SELJUK ASIA KECIL (SELJUK RUM)
Para sultan Seljuk Asia Kecil
adalah keturunan Abul Fawaris Qutulmisy bin Qutulmisy bin Israil bin Seljuk.
Pada penaklukan awal, ia diberi kekuasaan atas wilayah Mosul , Diyar Bakir, dan
Suriah oleh Tugrul Bek. Kesultanan ini berhasil mempertahankankekuasaanya
selama 220 tahun dan dipimpin oleh 14 orang sultan.
Bertakhtanya Alp Arslan untuk
menggantikan Tugrul Bek yang meniggal dunia pada tahun 1063 M membuat Abdul
Fawaris melakukan pemberontakan. Ia merasa lebih berhak atas jabatan itu. Akan
tetapi, ia berhasil dibunuh oleh Alp Arslan. Atas campur tangan Nizamul Mulk,
keluarga Abul Fawaris selamat. Akan tetapi , oleh Nizamul Mulk, para penguasa
dari keluarga Abul Fawaris tidak diperkenankan memakai gelar Amir. Selanjutnya,
pemerintahan Seljuk Asia kecil dipegang oleh Sulaiman bin Qutulmisy. Ia
menguasai daerah Asia kecil atas persetujuan Maliksyah.
Pada tahun 1085 M, Sulaiman
berhasil merebut Antiokia dari tangan orang-oarang Pilaretus Armenia. Seljuk
Asia Kecil kembali terlibat perseteruan dengan Seljuk Iran ketika Sulaiman
berperang melawan Tutusy bin Alp Arslan. Perseteruan itu berakhir dengan
terbunuhnya Sulaiman pada tahun 1086 M.
Maliksyah kemudian mengangkat
Qilij Arslan I untuk menggantikan kedudukanya. Qilij Arslan I berkuasa selama
20 tahun hingga tahun 1107 M.
Selanjutnya para penguasa Seljuk
Asia Kecil adalah Qilij Arslan I (1086-1107 M), Maliksyah Mas’ud (1107-1155 M), Qilij Arslan II
(1156-1192 M), Ruknuddin Sulaiman II (1196-1204 M), Qilij Arslan III dan Giyaruddin
Khaikusraw I (1204-1210 M), Izzuddin Kaika’us I (1210-1219 M), Alauddin
Kaikobad (1219-1237 M), Izzuddin Kaika’us II (1237-1245 M), Izzuddin Kaika’us
II dengan dua saudaranya (1246-1256 M), Ruknuddin Qilij Arslan IV (1257-1266
M), Giyaruddin Khaikhusraw III (1266-1282 M), serta Giyaruddin Mas’ud II dan
Alauddin Kaikobad III (1282- 1302 M).
Kesultanan Seljuk Asia Kecil ini
dapat bertahan lebih lama dari kesultanan dari kesultanan Seljuk yang lain
walaupun sering mengalami pertentangan
intern. Kesultanan ini runtuh pada tahun 1302 M, setelah dikalahkan
Gazan Khan dari bangsa Mongol.
Sumber: Drs H
Darsono, Drs T Ibrahim. 2004. Tonggak
Sejarah Kebudayaan Islam:Madrasah Tsanawiyah III. Solo: PT Tiga Serangkai
Pustaka Mandiri. Hlm 60-61.
No comments:
Post a Comment