Thursday, June 21, 2018

DAKWAH RASULLULAH PRIODE MADINAH



A.      Latar belakang

Pada abad ke-5 sejarah dakwah Rasulullah saw. Di Mekkah, bangsa Quraisy dengan segala upaya berusaha melumpuhkan gerakan Muhammad saw. Hal ini dibuktikan dengan pemboikotan terhadap bani Hasyim dan Bani Muthalib (keluarga besar Muhammad saw). Beberapa pemboikotan tersebut antara lain sebagai berikut.

a.       Memutuskan hubungan perkawinan
b.      Memutuskan hubungan jual beli
c.       Memutuskan hubungan ziarah menziarahi
d.      Tidak ada tolong menolong
Pemboikotan itu tertulis diatas selembar sahitah atau pelakat yang digantungkan di Kabbah dan tidak akan dicabut sebelum Muhammad saw menghentikan gerakanya.  Selama tiga tahun lamanya bani Hasyim dan Bani Muthalib menderita kemiskinana akibat pemboikotan itu. Banyak pengikut Rasulullah yang menyingkir keluar kota Mekkah untuk mempertahankan hidup atau menyelamatakan diri. Ujian bagi Rasullulah saw juga bertambah berat dengan wafatnya dua orang yang sangat dicintai, yaitu pamanya, Abu Thalib dalam usia 87 tahun dan istrinya, yaitu Khadijah. Peristiwa tersebut yang terjadi pada tahun ke sepuluh dari masa kenabian (620 M) dalam sejarah disebut Amul Huzni (tahun kesedihan atau tahun duka cita)
Dengan meniggalnya dua tokoh tersebut orang quraisy makin berani dan leluasa menggangu dan menghalangi Rasulullah saw. Mereka berani melemparkan kotoran kepunggung nabi, bahkan Beliau hampir meniggal karena ada orang yang hendak mencekiknya. Nabi Muhammad saw. Merasakan dakwah di Mekkah tidak lagi sesuai sebagai pusat dakwah islam. Oleh karena itu,beliau bersama zahit binharisah pergi hijrah ke taif untuk berdakwah.Beliau menjumpai pemuka-pemuka kabilat Tasqi dan mengajek mereka ke pada islam.Ajakan rasulullah itu di tolak dengan kasar,bahkan mereka pun mengusir,menyoraki,dan mengejar rasulullah sambil melempari dengan batu. Saat itu Rasulullah saw. Sempat berlindung dibawah pohon anggur dikebun Utba dan Syaiba (anak Rabia). Meski demikian terluka, Rasulullah saw tetap sabar dan lapang dada serta ikhlas. Kesulitan dan hambatan yang terus-menerus menimpa Muhammad saw dan pengikutnya dihadapi dengan sabar dan tawakal.
Ketika menghadapi ujian yang demikian berat dan tingkat perjuangan sudah berada pada puncaknya, Rasulullah saw diperintah oleh Allah SWT. Untuk menjalani Isra Mikraj dari Mekkah menuju Baitul Maqdis di Palestina dan selanjutnya naik ke langit hingga Sidratul Muntaha (QS.Al Isra:1). Kejadian Isra dan Mikraj terjadi pada malam tanggal 17 Rajab tahun Ke-11 dari kenabian dan ditempuh dalam waktu hanya satu malam. Hikma dari peristiwa Isra Mikraj antara lain sebagai berikut.
a.       Karunia dan keistimewaan tersendiri bagi Nabi Muhammad saw. Yang tak pernah diberikan Allah swt. Kepada manusia dan nabi-nabi sebelumnya.
b.      Menambah kekuatan iman dan keyakinan beliau sebagai rasul untuk terus menyerukan agama Allah kepada seluruh umat manusia.
c.       Menjadi ujian bagi kaum muslimin sendiri sejauh mana mereka beriman dan percaya kepada kejadian yang menakjubkan itu yang hanya ditempuh dalam waktu semalam.
Peristiwa ini dijadikan olok-olok oleh kaum Quraisy dan menuduh Nabi Muhammad saw. Sudah gila. Meski demikian, ada orang yang beriman atau percaya terhadap kejadian ini, yaitu Abu Baka sehingga nama beliau ditambahkan dengan gelar As Sidiq.

