Sunday, June 10, 2018

Seljuk Asia Kecil (Seljuk Rum)



SELJUK ASIA KECIL (SELJUK RUM)
Para sultan Seljuk Asia Kecil adalah keturunan Abul Fawaris Qutulmisy bin Qutulmisy bin Israil bin Seljuk. Pada penaklukan awal, ia diberi kekuasaan atas wilayah Mosul , Diyar Bakir, dan Suriah oleh Tugrul Bek. Kesultanan ini berhasil mempertahankankekuasaanya selama 220 tahun dan dipimpin oleh 14 orang sultan.
Bertakhtanya Alp Arslan untuk menggantikan Tugrul Bek yang meniggal dunia pada tahun 1063 M membuat Abdul Fawaris melakukan pemberontakan. Ia merasa lebih berhak atas jabatan itu. Akan tetapi, ia berhasil dibunuh oleh Alp Arslan. Atas campur tangan Nizamul Mulk, keluarga Abul Fawaris selamat. Akan tetapi , oleh Nizamul Mulk, para penguasa dari keluarga Abul Fawaris tidak diperkenankan memakai gelar Amir. Selanjutnya, pemerintahan Seljuk Asia kecil dipegang oleh Sulaiman bin Qutulmisy. Ia menguasai daerah Asia kecil atas persetujuan Maliksyah.
Pada tahun 1085 M, Sulaiman berhasil merebut Antiokia dari tangan orang-oarang Pilaretus Armenia. Seljuk Asia Kecil kembali terlibat perseteruan dengan Seljuk Iran ketika Sulaiman berperang melawan Tutusy bin Alp Arslan. Perseteruan itu berakhir dengan terbunuhnya Sulaiman pada tahun 1086 M.
Maliksyah kemudian mengangkat Qilij Arslan I untuk menggantikan kedudukanya. Qilij Arslan I berkuasa selama 20 tahun hingga tahun 1107 M.
Selanjutnya para penguasa Seljuk Asia Kecil adalah Qilij Arslan I (1086-1107 M), Maliksyah  Mas’ud (1107-1155 M), Qilij Arslan II (1156-1192 M), Ruknuddin Sulaiman II (1196-1204 M), Qilij Arslan III dan Giyaruddin Khaikusraw I (1204-1210 M), Izzuddin Kaika’us I (1210-1219 M), Alauddin Kaikobad (1219-1237 M), Izzuddin Kaika’us II (1237-1245 M), Izzuddin Kaika’us II dengan dua saudaranya (1246-1256 M), Ruknuddin Qilij Arslan IV (1257-1266 M), Giyaruddin Khaikhusraw III (1266-1282 M), serta Giyaruddin Mas’ud II dan Alauddin Kaikobad III (1282- 1302 M).
Kesultanan Seljuk Asia Kecil ini dapat bertahan lebih lama dari kesultanan dari kesultanan Seljuk yang lain walaupun sering mengalami pertentangan  intern. Kesultanan ini runtuh pada tahun 1302 M, setelah dikalahkan Gazan Khan dari bangsa Mongol.






 Sumber: Drs H Darsono, Drs T Ibrahim. 2004. Tonggak Sejarah Kebudayaan Islam:Madrasah Tsanawiyah III. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Hlm 60-61.  

No comments:

Post a Comment

Islam di Benua Afrika

Islam di Afrika Sejak pada masa Rasulullah SAW, sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di benua Af...