Friday, June 15, 2018

Dinasti Abbadiyyah



Dinasti Abbadiyyah

Sebuah dinasti Islam di Andalusia (Spanyol) pada masa “Raja-Raja kecil” (Muluk al-Thawa’if) dengan pusat pemerintahan di Sevilla ini berkuasa pada 414-484 H/1023-1091 M. Nama dinasti ini diambil dari nama ‘Abbad ibn Muhammad ibn Ismail ibn Quraisy ibn ‘Abbad. Mereka mengaku sebagai anak keturunan  An-Nu’man ibn Mundzir, raja Herat. Nama keluarga itu mulai mencuat namanya saat salah seorang anggotanya, yaitu Abu Al-Walid Ismail ibn Quraisy, menjabat sebagai hakim dibawah pemerintahan Al-Mansur ibn Abu Amir.

Saat Cordoba diguncang perebutan kekuasaan yang berakhir dengan berkuasanya Aliibn Hammud, Ismail ibn Quraisy pun segera memegang kendali pemerintahan Sevillia. Pada 414 H/1023 M, kendali itu dia serahkan kepada putranya, yakni Abu Al-Qasim Muhammad ibn Ismail. Setelah usai penyerahan kendali kekuasaan tersebut, berdirilah Dinasti Abbadiyah. Setelah penguasa baru itu berhasil menancapkan kekuasaanya, seketika itu dia pun langsung mengepakkan sayap wilayah kekuasaanya. Namun puncak keemasan dinasti ini baru terjadi dibawah pimpinan penggantinya, yakni ‘Abbad ibn Muhammad yang bergelar FakhruddaulahAbu ‘Amr Al-Mu’tadhid Billah. saat itu wilayah kekuasaan dinasti ini adalah terluas diantara wilayah-wilayah dinasti muslim lainya yang ada di Andalusia. Akibatnya hal itu memicu kekhawatiran Ferdinand III, Raja Castilia, yang kemudian memerintahkan untuk menggerakkan pasukanya untuk meredam gerak maju pasukan dinasti ‘Abbadiyah. Pertempuran diantara kedua pasukan itu akhirnya berakhir dengan tercapainya perjanjian perdamaian diantara keduanya.

Penguasa ketiga dinasti ini, yakni Muhammad ibn ‘Abbad yang bergelar Al-Malik Al-Zhafir Al-Mu’tamid ‘ala Allah Abu Al-Qasim Muhammad, juga terkenal sebagai sastrawan. Ia juga mengikuti jejak langkah para pendahulunya. Namunkarena gempuran pasukan Alfonso VI, Raja Castilia, yang sebelumnya telah berhasil merebut Toledo (478 H/1085 M), hal ini justru mendorong Al-Mu’tamid agar meminta bantuan kepada Yusuf ibn Tasyfin, penguasa ke 4 Dinasti Al-Mutarabithun di Magrib. Di satu sisi, bantuan pasukan itu memang berhasil mengadang gerak maju pasukan Castilia. Namun, di sisi lain, pasukan dari Afrika utara itu justru yang kemudian menubangkan dinasti ini pada 483 H/ 1091 M.

Para Penguasa Dinasti ‘Abbadiyyah :

·         Muhammad I ibn ‘Abbad (414-434 H/1023-1024 M)
·         ‘Abbad Al-Mu’tadhid (431-462 H/1042-1069 M)
·         Muhammad II Al-Mu’tamid (462-483 H/1069-1061 M)




Sumber: Ahmad Rofi’ Usmani. 2013. Jejak-Jelak Islam, Bandung: Bunyan
 

No comments:

Post a Comment

Islam di Benua Afrika

Islam di Afrika Sejak pada masa Rasulullah SAW, sebenarnya telah ada hubungan baik dengan salah satu raja yang terdapat di benua Af...