerimtahan Tugrul Bek(1038-1063 M), Alp Arslan (1063-1072 M), dan Maliksyah
(1072-1092 M) merupakan masa kejayaan Bani Seljuk. Wilayahnya meliputi bagian
timur dunia Islam. Bani Seljuk kemudian meperluas wilayahnya ke Asia Barat dan
menyatukanya dalam kerajaan Islam.
Pada tahun
1065 M, Alp Aeslan berhasil merebut Ani, ibukota Kristen di Armenia dan
Provinsi Bizantium. Pada tahun 1071 M, Alp Aeslan juga berhasil mengalahkan
Bizantium di Manzikart suatu tempat di utara danau Van dir Armenia. Ia bahkan
berhasil menagkap Kaisar Romawi IV, Diogenes. Bani Seljuk merupakan Dinasti
Islam pertama yang memperoleh kekuasaan secara permanen di wilayah Romawi.
Sejak saat
itu, Bani Seljuk mulai menempati wilayah Asia Kecil dan sekaligus menjadi basis
penyebaran bangsa Turki di Asia Kecil. Saudara Alp Arslan, Sulaiman bin
Qutulmisy, kemudian memegang kekuasaan di wilayah baru tersebut. Kemudian, ia
mendirikan kesultanan Seljuk di Asia Kecil pada tahun 1077 M. Ibukota pertama kesultanan
ini adalah Nicapa (Niqiyah).
Sepeniggal
Sultan Maliksyah tahun 1092 M terjadi perebutan kekuasaan antara Barkiyarug bin
Maliksyah dan saudara bungsunya yang bernama Mahmud. Barkiyarug mendapat
dukungan dari Madrasah Nisamiyah, sedangkan Mahmud mendapat dukungan dari
Turkan Khatun, janda Maliksyah. Pada awalnya Mahmud diakui sebagai sultan pada
tahun 1092 M. Akan tetapi, atas desakan kaum Madrasah Nisamiyah, Barkiyarug
juga diakui sebagai sultan yang berkedudukan di Isfahan. Selajutnya Barkiyarug
berhasil melumpuhkan kekuatan Mahmud.
Pada tahun
1097 M, Barkiyarug mengangkat Sanjar menjadi penguasa di Khurasan. Pada tahun
1099 M, Muhammad saudara kandung Sanjar mengangkat dirinya sebagai sultan di
Hamadan. Dengan demikian, pada waktu itu ada dua sultan Seljuk yang diakui
Khalifah Abbasiyah. Setelah itu, Barkiyarug digantikan oleh anaknya yang
bernama Maliksyah II. Akan tetapi, wilayahnya telah terbagi-bagi untuk
saudara-saudaranya. Bagian timur untuk Sanjar, bagian utara untuk Muhammad,
Syam (Suriah) untuk anak-anak Tutusy, Asia Kecil untuk anak-anak Qutulmisy,
serta Kirman untuk keturunan Qawurd.
Sumber: Drs H
Darsono, Drs T Ibrahim. 2004. Tonggak
Sejarah Kebudayaan Islam:Madrasah Tsanawiyah III. Solo: PT Tiga Serangkai
Pustaka Mandiri. Hlm 57-59.
No comments:
Post a Comment