Dinasti Abbadiyyah
Sebuah dinasti
Islam di Andalusia (Spanyol) pada masa “Raja-Raja kecil” (Muluk al-Thawa’if) dengan pusat pemerintahan di Sevilla ini
berkuasa pada 414-484 H/1023-1091 M. Nama dinasti ini diambil dari nama ‘Abbad
ibn Muhammad ibn Ismail ibn Quraisy ibn ‘Abbad. Mereka mengaku sebagai anak
keturunan An-Nu’man ibn Mundzir, raja
Herat. Nama keluarga itu mulai mencuat namanya saat salah seorang anggotanya,
yaitu Abu Al-Walid Ismail ibn Quraisy, menjabat sebagai hakim dibawah
pemerintahan Al-Mansur ibn Abu Amir.
Saat Cordoba
diguncang perebutan kekuasaan yang berakhir dengan berkuasanya Aliibn Hammud, Ismail
ibn Quraisy pun segera memegang kendali pemerintahan Sevillia. Pada 414 H/1023
M, kendali itu dia serahkan kepada putranya, yakni Abu Al-Qasim Muhammad ibn
Ismail. Setelah usai penyerahan kendali kekuasaan tersebut, berdirilah Dinasti
Abbadiyah. Setelah penguasa baru itu berhasil menancapkan kekuasaanya, seketika
itu dia pun langsung mengepakkan sayap wilayah kekuasaanya. Namun puncak
keemasan dinasti ini baru terjadi dibawah pimpinan penggantinya, yakni ‘Abbad
ibn Muhammad yang bergelar FakhruddaulahAbu
‘Amr Al-Mu’tadhid Billah. saat itu wilayah kekuasaan dinasti ini adalah
terluas diantara wilayah-wilayah dinasti muslim lainya yang ada di Andalusia.
Akibatnya hal itu memicu kekhawatiran Ferdinand III, Raja Castilia, yang
kemudian memerintahkan untuk menggerakkan pasukanya untuk meredam gerak maju
pasukan dinasti ‘Abbadiyah. Pertempuran diantara kedua pasukan itu akhirnya
berakhir dengan tercapainya perjanjian perdamaian diantara keduanya.
Penguasa
ketiga dinasti ini, yakni Muhammad ibn ‘Abbad yang bergelar Al-Malik Al-Zhafir Al-Mu’tamid ‘ala Allah
Abu Al-Qasim Muhammad, juga terkenal sebagai sastrawan. Ia juga mengikuti
jejak langkah para pendahulunya. Namunkarena gempuran pasukan Alfonso VI, Raja
Castilia, yang sebelumnya telah berhasil merebut Toledo (478 H/1085 M), hal ini
justru mendorong Al-Mu’tamid agar meminta bantuan kepada Yusuf ibn Tasyfin,
penguasa ke 4 Dinasti Al-Mutarabithun di Magrib. Di satu sisi, bantuan pasukan
itu memang berhasil mengadang gerak maju pasukan Castilia. Namun, di sisi lain,
pasukan dari Afrika utara itu justru yang kemudian menubangkan dinasti ini pada
483 H/ 1091 M.
Para Penguasa Dinasti ‘Abbadiyyah :
·
Muhammad I ibn ‘Abbad (414-434 H/1023-1024 M)
·
‘Abbad Al-Mu’tadhid (431-462 H/1042-1069 M)
·
Muhammad II Al-Mu’tamid (462-483 H/1069-1061 M)
Sumber: Ahmad Rofi’ Usmani. 2013. Jejak-Jelak Islam, Bandung: Bunyan
No comments:
Post a Comment