1.
Kerajaan
Ottoman di Turki
Kerajaan
ottoman didirikan dan diproklamasikan kemerdekaanya oleh Utsman I dari bangsa
Turki Utsmani, setelah Sultan Alauddin dari Dinasti Saljuk meninggal dunia
tahun 1300 M.
Utsman
I dinobatkan sebagai raja (sultan) pertama kerajaan Ottoman, yang disusul
dengan raja-raja berikutnya. Kerajaan Ottoman mengalami kemajuan pada masa
pemerintahan Sultan Muhammad II (1451-1481 M). Siltan ini berjasa besar, karena
telah menyebarluaskan Islam ke Benua Eropa, melalui penaklukkan kota benteng
Konstantinopel ibukota Romawi Timur pada tahun 1453 M. Karena keberhasilanya
ini, kemudian Sultan Muhammad II mendapat julukan Al-Fatih yang art inya sang penakluk.
Kerajaan
Ottoman mengalami masa keemasan pada masa pemerintahan Sultan Sulaeman Agung
dan Sulaeman Al-Qanuni. Pada masa pemerintahanya kerajaan Ottoman memiliki
wilyah kekuasaan cukup luas, yaitu: Afrika Utara, Mesir, Hedzjaz, Irak,
Armenia, Asia Kecil, Krimea, Balkan, Yunani, Bulgaria, Bosnia, Hongaria,
Rumania, sampai kebatas sungai Danube dengan tiga lautan, yaitu Laut Merah,
Laut Tengah, dan Laut Hitam.
Namun, setelah Sulaeman Agung meniggal dunia, kerajaan
Ottoman Turki mengalami kemunduran sehingga satu demi satu wilayah kekuasaanya
melepaskan diri.
2.
Kerajaan
Mogul di India
Peranan umat Islam India dalam penyebaran agama
Islam dapat dilihat dalam empat priode, yaitu priode sebelum kerajaan Mogul
(705-1526 M), priode Mogul (1526-1858 M), priode penjajahan Inggris (1858-1947
M), dan priode negara India Sekuler (1947-sekarang).
Kerajaan Mogul didirikan oleh Zahiruddin Muhammad
Babur, keturunan Jengiz Khan bangsa Mongol, pada tahun 1526 M. Kerajaan Mogul
berpusat di Delhi (India).
Kerajaan Mogul diperintah secarah silih berganti oleh
15 orang raja (sultan). Sultan pertama kerjaan Mogul bernama Zahiruddin
Muhammad Babur (1526-1530 M), dan sultan terkhirnya bernama Sultan Bahadur Syah
II (1837-1858 M). Kerjaan Mogul mencapai puncak kejayaanya tatkala diperintah
oleh Akbar Syah I (1556-1605 M), Jahangir atau Nuruddin Muhammad Jahangir
(1605-1627 M), Syah Jihan (1627-1658 M), dan Aurangzeb atau Alamgir I
(1658-1707 M).
Wilyah kekuasaan Mogul meliputi Kabul, Lahore,
Multan, Delhi, Agra, Oud, Allahabad, Ajmer, Guzarat, Melwa, Bihar, Bengal,
Khandes, Berar, Ahmad Nagar, Ousra, Kashmir, Bajipur, Galkanda, Tajore, dan
Trichinopoli.
3. Kerajaan Safawi di Persia (sekarang Iran)
Umat Islam menguasai Persia sejak tahun 641 M. Selain itu,
bangsa Persia yang beragama yang semula beragama Zoroaster berbondong-bondong
masuk Islam. Dinasti atau kerajaan Islam silih berganti memerintah Persia,
sampai dengan bangsa Mongol merebutnya pada abad ke-12 M. Selama tiga abad
bangsa Mongol menguasai Persia, hingga pada tahun 1501 M muncul dinasti baru,
yaitu dinasti atau Kerajaan Safawi.
Kerajaan Safawi didirikan oleh Syah Ismail Syafawi (Ismail
I) pada tahun 907 H (1501 M) di Tabriz. Beliau berkuasa pada tahun 1501-1524 M,
yang wilyah kekuasaanya disebelah barat berbatasan dengan kerajaan
Utsmani(Ottoman) di Turki dan disebelah timur berbatasan dengan kerjaan Islam
Mogul di India. Kerajaan Safawi, Mogul dan Turki Utsmani merupakan tiga
kerajaan besar pada abad pertengahan.
Setelah pemerintahan Syah Ismail Safawi berakhir, silih
berganti sultan-sultan Dinasti Safawi melanjutkan pemerintahanya hingga
sebanyak 17 Sultan. Sultan terakhir Kerajaan Safawi bernama Sultan Muhammad.
Kerajaan Safawi mencapai puncak kejayaanya tatkala
diperintah oleh Syah Abbas (1585-1628 M). Beliau berjasa mempersatukan seluruh
Persia, mengusir Portugis dari kepulauan Hormuz, dan nama pelabuhan Gumran
diubah menjadi Bandar Abbas (sampai sekarang). Syah Abbas juga memindahkan
ibukota kerajaan dari Qizwan ke Isfahan.
Setelah pemerintahan Syah Abbas berakhir dan digantikan
oleh sultan-sultan berikutnya, kedudukan kerajaan Safawi menjadi lemah.
Kelemahan kerajaan Safawi ini antara lain disebabkan adanya perebutan
kekuasaan.
No comments:
Post a Comment