Monday, June 11, 2018

Bani Seljuk



Seljuk Iran (Seljuk Besar)
Nama Seljuk diambil dari nama pendirinya, yaitu Seljuk bin Tugaq yang menjadi cikal bakal Dinasti Seljuk. Mereka memelik agama Islam Suni sehingga mudah behubungan dengan tetangga –tetangga yang memeluk Islam.
Pada masa itu sering terjadi peperangan antara raja-raja Samaniyah dan raja-raja Khaniyah. Seljuk berpihak pada Samaniyah yang kemudian mengizinkan mereka menyebrangi wilayahnya menuju daerah pinggiran Sungai Sihun dan memanfaatkan kota Jund sebagai pangkalan. Seljuk berkembang menjadi kuat dan disegani serta tetap berpegang kepada ajaran agama Islam.
Seljuk bin Tugaq meniggalkan empat orang putra, yaitu Ismail, Musa, Bigu, Yunus, dan Mikail. Dibawah pimpinan Mikail, orang-oarang Seljuk dibawah melintas daerah Jinundan menetap di Khurasan. Kemudian, mereka terlibat perang dengan Sultan Mas’ud al-Gasnawi.
Dibawah pimpinan Panglima Tagrul Bek, orang-orang Seljuk berhasil mengalahkan Dinasti Gasnawiyah dan menduduki Nisabur. Setelah menduduki jabatan Sultan, Tugrul Bek mendapat pengakuan dari Khalifah Abbasiyah, al-Qa’im.Tugrul Bek berhasil memperluas wilayahnya hingga menguasai hampir seluruh wilayah Iran, Jurjan, Tabaristan, Quzwain, dan Zanjan. Ia kemudian memindahkan ibukotanya ke Ray. Pada tahun 1050-1055 M, Tugrul Bek merebut Isfahan, Daylam, Azerbaijan, dan Hamadan. Hal itu merupakan batu loncatan untuk menuju Bagdad yang dikuasai Dinasti Buwaihiyah. Pada  tahun 1058 M, Tugrul Bek berhasil mengalahkan sultan Buwihahiyah terakhir yang bernama Malik ar-Rahim.
Pada saat yang sama, terjadi persekongkolan antar al-Basriri (panglima Buwaihi) dan Khalifah al-Munstansir (Khalifah Fatimiah di Mesir) untuk mengulingkan kekuatan Buwaihi di Bagdad, tetapi gagal. Permusuhan itu telah mengambil warna baru, yaitu pertentangan Islam (al-Qayim dan Tugrul Bek) melawan Islam Syiah (al-Mustansir dan al-Basasiri).
Tugrul Bek meniggal setelah memerintah selama 26 tahun. Ia digantikan oleh Alp Arslan pada tahun 1063 M.
Naiknya Alp Arslan sebagai sultan mendapat tantangan dari saudara-saudaranya yang dipelopori oleh Syihabuddaulah Qutulmisy. Pada tahun 1064 M Alp Arslan berhasil mengalahkan Qutulmisy.
Pada saat Alp Arslan memerintah, ia didampingi oleh seorang perdana mentri yang sangat pandai dan masyhur bernama Nizamul Mulk. Selain mendampingi Alp Arslan  juga mendapingi Malik Syah, pengganti Alp Arslan.
Masa pemerimtahan Tugrul Bek(1038-1063 M), Alp Arslan (1063-1072 M), dan Maliksyah (1072-1092 M) merupakan masa kejayaan Bani Seljuk. Wilayahnya meliputi bagian timur dunia Islam. Bani Seljuk kemudian meperluas wilayahnya ke Asia Barat dan menyatukanya dalam kerajaan Islam.   
Pada tahun 1065 M, Alp Aeslan berhasil merebut Ani, ibukota Kristen di Armenia dan Provinsi Bizantium. Pada tahun 1071 M, Alp Aeslan juga berhasil mengalahkan Bizantium di Manzikart suatu tempat di utara danau Van dir Armenia. Ia bahkan berhasil menagkap Kaisar Romawi IV, Diogenes. Bani Seljuk merupakan Dinasti Islam pertama yang memperoleh kekuasaan secara permanen di wilayah Romawi.
Sejak saat itu, Bani Seljuk mulai menempati wilayah Asia Kecil dan sekaligus menjadi basis penyebaran bangsa Turki di Asia Kecil. Saudara Alp Arslan, Sulaiman bin Qutulmisy, kemudian memegang kekuasaan di wilayah baru tersebut. Kemudian, ia mendirikan kesultanan Seljuk di Asia Kecil pada tahun 1077 M. Ibukota pertama kesultanan ini adalah Nicapa (Niqiyah).
Sepeniggal Sultan Maliksyah tahun 1092 M terjadi perebutan kekuasaan antara Barkiyarug bin Maliksyah dan saudara bungsunya yang bernama Mahmud. Barkiyarug mendapat dukungan dari Madrasah Nisamiyah, sedangkan Mahmud mendapat dukungan dari Turkan Khatun, janda Maliksyah. Pada awalnya Mahmud diakui sebagai sultan pada tahun 1092 M. Akan tetapi, atas desakan kaum Madrasah Nisamiyah, Barkiyarug juga diakui sebagai sultan yang berkedudukan di Isfahan. Selajutnya Barkiyarug berhasil melumpuhkan kekuatan Mahmud.
Pada tahun 1097 M, Barkiyarug mengangkat Sanjar menjadi penguasa di Khurasan. Pada tahun 1099 M, Muhammad saudara kandung Sanjar mengangkat dirinya sebagai sultan di Hamadan. Dengan demikian, pada waktu itu ada dua sultan Seljuk yang diakui Khalifah Abbasiyah. Setelah itu, Barkiyarug digantikan oleh anaknya yang bernama Maliksyah II. Akan tetapi, wilayahnya telah terbagi-bagi untuk saudara-saudaranya. Bagian timur untuk Sanjar, bagian utara untuk Muhammad, Syam (Suriah) untuk anak-anak Tutusy, Asia Kecil untuk anak-anak Qutulmisy, serta Kirman untuk keturunan Qawurd.











  Sumber: Drs H Darsono, Drs T Ibrahim. 2004. Tonggak Sejarah Kebudayaan Islam:Madrasah Tsanawiyah III. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Hlm 57-59.

No comments:

Post a Comment

Islam di Benua Afrika

Islam di Afrika Sejak pada masa Rasulullah SAW, sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di benua Af...