Tuesday, June 19, 2018

Kerajaan-kerajaan Besar Islam pada Abad Pertengahan



1.       Kerajaan Ottoman di Turki

Kerajaan ottoman didirikan dan diproklamasikan kemerdekaanya oleh Utsman I dari bangsa Turki Utsmani, setelah Sultan Alauddin dari Dinasti Saljuk meninggal dunia tahun 1300 M.

Utsman I dinobatkan sebagai raja (sultan) pertama kerajaan Ottoman, yang disusul dengan raja-raja berikutnya. Kerajaan Ottoman mengalami kemajuan pada masa pemerintahan Sultan Muhammad II (1451-1481 M). Siltan ini berjasa besar, karena telah menyebarluaskan Islam ke Benua Eropa, melalui penaklukkan kota benteng Konstantinopel ibukota Romawi Timur pada tahun 1453 M. Karena keberhasilanya ini, kemudian Sultan Muhammad II mendapat julukan Al-Fatih yang art inya sang penakluk.

Kerajaan Ottoman mengalami masa keemasan pada masa pemerintahan Sultan Sulaeman Agung dan Sulaeman Al-Qanuni. Pada masa pemerintahanya kerajaan Ottoman memiliki wilyah kekuasaan cukup luas, yaitu: Afrika Utara, Mesir, Hedzjaz, Irak, Armenia, Asia Kecil, Krimea, Balkan, Yunani, Bulgaria, Bosnia, Hongaria, Rumania, sampai kebatas sungai Danube dengan tiga lautan, yaitu Laut Merah, Laut Tengah, dan Laut Hitam.
 
Namun, setelah Sulaeman Agung meniggal dunia, kerajaan Ottoman Turki mengalami kemunduran sehingga satu demi satu wilayah kekuasaanya melepaskan diri.

2.       Kerajaan Mogul di India

Peranan umat Islam India dalam penyebaran agama Islam dapat dilihat dalam empat priode, yaitu priode sebelum kerajaan Mogul (705-1526 M), priode Mogul (1526-1858 M), priode penjajahan Inggris (1858-1947 M), dan priode negara India Sekuler (1947-sekarang).
Kerajaan Mogul didirikan oleh Zahiruddin Muhammad Babur, keturunan Jengiz Khan bangsa Mongol, pada tahun 1526 M. Kerajaan Mogul berpusat di Delhi (India).
Kerajaan Mogul diperintah secarah silih berganti oleh 15 orang raja (sultan). Sultan pertama kerjaan Mogul bernama Zahiruddin Muhammad Babur (1526-1530 M), dan sultan terkhirnya bernama Sultan Bahadur Syah II (1837-1858 M). Kerjaan Mogul mencapai puncak kejayaanya tatkala diperintah oleh Akbar Syah I (1556-1605 M), Jahangir atau Nuruddin Muhammad Jahangir (1605-1627 M), Syah Jihan (1627-1658 M), dan Aurangzeb atau Alamgir I (1658-1707 M).
Wilyah kekuasaan Mogul meliputi Kabul, Lahore, Multan, Delhi, Agra, Oud, Allahabad, Ajmer, Guzarat, Melwa, Bihar, Bengal, Khandes, Berar, Ahmad Nagar, Ousra, Kashmir, Bajipur, Galkanda, Tajore, dan Trichinopoli.

3.       Kerajaan Safawi di Persia (sekarang Iran)

Umat Islam menguasai Persia sejak tahun 641 M. Selain itu, bangsa Persia yang beragama yang semula beragama Zoroaster berbondong-bondong masuk Islam. Dinasti atau kerajaan Islam silih berganti memerintah Persia, sampai dengan bangsa Mongol merebutnya pada abad ke-12 M. Selama tiga abad bangsa Mongol menguasai Persia, hingga pada tahun 1501 M muncul dinasti baru, yaitu dinasti atau Kerajaan Safawi.

Kerajaan Safawi didirikan oleh Syah Ismail Syafawi (Ismail I) pada tahun 907 H (1501 M) di Tabriz. Beliau berkuasa pada tahun 1501-1524 M, yang wilyah kekuasaanya disebelah barat berbatasan dengan kerajaan Utsmani(Ottoman) di Turki dan disebelah timur berbatasan dengan kerjaan Islam Mogul di India. Kerajaan Safawi, Mogul dan Turki Utsmani merupakan tiga kerajaan besar pada abad pertengahan.

Setelah pemerintahan Syah Ismail Safawi berakhir, silih berganti sultan-sultan Dinasti Safawi melanjutkan pemerintahanya hingga sebanyak 17 Sultan. Sultan terakhir Kerajaan Safawi bernama Sultan Muhammad.

Kerajaan Safawi mencapai puncak kejayaanya tatkala diperintah oleh Syah Abbas (1585-1628 M). Beliau berjasa mempersatukan seluruh Persia, mengusir Portugis dari kepulauan Hormuz, dan nama pelabuhan Gumran diubah menjadi Bandar Abbas (sampai sekarang). Syah Abbas juga memindahkan ibukota kerajaan dari Qizwan ke Isfahan.

Setelah pemerintahan Syah Abbas berakhir dan digantikan oleh sultan-sultan berikutnya, kedudukan kerajaan Safawi menjadi lemah. Kelemahan kerajaan Safawi ini antara lain disebabkan adanya perebutan kekuasaan.







Sumber: Syamsuri. 2007. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas XI. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal 73-76

No comments:

Post a Comment

Islam di Benua Afrika

Islam di Afrika Sejak pada masa Rasulullah SAW, sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di benua Af...