B.      Hijrah Nabi Muhammad SAW Ke Yastrib (Madinah)

Faktor –faktor yang mendorong hijrahnya Nabi Muhammad saw. Ke Yastrib (Madinah) antara lain:

1.       Ada tanda-tanda perkembangan dakwah Islam Yang baik di Yastrib karena hal-hal berikut.

a.       Pada tahun 621 M,  telah datang 13 orang penduduk Yastrib menemui Nabi Muhammad saw. Dibukit Aqabah. Mereka berikrar masuk Islam dan kejadian tersebut dinamakan perjajian Aqabah I.
b.      Pada tahun berikutnya 622 M, datang lagi sebanyak 73 oarang Yastrib ke Mekkah terdiri dari suku Aus dan Khazraj. Saat itu mereka tampaknya datang untuk melakukan haji, tetapi sesungguhnya kedatangan mereka adalah untuk menjumpai Rasulullah saw. Dan mengundang agar pindah ke Yastrib. Mereka berjanji akan membelah dan mepertahankan serta melindungi Rasulullah saw beserta para pengikut dan keluarganya seperti melindungi keluarga sendiri. Perjanjian ini disebut perjanjian Aqabah II. Akhirnya, Rasulullah saw menyuruh sahabat-sahabat Nabi berpindah bersama.

2.       Ada rencana pembunuhan terhadap Rasulullah saw. Oleh kaum kafir Quraisy yang ada kesepakatannya diputuskan pemuka-pemuka Quraisy di Darun Nadwah. Mereka menyatakan bahwa:

a.       Mereka sangat Khawatir apabila Muhammad dan pengikutnya telah berkuasa di Yastrib, pasti Muhammad akan menyerang kafilah-kafilah dagang Quraisy yang pulang pergi ke Syam. Hal itu akan mengakibatkan kerugian bagi perniagaan mereka.
b.      Mereka akan membunuh Muhammad sebelum ia ikut pindah ke Yastrib. Hal ini dilakukan demi keselamatan dan masa depan bangsa Quraisy.
c.       Mereka menyusun rencana pembunuhan Muahammad dengan cara setiap suku Quraisy mengirimkan seorang pemuda tangguh sehingga apabila Rasulullah saw, terbunuh keluarganya tidak akan mampu membelah diri dihadapan seluruh suku Quraisy, kemudian mengepung rumah Nabi saw. Dan akan membunuhnya di saat fajar, yakni ketika Rasulullah saw akan melaksanakan salat subuh.
Rencana tersebut diketahui Rasulullah saw. Yang kemudian mengatur strategi dengan meminta Ali bin Abi Thalib untuk tidur ditempat beliau. Adapun Rasulullah saw sendiri berkemas meniggalkan rumah dan tampak disekeliling rumahnya, para pemuda Quraisy tertidur lelap. Rasulullah saw selanjutnya menuju rumah Abu Bakar Sidik, kemudian mereka menuju gua di bukit Tsur, sebelah selatan kota Mekkah untuk sembunyi beberapa hari.
Pemuda-pemuda Quraisy terperanjat dan terkecoh ketika menemukan bahwa yang sedang tidur ternyata Ali bin Abi Thalib. Mereka mengejar dan menjelajahi seluruh kota untuk mencari, tetapi hasilnya nihil. Mereka menyusul ke arah Yastrib dan sampai juaga ke gua Tsur tempat Rasulullah saw. Dan Abu Bakar bersembunyi. Akan tetapi, mereka tidak menemukan mereka disana karena terdapat kejadian yang tidak biasa dimana pintu gua tertutup jaring laba-laba seolah-olah tidak pernah ada orang yang masuk ke gua tersebut. Mereka pun kembali dengan tangan hampa karena tidak berhasil menemukan Rasulullah saw. Tiga hari lamanya Rasulullah saw. Bersembunyi dalam gua itu. Setelah merasa aman, beliau bersama Abu Bakar kemudian meneruskan perjalanan.   

C.      Akhir Priode Dakwah Rasulullah Di Kota Mekah

Dengan hijrahnya Rasulullah saw. Dari mekah ini, berahirlah priode pertama sejarah risalahnya dikota Mekah. Lebihh kurang 13 tahun lamanya, beliau berjuang menyerukan Islam ditengah masyarakat Mekah dengan jihad, sabar, dan mengorbankan harta, jiwa serta tanpa menggunakan kekerasan atau perusakan fasilitas dan harta benda yang dimiliki oleh kaum kafir Quraisy.

Sebelum memasuki kota Yastrib, Rasulullah saw. Singgah di Quba (kira-kira 10 km jauhnya dari Yastrib). Di sini Rasulullah saw mendirikan sebuah mesjid yang dinamakan masjid Quba tepat hari jumat, 12 Rabiulawal tahun 1 hijriah atau bertepatan dengan 24 september 622 M, Rasulullah saw., Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib yang telah menyusulnya memasuki kota Yastrib. Mereka mendapat sambutan penuh haru, hormat, dan kerinduan diiringi puji-pujian dari seluruh masyarakat Madinah. Pada hari itu juga, Rasulullah saw mengadakan shalat jumat yang pertama kali dan berkhutbah dihadapan kaum Muhajirin dan Ansar.

Sejak saat itu, kota Yastrib berubah namanya menjadi Madinah Nabi (Madinah Rasul). Selanjutnya kota itu disebut Madinah. Orang –orang yang pindah atau hijrah mendapat sebutan kaum Muhajirin artinya pendatang. Adapun penduduk asli disebut Ansar artinya pembela. Penduduk kota Madinah itu sendiri terdiri dari dua golongan yang berbeda yaitu:

1)      Golongan Arab yang berasal dari selatan, yaitu suku Aus dan Khasraj.
2)      Golongan Yahudi, yaitu orang-orang Israil yang berasl dari utara (Palestina). Kebiasaan orang Yahudi ini selalu membangga-banggakan diri pada penduduk asli dan sering mengadu domba antara suku antara suku Aus dan Khazraj sekedar mengambil keuntungan dari hasil penjualan senjatanya.

Peristiwa hijrah ini amat penting artinya bagi Islam dan kaum Muslimin karena hijrahnya Nabi saw. dari Mekah ke Madinahdijadikan sebagai permulaan tahun Hijriah. Dengan hijrahnya kaum Muslim, terbukalah kesempatan bagi Nabi saw. untuk mengatur strategi membentuk masyarakat muslim bebas dari ancaman dan tekanan. Beberapa strategi dalam hal tersebut adalah mengadakan perjanjian saling mebantu antara kaum Muslim dengan orang-orang non Muslim dan membangun kerjasama, baik dibidang politik, ekonomi, sosial, serta dasar-dasr daulah Islamiyah.
Dakwah Rasulullah priode Madinah dapat mewujudkan masyrakat muslim di Madinah yang adil dan makmur sehingga menjadi prototipe masyarakat yang ideal atau sering disubut masyarakat madani. Beliau juga turut berjuang dalam memelihara dan mempertahankan masyarakat yang dibinanya itu dari segala macam tantangan, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar.
D.      Substansi Dan Strategi Dakwah Rasulullah saw. Priode Madinah

Beberapa hal yang dilakukan oleh Rasulullah saw. berkaitan dengan substansi dan strategi dakwah pada priode Madinah antara lain sebagai berikut.

1)      Membina masyarakat muslim melalui persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Ansar.
2)      Memelihara dan mempertahankan masyarakat Muslim
3)      Meletakkan dasar-dasar politik ekonomi dan sosial untuk masyarakat Islam.











Sumber: Drs Margiono, M.Pd, Drs. Junaidi Anwar, Dra Latifah. 2006. Agama Islam 1 Lentera kehidupan SMA Kelas X. Jakarta: Yudhistira

No comments:

Post a Comment

Islam di Benua Afrika

Islam di Afrika Sejak pada masa Rasulullah SAW, sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di benua Af...